Demikian disampaikan oleh Ir. Berti, Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM Petani dalam arahannya di pertemuan Pembinaan Rumpun yang kali ini dipusatkan di BP3K Cenrana (24/3/2014). Pembinaan ini merupakan pertemuan rutin bulanan yang diadakan oleh Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Bone yang menghadirkan peserta antara lain PPL, THL-TBPP, pemuka pertanian dari 6 (enam) kecamatan (Tellu Siattinge, Dua Boccoe, Cenrana, Awangpone, Ajangale dan Amali). Selanjutnya dikemukakan oleh beliau bahwa setiap penyuluh haruslah mempunyai dedikasi untuk terus maju sehingga anggota kelompok tani binaannya terdorong juga ikut maju. Penyuluh hendaknya bersemangat dalam meningkatkan kinerja mereka meski dengan berbagai keterbatasan yang ada. Pembangunan pertanian ke depan diharapkan dapat memberi kontribusi lebih besar dalam rangka mengurangi kesenjangan, memperluas kesempatan kerja serta dapat memanfaatkan semua peluang ekonomi. Penataan kelembagaan petani dapat dimulai dengan perbaikan administrasi masing-masing kelompok tani binaan, merevitalisasi data kelaompok tani, mengaktifkan kegiatan kelompok, melakukan penilaian kelas kemamouan kelompok, menumbuhkan kembali kerjasama antar anggota kelompok, serta pembentukan Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes). Selain itu, dalam pembinaan tersebut turut pula menghadirkan narasumber antara lain ; Ir. Ratulangi, Kepala Bidang Pembinaan Kelembagaan dan Kerjasama Penyuluhan, H. Rustan, N.,SP Kasubid. Kerjasama dan Penyelenggaraan Penyuluhan; M.Syafruddin, S.Pi, Fungsional Kabupaten. Dalam pengarahannya, H. Rustan, N., SP. menjelaskan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan melalui Dana Dekonsentrasi TA.2014 ini. Beliau juga sedikit menjelaskan permasalahan teknis yang biasanya muncul dalam metode penyuluhan kepada petani serta metode-metode yang perlu diterapkan agar kegiatan dapat berjalan lancar. Semuanya membutuhkan keuletan para penyuluh penyuluh pendamping, jangan hanya "jago" di lapangan tapi "lemah" di administrasi ataupun sebaliknya. Harus ada keseimbangan antara keduanya agar penyuluhan benar-benar sampai petani. M. Syafruddin, S.Pi., menambahkan pula bahwa perlunya setiap penyuluh lebih profesional dengan membuat kajian uji coba paket teknologi pertanian di wilayah kerjanya secara mandiri. (adm.)