Loading...

Integrasi dan Koordinasi Kegiatan Pertanian Kabupaten Solok

Integrasi dan Koordinasi Kegiatan Pertanian Kabupaten Solok
Senin, 3 Maret 2014, diselenggarakan Rapat Dinas Pertanian Kabupaten Solok di Arosuka. Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian, Ibu Ir. Iryani. M, MM dan sekretaris dinas, Ibu Miharta Maria, S.Pt, serta 4 kepala bidang termasuk koordinator penyuluh Kabupaten Solok yang seluruhnya tampil sebagai narasumber. Masing-masing narasumber menyampaikan program dan kegiatannya kepada forum sebagai wujud transparansi agar dalam pelaksanaannya dapat lebih memuaskan semua pihak yang terkait. Sebagai penyampai pertama adalah Kepala Bidang Tanaman Pangan, Ibu Ernawati, S.P. Beliau menyampaikan tentang beberapa program dan kegiatan yang penting diantaranya adalah subsidi benih, SLPTT, pengembangan padi spesifik lokasi dan pengembangan kawasan organik. Untuk program subsidi benih, Kabupaten Solok memperoleh target sejumlah 375 ton benih padi inbrida untuk 15.000 ha lahan. Sosialisasi pada kegiatan tersebut tinggal menyisakan 2 kecamatan dari 12 kecamatan yang mendapat alokasi benih bersubsidi. Sementara itu beliau menyampaikan informasi terkait dengan pengembangan kawasan organik, bahwa kegiatannya menunggu dibentuknya tim kerja terlebih dahulu. Selanjutnya dibidang hortikultura, Ibu Ir. Rifda Deliza, selaku kepala bidang, menyampaikan perihal kegiatan berdasarkan pos anggaran APBD I, II dan APBN. Pada pos penganggaran APBD I, kegiatan yang telah direncanakan antara lain adalah kegiatan pengembangan tanaman jeruk sebanyak 3 ha di Kecamatan Singkarak Nagari Aripan, pembibitan alpokat di Kecamatan Gunung Talang dan pengembangan tanaman salak seluas 4 ha di Kecamatan Sungai Lasi Nagari Taruang-Taruang. Sementara pada APBD II kegiatan yang ada yaitu pengembangan tananaman kentang di Nagari Alahan Panjang, pengembangan tanaman krisan di Kecamatan Gunung Talang dan pengembangan tanaman markisa di Kecamatan Lembah Gumanti dan Lembang Jaya. Terakhir dari APBN disampaikan tentang kegiatan pengembangan kawasan kentang 30 ha di Kecamatan Lembah Gumanti, Lembang Jaya, Danau Kembar dan Gunung Talang; pengembangan kawasan wortel, pengemb kawasan krisan 5.000 m2. Masing-masing kegiatan tersebut didampingi oleh kegiatan SL GAP dan GHP. Kemudian dibidang P2HP, Ibu Yulfitri, SP, selaku kepala bidang, juga menyampaikan beberapa kegiatannya. Dari pos anggaran APBD, beliau menyampaikan tentang kegiatan pembinaan PUAP berupa pelatihan bagi LKMA, penghitungan losis yang akan dilaksanakan di Kecamatan Gunung Talang, Bukit Sundi, Kubung dan Lembang Jaya, pelatihan teknis penggunaan alat pasca panen, pelatihan untuk UP3HP dan promosi hasil produk unggulan melalui kegiatan pekan flora flori, jambore dan agro input expo. Selanjutnya dari pos APBN, antara lain beliau sebuatkan kegiatan pengumpulan database alat pasca panen, bantuan sarana pasca panen jagung di Nagari Koto Hilalang, bantuan treser multiguna dan fasilitasi pengolahan tepung ubi ungu berupa pengadaan alat dan rehab bangunan. Pada Bidang Sarana dan Prasarana, Bapak Syafrudin, selaku kepala bidang tidak ketinggalan menyampaikan beberapa kegiatan kepada forum. Kegiatan tersebut antara lain beliau sebutkan adalah pengembangan irigasi untuk 55 poktan, OPL 100 ha untuk 5 poktan di Kecamatan Tigo Lurah dan Pantai Cermin, SRI 1000 ha untuk 10 poktan didampingi TNI AD, UPJA untuk 10 UPJA, pendampingan penyaluran pupuk berupa verifikasi dan validasi data dan pengawasan penyaluran pupuk melalui KP3 serta kegiatan penyusunan RDKK tahun 2015 untuk 250 poktan. Terakhir disampaikan beberapa hal terkait dengan ihwal penyuluhan oleh koordinator penyuluh Kabupaten Solok, Bapak Eri Izwardi, SP. Beliau menyampaikan antara lain mengenai pemenuhan sarana prasarana operasional BPK dan penyuluh. Juga beliau menyinggung tentang rencana kegiatan Penas untuk tahun anggaran 2014. Disamping itu perihal training dan masalah kerja UPTD dengan koordinator kecamatan juga diungkap karena terkait dengan pentingnya penetapan target yang realistis agar tidak menjadi beban serta evaluasi kinerja mandiri. Selanjutnya yang tentu tetap diperbincangkan adalah seputar penataan poktan. Menurut beliau, saat ini perlu dilakukan rasionalisasi jumlah poktan (saat ini terdata 1517 poktan) berdasarkan kriteria pertemuan dan pemupukan modal.