Loading...

KEPALA DIPERTANHUT PEMALANG TURBA LIHAT TANAMAN PADI

KEPALA DIPERTANHUT PEMALANG TURBA LIHAT TANAMAN PADI
Jawa Tengah masih kekurangan seribu ton beras tahun 2013 untuk mencapai dukungan surplus sepuluh juta pada tahun 2014 karena adanya penurunan produksi pada akhir tahun 2013 akibat banjir dan hama penyakit. Kekurangan seribu ton tersebut diharapkan dapat ditutup dari peningkatan produksi musim Okmar dan Asep tahun 2014. Dilatarbelakangi keinginan untuk menutup kekurangan dan peningkatan produksi tersebut Kepala Dipertanhut Kabupaten Pemalang Ir. Supriyantopo di damping Koordinator Kelompok jabatan Fungsional (KJF) Ir. Sri Hardjanto turun ke bawah memantau tanaman padi milik petani yang telah menerapkan pola padi sehat.Pada Hari Selasa tanggal 1 April 2014 Kunjungan tersebut di awali ke Desa Kabunan Kecamatan Taman yang telah menerapkan teknologi padi sehat dengan pupuk bacterial. Mengamati hasil penerapan teknologi hasil ramuan penyuluh Dipertanhut Kabupaten Pemalang Ir. Supriyantopo merasa puas walaupun panen masih sekitar sebulan lagi. Hal ini dapat dilihat dari kenampakan fisik tanaman meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan vegetative dan produktif, panjang malai, serta bulir padi yang isi dan kosong serta kenampakan tanaman yang sehat. " Bagaiman bu apakah senang dan ada kendala dalam menerapkan teknologi padi sehat, coba ibu jelaskan" pertanyaan yang dilontarkan Kepala Dipertanhut Ir. Supriyantopo kepada Bu Hj. Tarono pemilik dan penggarap lahan. "Melihat kondisi saat ini senang sekali, tapi pada awalnya kami banyak di cemooh teman-teman petani karena pada usia tanaman kurang dari tiga minggu pengaruh teknologi pupuk bacterial belum kelihatan bahkan tanaman masih kuning daunnya dan kalah di banding milik yang lain, baru setelah usia empat minggu ke atas mereka pada heran dan takjub kok perkembangannnya luar biasa". Bu Hj. Tarono memberikan penjelasan. Musim tanam Asep bulan Mei nanti diharapkan petani disekitar akan mengikuti teknologi padi sehat yang sudah terbukti secara fisik terlihat baik dan bagus. " tolong teknologi ini dikembangkan pada petani atau kelompok tani yang lain, sehingga produksi bisa meningkat dan pendapatan juga akan meningkat" pinta Kepala Dipertanhut Ir. Supriyantopo setelah berkeliling melihat tanaman padi varietas ciherang dan mekongga milik bu Hj. Tarono. Beberapa tempat telah dilakukan aplikasi teknologi padi sehat terbukti mampu meningkatkan produksi dan kualitas padinya seperti gabahnya lebih berbobot serta rendemennya juga lebih tinggi sekitar 5 sd. 10% di banding padi dengan pola konvensional. Teknologi padi sehat yang direkomendasikan oleh para penyuluh Kabupaten Pemalang untuk tanah sawah seluas 1 hektar untuk musim penghujan sebagai berikut: 1. Pupuk bakterial 10 s. d 12 liter. 2. Urea 50 Kg 3. Pupuk organic (kompos) 1000 s.d 1500 Kg 4. NPK 50 s.d 100 Kg 5. Phospat alam 100 Kg Melalui penerapan teknologi padi sehat tersebut di lokasi Desa Wanarejan Selatan tanah milik Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah yang dikelola H. Husen Daut pada tanggal 16 Maret 2014 telah dilakukan panen padi varietas ciherang dan IR64 dengan mesin combine hasil riil mencapai 9 ton per ha dengan harga saat itu Rp.4.200,- per Kg. Penulis : Nurul Ashar (PP Madya Dipertanhut Kab. Pemalang).