Loading...

Efektivitas Kegiatan Penyuluhan Pertanian Terpadu Tingkat Desa Di Kecamatan Karangampel Terhadap Percepatan Tanam

Efektivitas Kegiatan Penyuluhan Pertanian Terpadu Tingkat Desa Di Kecamatan Karangampel Terhadap Percepatan Tanam
Memasuki bulan Oktober 2020, merupakan titik awal musim tanam pada musim rendeng ( MT 1). Umumnya para petani sudah paham terkait jadwal tanam selama satu tahun yang meliputi periode Oktober – Maret (Okmar) dan April – September (Asep). Namun pemahaman tersebut belum sesuai dengan giatnya para petani dalam mempersiapkan diri dan segala sesuatunya dalam menyambut musim tanam rendeng atau MT 1, walaupun kondisi alam mendukung seperti keadaan debit air di saluran sekunder maupun tersier. Sehingga dampaknya adalah tetap saja kegiatan tanam terjadi pada Bulan Desember akhir bahkan tidak menutup kemungkinan menyebrang ke Bulan Januari pada tahun berikutnya. Keadaan demikian tentu memberikan dampak yang kurang baik bagi pola pengaturan jadwal tanam, bahkan dampak yang signifikan terlihat pada musim tanam gadu (MT 2). Percepatan tanam merupakan strategi secara nasional. Bahkan sebagai upaya mendukung dan mensukseskan percepatan tanam, Kementerian Pertanian memberikan dukungan baik yang bersifat fasilitasi program maupun pendampingan sebagai stimulant bagi para petani. Langkah tersebut merupakan sebagai upayan Kementerian Pertanian (Kementan) pantang menyerah untuk terus meningkatkan produksi padi guna menjamin ketersediaan beras nasional sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan nasional dan sekaligus sebagai upaya agar sektor pangan tidak terkena dampak pandemi Covid-19. Berdasarkan penghitungan BPS dengan metode KSA (Kerangka Sampling Area) maka Kabupaten Indramayu pada tahun 2019 memiliki luas panen padi 215,731 hektar. Dari luas ini, diperoleh produksi padi 1.376.429,68 ton gabah kering giling (GKG) atau produksi berasnya sebesar 789.657,71 ton. Kondisi demikian harus senantiasa ditingkatkan salah satunya dengan percepatan tanam. Balai Penyuluhan Pertanian dituntut untuk mampu memberikan motivasi dan menumbuhkan gairah para petani untuk melakukan percepatan tanam. Percepatan tanam merupakan salah satu manajemen sebagai upaya mensesuaikan jadwal tanam dengan kondisi iklim. Pada era konstra tani, peran BPP lebih vital dan strategis karena Kementan mendukung upaya optimalisasi peran BPP sebagai garda terdepan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan. BPP Kecamatan Karangampel sebagai salah satu balai penyuluhan yang ada di Kabupaten Indramayu mendukung upaya percepatan tanam ini. Salah satu upayanya adalah melakukan kegiatan penyuluhan terpadu tingkat desa yang dilaksanakan pada bulan November. Sasaran kegiatan ini adalah para petani yang ada di semua desa di Kecamatan Karangampel. Tentunya penyelenggara kegiatan ini adalah aparat desa sebagai otoritas pemerintahan di tingkat desa. Selain itu, ini merupakan upaya merangkul fihak desa untuk lebih memiliki rasa tanggung jawab terhadap keadaan ketersediaan pangan bagi masyarakatnya salah satunya adalah melakukan berbagai upaya agar panen di desanya menjadi berhasil. Pada kegiatan ini melibatkan seluruh stakeholder terkait percepatan tanam. Seperti unsur muspika, UPTD Pengairan, UPTD Pertanian, KTNA, Petugas POPT. Ini merupakan langkah agar kegiatan penyuluhan di awal musim ini merupakan harmonisasi dan kolaborasi semua petugas yang mencerminkan dukungan terhadap kegiatan percepatan tanam yang dilaksanakan oleh para petani. Karenanya disebut juga sebagai kegiatan penyuluhan pertanian terpadu tingkat desa. Masing – masing instansi / stakeholder memberikan informasi sesuai dengan tupoksinya namun semuanya dalam konteks mendukung upaya percepatan tanam. Materi dan informasi yang disampaikan pun beragam seperti pentingnya percepatan tanam, pemilihan varietas, pengolahan lahan, informasi ketersediaan air irigasi, pupuk bersubsidi, asuransi usaha tani padi (AUTP), sosialisasi organisme pengganggu tanaman (OPT) potensial yang merupakan factor pembatas, serta materi dan informasi lainnya yang masih ada korelasi tentunya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam percepatan tanam adalah : Ketersediaan air Pemanfaatan jerami sebagai salah satu sumber bahan pupuk organik di lahan Pengolahan tanah Pemilihan varietas yang toleran dan adaptif dengan kondisi iklim pada MT I (rendeng) Beberapa manfaat dengan dilakukannya percepatan tanam, yaitu : Ketersediaan air tercukupi untuk beberapa fase pertumbuhan dan perkembangan tanaman Dapat meminimalisir serangan OPT yang berpotensi menyerang pada MT I (rendeng) Dapat menimimalisir gagal panen karena faktor iklim dan air Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi Kegiatan upaya mendukung percepatan tanam yang dilakukan ternyata memberikan dampak positif bagi capaian luas tanam yang dilaksanakan oleh para petani. Pada minggu ke-4 Bln Desember sekitar 30 % dari total luas baku sawah Kecamatan Karangampel (2.216) sudah tertanami, tepatnya 664 ha yang tersebar di 7 desa yakni Desa Mundu, Desa Dukuh Tengah, Desa Karangampel, Desa Dukuh Jeruk, Desa Karangampel Kidul, Desa Sendang dan Desa Kaplongan Lor. Kondisi demikian terjadi peningkatan dibandingkan dengan musim tanam yang sama pada periode tahun lalu yakni seluas 250 ha. Perlu ada upaya pengawalan dan pendampingan oleh penyuluh pertanian terhadap kegiatan percepatan tanam, sehingga upaya percepatan tanam yang dilakukan tidak sia – sia, bahkan memberikan dampak peningkatan IP dan IIP. Sebagai bentuk dukungan konkrit terhadap peningkatan produksi dan produktivitas sebagai sumbangan pencapaian swasembada dan kemandirian pangan sebagaimana sesuai arah kebijakan Kementerian Pertanian 2020 - 2024 yakni terjaganya ketahanan pangan nasional. Penulis : Awaludin, SP. (Penyuluh Pertanian BPP Karangampel) Sumber Gambar : Dokumentasi kegiatan penyuluhan pertanian terpadu tingkat desa di Kecamatan Karangampel Sumber Pustaka : Notulensi hasil diskusi kegiatan penyuluhan pertanian terpadu tingkat desa di Kecamatan Karangampel Buku Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2020 - 2024.