Loading...

MEMBUAT PGPR SEBAGAI PUPUK HAYATI

MEMBUAT  PGPR  SEBAGAI PUPUK HAYATI
Penyuluh Pertanian bersama Pengurus kelompok Wanita tani Kecamatan Wara Selatan dan Kecamatan Sendana Kota Palopo telah membuat PGPR sebagai Pupuk Hayati yang dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia Pada Petani. Sekarang banyak petani yang masih menggunakan pupuk kimia dan apabila ini dibiarkan dalam waktu kurun waktu 25 tahun, maka bisa dibayangkan akan terjadi kerusakan pada tanah dan lahan pertanian yang signifikan.Oleh karena itu, para petani perlu didorong agar beralih menggunakan pupuk hayati, yaitu salah satunya adalah PGPR atau biasa disebut Rizobakteri. Cara Membuat PGPR adalah: Alat dan Bahan pembuatan PGPR Akar bambu 1 ons Dedak 2 ons Gula Pasir 4 ons Terasi 2 ons Kapur sirih 1 ons Air bersih 10 ltr Jerigen atau Tong Tahapan Cara Membuat PGPR Akar bamboo di Rendam dengan air matang (dalam keadaan dingin) selama kurang lebih 4 – 5 hari Gula pasir dedak,terasi direbus hingga mendidih selama kurang lebih 20 – 25 menit, kemudian didinginkan. Setelah dingin, masukkan semua bahan kedalam ton atau jeregen dan ditutup rapat. Buka penutup dan aduk setiap pagi,kemudian ditutup kembali Setelah kurang lebih 2 minggu, PGPR siap untuk di gunakan. Mamfaat PGPR adalah: Meningkatkan nutrisi mineral terlarut dan pengikatan nitrogen,sehingga nutrisi dapat terserap oleh tanaman. Menekan pertumbuhan pathogen dalam tanah,( dengan salah satunya menghasilkan Hidrogen Sianida dan antibiotic), berfungsi sebagai biokontrol terhadap serangan pathogen yang terdapat dalam tanah. Meningkatkan daya tahan stress tanaman terhadap kekeringan,salinity,dan racun-racun metal / logam. Menghasilkan fitohormon seperti indole-3 acetic acid ( lebih dikenal dengan istilah IAA), auksin, sitokinin dan giberelin. Cara Pengaplikasiannya Untuk perlakuan pada tanaman dengan konsentrasi 5 ml per liter air. Untuk aplikasi pada tanaman semusim ( Cabe,terong,timun dll) siramkan 1-2 gelas aqua larutan PGPR ke daerah perakaran. Jika untuk tanaman tahunan Jumlah larutan yang digunakan dapat diperkirakan sendiri sesuai dengan umur dan jenis tanaman, Sebagai ukuran adalah siram daerah perakaran sampai basah. Penulis : Sarnawiyah, S.P_penyuluh pertanian madya