BAKORLUH - Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan 14 tidak lama lagi akan dibuka, tepatnya pada tanggal 7 - 12 Juni 2014, bertempat di Desa Kedung Pedaringan Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lampung merupakan salah satu provinsi yang akan mengikuti ajang bergengsi bagi kontak tani nelayan dan hutan tahun ini. Guna memantapkan pelaksanaan acara tersebut, Bakorluh Lampung mengadakan rapat persipan di Wisma Haji Lungsir Bandar Lampung, Selasa (4/3) lalu. Delapan puluhan peserta hadir dalam rapat persiapan tersebut, terdiri dari para kontak tani nelayan dan hutan, penyuluh swadaya, BP4K, BPP, BPTP, Dinkes, dan Diskominfo Provinsi Lampung. Kepala Sekretariat Bakorluh PPK Provinsi Lampung Ir. Nasrizal Jalinus, MM menjelaskan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan Indonesia merupakan ajang berkumpul dan bersilaturahmi para kontak tani nelayan dan hutan untuk saling memperlihatkan pencapaian usahanya selaku pelaku utama dalam pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan. PENAS XIV Tahun 2014 mengusung tema "Memantapkan Kepemimpinan dan Kemandirian Kontak Tani Nelayan dalam Rangka Pengembangan Kemitraan dan Jejaring Usaha Tani Guna Mewujudkan Kesejahteraan Petani Nelayan". Tema tersebut dirasa tepat, karena untuk mewujudkan pembangunan pertanian yang efektif dan efisien diperlukan kelembagaan petani-nelayan yang andal, kuat, mandiri dan berdaya saing tinggi. Untuk diketahui pada PENAS Petani Nelayan Tahun 2014 ini, Kontingen Lampung terdiri dari peserta dan peninjau yang sampai saat ini telah terdata sebanyak 1.090 orang. "Untuk mengkoordinir peserta dan peninjau sebanyak 1.090 orang bukanlah hal yang mudah, oleh karena itu koordinasikan dan sinergikan semua hal yang terkait baik teknis maupun non teknis dengan sebaik-baiknya," jelasnya. Nasrizal menambahkan tema tersebut mengacu pada filosofi "Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul " maka persiapkan dengan sebaik-baiknya kegiatan-kegiatan khususnya yang memerlukan sharing/kerjasama antara provinsi dan kabupaten/kota khususnya yang diperlombakan, seperti pameran, gelar dan temu teknologi, temu karya, peragaan, unjuk tangkas, dan asah terampil, festival kesenian daerah, serta olahraga dan kekraban.