Loading...

HAMA DAN PENYAKIT UTAMA PADI SAWAH DAN UPAYA PEMECAHANNYA DI BPP BANJAR BULELENG

HAMA DAN PENYAKIT UTAMA PADI SAWAH DAN UPAYA PEMECAHANNYA DI BPP BANJAR BULELENG
Hari Selasa, 18 Maret 2014, Koordinator BP3K Kecamatan Banjar mengundang Pengurus subak/kelomok tani yang melaksanakan penanaman padi serta Para Penyuluh PNS, THL TBPP duduk bersama untuk mengambil langkah-langkah kedepan guna bersama-sama mampu melakukan pengendalian berbagai Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dapat mempengaruhi peningkatan produksi padi tahun 2014. Ketua kelompok tani yang hadir sebagai perwakilan masing-masing kelompok yaitu, Subak Temukus, Pegayaman, Bingin Banjah, Raja Pelawa, Subak Taman, Subak Sanda, Subak Tampekan Batan Dulang, subak Jembong, Subak Kaliculuk dan Subak Yeh Panes. Sedangkan dipihak pemandu pembuatan agen Hayati yaitu, Wayan Swenten tentang PGPR, Aryadana pemandu perbanyakan Biopheria dan Pseudomonas Plouriscen, Wayan Sumardika tentang perbanyakan dan aplikasi Trichoderma, serta Metaricium, Gede Argita tentang persediaan bio urine plus dari Petani teladan Buleleng, Nyoman Bahagiada sebagai pemberian materi tentang peta serangan OPT utama dikecamatan Banjar, menguraikan dengan seksama bahwa selama tiga tahun terakhir ini, serangan Hama wereng batang coklat menimbulkan kerugian yang sangat menyakitkan petani, yang menimbulkan gagal panen, serangan tungro, serangan penyakit kresek dan Blas yang tidak pernah berhenti apalagi dengan adanya situasi iklim yang kurang bersahabat saat ini. Mulai tahun ini petugas POPT Kecamatan Banjar bersama Koordinator P3K Kecamatan Banjar, melakukan terobosan penggunaan agen Hayati untuk mencegah serta mengobati serangan utama pada tanaman padi. Adapun Untuk hama wereng, dan walangsangit, dengan menggunakan Beupheria dan Metaricium, Sp. Sedang kan untuk mengatasi cendawan dan jamur, kita menggunakan Corine bacterium dan Trichoderma SP dan Aplikasi PGPR sebagai pemacu pertumbuhan tanaman padi. Koordinator P3k Kecamatan Banjar mengajak Petani agar mngerti tentang ekosistim padi sawah yang telah rusak akibat penggunaan pestisida yang tidak tepat sasaran, mengakibatkan segala jenis musuh alami menjadi mati, " Apabila bapak-bapak belum mencermati ekosistem sawah yang lahannya ditanami padi, semakin tahun biaya yang diaplikasikan dengan pestisida akan semakin banyak serta hama atau penyakit semakin ganas" katanya ketika membuka acara temu karya tersebut. Selanjutnya diungkapkan, " Percayalah dengan tegnologi Hayati, untuk secara kontinyu diaplikasikan, sebelum ada serangan, Budidaya tanaman sehat dengan menggunakan organic, gunakan pestisida serta bio urine seminggu sekali, kami berkeyakinan apabila bapak para tokoh petani mau bekerjasama, mampu memutus siklus hidup dengan tertib tanam dan pergiliran tanaman serta pergiliran varietas tahun 2014 akan terjadi penurunan bahayya serangan OPT di Kecamatan Banjar. " Untuk meancarkan kegiatan penyediaan Agen Hayati, pihak BPP Banjar memperbanyak Beaupheria, Trichoderma, PGPR, Corine bacterium, Pseudomonas Plouriscen di BPP sekaligus sebagai bahan pembelajaran para petani yang dating ke BPP.( Nyoman Sudrana SP)