Loading...

KAVLING BARU UNTUK SI BURUNG HANTU

KAVLING BARU UNTUK SI BURUNG HANTU
Tikus sawah (Rattus argentiventer) adalah hama utama pada tanaman pangan, baik itu padi, jagung ataupun tanaman yang lainnya. Kerusakan yang diakibatkan oleh hama ini cukup luas, bahkan dapat menyebabkan gagal panen jika tidak segera dikendalikan. Sepasang tikus dalam satu tahun dapat berkembang biak menjadi kurang lebih 2000 ekor, seperti yang disampaikan oleh Pujiono selaku PHP kecamatan Sugihwaras, dan hama ini dapat menyerang pada setiap fase tumbuh tanaman. Tikus termasuk jenis hama pengerat yang mempunyai masa mengerat untuk mengasah gigi dan masa makan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam pengendalian hama tikus bias dilakukan secara gropyokan, pengumpanan atau dengan pembuatan rumah burung hantu. Ketika sedang pada masa mengerat, maka hama tersebut tidak akan mau untuk makanapapun, maka pada masa ini akan sulit untuk pengendalian dalam bentuk pengumpanan. Pengendalian yang cukup efektif dan mempunyai rentang waktu yang cukup panjang adalah dengan pembuatan RUBUHA atau Rumah Burung Hantu. Satu rubuha sudah dapat mengendalikan serangan tikus untuk hamparan 5 Ha. Desa Glagahwangi juga tidak luput dari serangan den bagus( sebutan umum untuk hama tikus). Saat ini tanaman padi di desa Glagahwangi berumur 3-4 minggu, dan sudah banyak yang mengalami serangan hama tikus. Untuk itu kelompoktani Sidorejo Satu secara swadaya membuat rumah burung hantu sebagai upaya untuk mengendalikan serangan hama tikus. Adalah didik sudarmaji yang juga sebagai ketua kelompoktani Sidorejo Satu yang menggerakkan anggotanya untuk membuat 10 unit rubuha secara swadaya. Pengendalian hama tikus memang harus dilakukan secara bersama- sama dan berulang, agar dapat lebih efektif. Selain itu juga harus menghindari penggunaan bahan kimia yang berbahaya dan bersifat kontak, sebab nantinya dapat membahayakan hewan lain yang memangsa tikus, seperti kucing dan burung hantu. Oleh: LULUK ARDIANA,AMd PPL KEC. SUGIHWARAS