Bawang merah merupakan salah satu sayuran yang merupakan nilai ekonomis tinggi apabila dibandingkan jenis sayuran umbi lainnya. Hal ini disebabkan selain sebagai bumbu penyedap masakan juga sebagai obat tradisional, hampir semua ibu rumah tangga setiap memasak selalu menggunakan bawang merah Berkenaan dengan itu maka sangat penting sekali kami mengikuti program pemerintah untuk pengembangan bawang merah. Petani kami pak SUKARYONO dari Gapoktan KARYA MANDIRI di Kelurahan Petuk Katimpun memcoba membudidayakan Bawang Merah seluas 800 m2. Kelurahan Petuk Katimpun mempunyai kondisi tanah berpasir kuarsa yang mempunyai sifat sangat miskin hara dan sangat rendah daya simpan air. Budidaya bawang merah memerlukan pupuk organik (Pupuk kandang, Kompos) sangat banyak diperlukan.disamping itu juga diperlukan relatif sedikit pupuk anorganik seperti (Urea, SP38, KCl,NPK Majemuk,dan Unsur Mikro) beserta kapur/ dolomid. Pemberian pupuk pada tanah berpasir sebaiknya bertahap sedikit demi sedikit tetapi sering. CARA PENANAMAN & PEMELIHARAAN BAWANG MERAH Penanaman bawang merah milik pak Sukaryono di jalan Cilik Riwut km 14 Kelurahan Petuk Katimpun Kecamatan Jekan Raya ini adalah : · Varietas bawang : Super philip · luas tanam : 800 m2. · Jumlah baris tanaman : 5 baris · Jarak tanam : 15 x 20 Cm · luas bedengan(guludan) : 1m x 10m · jarak antar bedengan : 40 Cm ·Tinggi bedengan : 30 cm Sebelum dilakukan penanaman lahan yang sudah siap tanam yang sebelumnya telah diolah dengan menaburkan kapur dolomid 1,5 ton/ha, pupuk kandang 10 ton/ha serta NPK, maka penanaman bawang merah dilaksanakan dengan menanam umbi bawang satu persatu dalam setiap lubang dan di buat rapi berbaris. Setelah tanam usia 12 dilakukan pemupukan pertama dengan NPK dengan perbandingan 1 : 1 : 2 setelah pupuk dasar. Pemupukan berikutnya pada usia bawang 25 hari,dan pemupukan terakhir pada usia bawang 45 hari. Pada saat tanam bawang di lahan pak Sukaryono mulai musim kering jadi dilakukan penyiraman dengan gembor saat tanaman masih di bawah umur 20 hari, setelah umur 20 hari kebun bawang yang sudah besar tidak perlu disiram pakai gembor cukup dengan mengaliri air kedalam parit hingga setengah tinggi bedengan sehingga lahan basah oleh genangan air ( bahasa jawa di leb). Apabila tanaman bawang sudah mulai tumbuh gulma maka perlunya penyiangan , tetapi lain halnya yang dilakukan petani bawang yang bertanah pasir kuarsa malah sebaliknya tanaman bawang hanya dilakukan penyiangan sekedarnya saja, apalagi pada usia 50 hari keatas bawang sudah mengalami proses pengumbian yang sangat pesat dan umbi sudah banyak yang muncul keluar sehingga tidak dilakukan penyiangan, karena apabila dilakukan penyiangan umbi yang sudah muncul akan terganggu pembesarannya dan apabila ada yang sudah mulai tua bawang yang muncul paling atas akan terlepas dari tangkainya atau terlepas dari akarnya, sehingga tidak dilakukan penyiangan, di samping itu gulma yang ada di sekitar tanaman bawang karena potensi lahan pasir kuarsa dan suhu udara panas, maka gulma tersebut malah bermanfaat sebagai penyejuk pendingin dan peredam panas. Setelah usia 50 hari proses pembesaran umbi sangat maksimal sehingga tanaman tidak di apa-apakan kecuali menunggu sampai panen dan sambil mengamati kalau ada hama atau penyakit yang hinggap. Pemanenan bawang merah dilakukan pada usia 60 hari untuk konsumsi tapi karena bawang pak Sukaryono ini bertujuan untuk sebagian akan ditanam kembali sebagai bibit maka panen bawang sebagian dilakukan usia 65 dan 70 hari. Hasil ubin yang kami lakukan adalah 3 tempat yang berkomposisi paling banyak perumbiannya, sedang dan paling sedikit yaitu mendapat hasil rata 12,8 ton / ha, dan hasil riil di lahan dg luas tanam 800 m2 mendapat 7,8 ton. (Sunainah, S.Pt / Penyuluh Pertanian).