Loading...

GERAKAN PANEN BERSAMA JAGUNG HIBRIDA BETRAS 7 UNTUK KETAHANAN PANGAN DI MASA COVID-19

GERAKAN PANEN BERSAMA JAGUNG HIBRIDA BETRAS 7  UNTUK KETAHANAN PANGAN DI MASA COVID-19
Sebagian petani di Desa Nusasari masih banyak yang enggan menanam jagung karena keuntungan dari hasil menanam jagung tidak sebanyak dari hasil menanam padi. Di saat kondisi air belum memungkinkan untuk menanam padi, sebagian petani di Daerah Nusasari lebih memilih memberokan lahan mereka padahal lahan tersebut sangat berpotensi untuk ditanami jagung. Sebagian petani yang lain ada yang sudah aktif menanam jagung namun juga belum puas dengan hasil yang mereka peroleh karena keuntungannya yang tidak sebesar hasil menanam padi. Jagung Betras 7 pertama kali ditanam oleh Pak I Wayan Darma salah satu petani Subak Sari Merta, Desa Nusasari. Hasil ubinan Jagung Hibrida Betras 7 di lahan Pak I Wayan Darma yang dilakukan oleh Tim BPP Kecamatan Melaya mencapai 18 ton tongkol kering panen per ha. Dengan harga jagung tongkol kering Rp 1.700/kg diperoleh hasil kotor sebesar Rp 30.600.000. Pendapatan tersebut apabila dikurangi modal saprodi, tenaga kerja, sewa lahan dan ongkos panen sebesar kurang lebih Rp 12.000.000 masih didapatkan keuntungan sebesar Rp 18.600.000,- per ha. Pendapatan ini kurang lebih setara dengan hasil keuntungan dari menanam padi. Informasi tingginya potensi jagung Betras 7 ini dirasa sangat perlu untuk disosilaisasikan kepada masyarakat setempat yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Oleh karena itu, dilaksanakanlah kegiatan Gerakan Panen Bersama Jagung Hibrida Betras 7 oleh produsen benih PT. Benih Citra Asia dengan didukung oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana di lahan Pak I Wayan Darma di Desa Nusasari. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa petani Subak Sari Merta, Desa Nusasari dan juga perwakilan kelompok tani dari berbagai Subak Sawah yang tersebar di 9 desa yang terdapat di Kecamatan Melaya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 seperti wajib mencuci tangan ditempat cuci tangan yang sudah disediakan, dibagikan masker gratis untuk petani, dan tetap menjaga jarak. Selain dihadiri oleh petani, kegiatan Gerakan Panen Bersama Jagung Hibrida Betras 7 ini juga dihadiri oleh Bupati Jembrana, Bapak I Putu Artha, Bapak Kadis Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, Bapak Kodim Jembrana, Bapak Kapolres Jembrana, Bapak Camat Kecamatan Melaya, dan Perbekel Desa Nusasari untuk memotivasi petani agar petani semakin giat menanam jagung sehingga menguatkan ketahanan pagan di masa Covid-19 ini. Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa, 27 Oktober 2020 dari jam 08.00-13.00 WITA. Di awali dengan panen jagung oleh jajaran pemerintah yang hadir kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan motivasi dari jajaran pemerintah untuk petani kemudian juga paparan hasil ubinan Jagung Betras 7 oleh PT. Benih Citra Asia. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusias oleh petani yang hadir. Penulis : Rani Susanti, SP