Loading...

Desa Sukoharjo Kecamatan Kalitidu Memberikan Dana Desa Untuk Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik.

Desa Sukoharjo Kecamatan Kalitidu  Memberikan Dana Desa Untuk Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik.
Desa Sukoharjo Kecamatan Kalitidu yang terdiri dari dua kelompok tani dengan luas areal sawah 347 Ha , telah memberikan dana desa untuk pelatihan pembuatan pupuk Organik. Pelatihan ini dengan nara Sumber dari Pak Dani salah satu PPAH. Sebelum pelatihan yaitu dilakukan persiapan bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain pupuk kandang, dilatih untuk membuat Decomposer terlebih dulu dengan bahan Rumen, Air leri, tetes tebu dan Nanas sehingga decomposernya bisa untuk membuat pupuk organik dari kohe ternak. Pupuk Organik dalam bentuk yang telah dikomposkan berperan penting dalam perbaikan sifat kimia, fisika dan biologi tanah serta sumber nutrisi tanaman. Pupuk organik yang dikomposkan telah melalui proses dekomposisi yang dilakukan beberapa macam microba baik dalam kondisi Aerob maupun An Aerob sehingga mudah diserap tanaman. Sumber bahan kompos berasal dari limbah organik seperti sisa tanaman ( jerami , batang, dahan ), sampah rumah tangga, kotoran hewan) sapi, kambing , ayam), arang sekam , abu dapur. Secara umum kandungan nutrisi hara dalam pupuk organik tergolong rendah dan agak lambat tersedia, sehingga diperlukan dalam jumlah cukup banyak. Cara Pembuatan Kompos : pengomposan dapat dilakukan secara anaerob dan aerob. Cara anaerob memerlukan waktu 1,5 sampai 2 bulan dan sering menghasilkan kompos dengan bau kurang sedap, karena suhu yang dihasilkan kurang tinggi sehingga tidak mematikan organisme pengganggu. Cara An aerob, yang pertama masukkan bahan baku secara berlapis-lapis mulai dengan sisa tanaman, kemudian pupuk kandang, abu sekam atau abu dapur kedalam lubang yang telah disiapkan sebelumnya, yang dasarnya telah dipadatkan agar tidak terjadi rembesan air. Ukuran lubang dapat disesuaikan menurut ketersediaan tenaga kerja dan bahan baku yang tersedia, misalnya lubang ukuran 2m x 1m dengan kedalaman 1 m cukup untuk memproses sekitar 0,5 - 0,8 ton kompos guna sekitar 0,2 sampai 0,3 ha lahan. Kedua, tutup bagian atas permukaan dengan tanah setebal 5-10 cm dan semprot air sebanyak 30 liter pada permukaan kompos setiap 10 hari dan aduklah seluruh bahan dalam lubang setelah satu bulan pengomposan. Ketiga, biarkan berlangsung selama 1,5 - 2 bulan agar proses pengomposan dapat sempurna. Untuk mempercepat waktu pengomposan, dapat digunakan mikroba selulolitik atau lignolitik yang berperan sebagai decomposter, antara lain Biodec, Stardec, atau EM-4. Cara Aerob, pertama bahan baku kompos disusun berlapis kemudian disiram dengan larutan mikroba hingga mencapai kebasahan 30-40%, atau dengan ciri bila dikepal dengan tangan air tidak keluar dan bila kepalan dilepas bahan baku akan mekar. Kedua, bahan baku digundukan samapi ketinggian 15 - 20 cm , kemudian ditutup dengan karung goni atau karung plastik. Ketiga, suhu kompos diperiksa setiap hari, pertahankan suhu pada kisaran 40 - 50 derajat celsius , jika suhu lebih tinggi, kompos diaduk sampai suhunya turun dan ditutup kembali. Keempat, setelah 3 - 5 hari bahan baku sudah menjadi kompos ( Bokasi ) dan siap untuk digunakan. Oleh Dian Ngujiwat, SP-Penyuluh Pertanian Kecamatan Kalitidu