Loading...

BPP Kec. Batang Alai Utara Sukses Adakan Sosialisasi Kartu Tani

BPP Kec.  Batang Alai Utara Sukses Adakan Sosialisasi Kartu Tani
Dalam rangka memberi kemudahan terkait akses saprodi khususnya pupuk berusbsidi, selain itu guna mencegah terjadi penyalah gunaan/manipulasi data petani yang memiliki hak untuk mengusuk e-rdkk dan mendapatkan pupuk bersubsidi, dibuatlah kartu tani yang memiliki multi fungsi. Selain sebagai identitas petani terkait keikutsertaan di poktan, pendataan kegiatan usaha serta luas lahan, dan penyediaan data usulan saprodi khususnya pupuk, membuat kehadiran kartu tani sangat diharapkan oleh petani. Namun karena masih menjadi hal baru, tentang kartu tani bagaimana cara mendapatkan, mengaktifkan dan menggunakannya, apa manfaat dan fungsinya, serta bagaimana proses pengurusan bila kartu tersebut hilang, menjadi pertanyaan yang sering disampaikan petani. Untuk memberikan informasi yang tepat sekaligus mengjawab pertanyaan seputar kartu tani, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kec. Batang Alai Utara mengadakan sosiali kartu tani dengan menghadirkan nara sumber dari Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Agenda tersebut dilaksanakan pada hari selasa 22 Desember 2020 di aula BPP. Acara dihadiri 40 orang petani dari 14 Desa, Penyuluh Pertanian Lapangan, kios saprodi, dan POPT Kecamatan Batang Alai Utara. Dalam sambutannya H. Damsikin, SP Pimpinan BPP mengharapkan agar peserta yang hadir dapat menyimak dan menyampaikan pertanyaan bila terdapat hal yang belum jelas dari penyampaian. Sri Sofiawarti, SP selaku kepala bidang tanaman pangan distan kab. HST menyampaikan bahwa penggunaan kartu tani dalam pengusulan dan penebusan pupuk bersubsidi sangat penting, khususnya untuk mencegah terjadi penyalahgunaan dan penyimpangan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ditambahkan beliau, dalam kartu tani terdapat identitas petani termasuk luas lahan yang dimiliki dan jumlah keperluan saprodi khususnya pupuk. Setelah diaktifkan kartu dapat dibawa ke kios saprodi yang ditunjuk, kartu digesek untuk mengetahui jumlah usulan pupuk, kios melakukan pemesanan, lalu pembayaran manual dilakukan atau sebelum itu. Penggunaan kartu tani dapat dilakukan secara kolektif melalui musyawarah di kelompok tani untuk memudahkan anggota yang belum bisa dan terkendala. Siti Hasanah, SP selaku pemateri kedua menyampaikan untuk kartu tani bagi petani kec. Batang Alai Utara, sisa 900 kartu yang belum tercetak. Setelah diaktivitasi kartu dapat digunakan pada tahun 2021. Adapun prosedur mengurus kehilangan kartu harus dinyatakan melalui surat keterangan kehilangan barang dari kepolisian. Beliau juga menambahkan untuk usulan pupuk bersubsidi komoditas padi, jagung, kedelai wajib mengacu rekomendasi pemupukan berdasarkan kalender tanam terpadu. Setelah tanya jawab, pembacaan do’a dari perwakilan peserta, acara diakhiri. Perwakilan petani yang hadir diminta untuk dapat menyampaikan informasi yang diperoleh kepada petani lain di desanya dan diharapkan melalui gapoktan atau poktan dapat dilakukan pertemun sosialisasi lanjutan. Sumberdaya Wahyuddin Noor, SP