Loading...

Gerakan Pengendalian Opt Hama Tikus, Dikelompok Tani Kuce Ii Desa Leran Kecamatan Kalitidu

Gerakan Pengendalian Opt Hama Tikus, Dikelompok Tani Kuce Ii Desa Leran Kecamatan Kalitidu
Kelompoktani telah mengadakan kegiatan gerakan pengendalian OPT Hama Tikus secara serentak. Lokasi kegiatan gerdal ini yaitu di kelompok tani kuce II desa Leran kecamatan Kalitidu yang di ketuai Pak Achmad Jauhari dengan anggotanya 111 orang dan luas sawah 77 ha. Adapun kegiatan ini di Koordinir oleh POPT Kecamatan kalitidu dengan PPL Wilatyah desa Leran. Diawal Musim Tanam I hama tikus luar biasa sehingga bersepakat untuk melaksankan gerakan pengendalian hama tikus secara serentak. Tikus merusak tanamn padi pada semua fase tumbuh dari semai hingga panen, bahkan sampai penyimpanan. Kerusakan parah terjadi jika tikus menyerang padi pada fase generatif, karena tanaman sudah tidak mampu membentuk anakan baru. Pada serangan berat tikus merusak tanaman padi mulai dari tengah petak, meluas ke arah pinggir dan menyisakan satu sampai 2 baris padi di pinggir petakan. Tikus menyerang padi pada malam hari, pada siang hari tikus bersembunyi pada dalam sarangnya di tanggul- tanggul irigasi, jalan sawah pematang dan di daerah perkampungan dekat sawah. Pada periode bero, sebagian besar tikus bermigrasi kedaerah perkampungan dekat sawah dan akan kembali lagi ke sawah setelah pertanaman padi menjelang generatif, kehadiran tikus pada daerah persawahan dapat di deteksi dengan memantau keberadaan jejak kaki dalam (Foot Print), jalur jalan ranway kotoran/faises, lobang aktif dan gejala serangan tikus berkembang biak pada periode padi generatif. Dalam satu musim tanam satu ekor tikus betina dapat melahirkan 80 nekor anak. Pengendalian tikus dilakukan melalui PHTT (pengendalian Hama Tikus Terpadu) yaitu pengendalian yang didasarkan pada biologi dan ekologi tikus, dialkukan secara bersama oleh petani sejak dini (sejak sebelum tanam), intensif dan terus menerus. Gerakan pengendalian ini dilakukan untuk menghadapi musim tanam I 2020/2021 dan keadan lahan masih bero. Oleh Dian Ngujiwat, SP_Penyuluh Pertanian Kecaatan Kalitidu