Loading...

MUSREMBANGLUH TINGKAT PROVINSI GORONTALO

MUSREMBANGLUH TINGKAT PROVINSI GORONTALO
Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Provinsi Gorontalo, Rabu 2 April 2014 melaksanakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Penyuluhan (Musrembangluh) 2015 yang diselenggarakan di hold Aldista Convension Centre, kegiatan tersebut dihadiri oleh Dr. Ir. Winny Dian Wibawa, M.Sc Kepala BPSDM Pertanian, Perwakilan dari BPSDM Kelautan dan Perikanan Kusdiantoro, M.Sc (Kabid Program Dan Monev Pusluh KP), BPSDM Kehuanan Ir. Pambudi (Kepala Bidang Pengembangan SDM Kehutanan) serta seluruh unsur penyuluhan dari Kabupaten/Kota se Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Assisten III Setda Provinsi Gorontalo Drs Nurlan Darise, SE, Ak, M.Si yang mewakili Gubernur Gorontalo yang dalam sambutannya "sudah dua tahun Gubernur Gorontalo dan Wakil Gubernur terus berupaya mengaktualisasikanlam program kegiatan yang selalu pro rakyat melalui 4 program unggulan yang pertama adalah pendidikan gratis, yang ke dua kesehatan gratis, ketiga peningkatan infrastruktur dan keempat pengembangan ekonomi kerakyatan. Dan program-program yang dilaksanakan berjalan dengan baik dimana salah satu program itu adalah pengembangan ekonomi kerakyatan yang diarahkan pada sector pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, peternakan koperasi dan UMKM serta pariwisata melalui pemberdayaan kelompok usaha petani, peternak, nelayan, serta usaha mikro serta fasilitas rakyat seperti KUR untuk meningkatkan pendapatan warga ditingkat desa. Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan sebagai bagian dari system pembangunan mempunyai kedudukan strategis dalam rangka pengembangan SDM Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan khususnya pemberdayaan masyarakat di wilayah pedesaan. Musrembang merupakan instrument proses perencanaan pembangunan yang secara teknis berbagai keputusan dalam pelaksanaan pembangunan dirumuskan secara bersama dan dilaksanankan sesuai dengan jenjang pemerintahan. Oleh karena itu suksesnya penyelenggaraan penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan di Gorontalo perlu merumuskan Perencanaan Pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan yang terintegrasi dan sinergi antara Pusat, Daerah dan seluruh stake holder. Hal ini dikakukan agar kita bekerja dapat terkoordinir dan terintegrasi satu dengan lainya, yang kedua karena keterbatasan dana sehingga akan tersusun program dengan skala prioritas". Selanjutnya Plt Kepala Bakorluh Provinsi Gorontalo Relianto Mamonto, SP, M.Si, selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa Bakorluh terus memaksimalkan Tupoksinya sebagai lembaga Koordinasi Penyuluhan maka kami aktif melakukan koordinasi baik ke tingkat daerah maupun ke tingkat pusat, alhasil bahwa dari ketiga Kementrian (Pertanian, Kelautan dan Perikanan serta Kehutanan) setiap tahunnya telah mensuport anggaran kegiatan di Bakorluh namun demikian dalam perjalanan pengembangan penyuluhan Provinsi Gorontalo masih mengalami hambatan yang pertama sarana dan perasarana penyuluhan belum memadai, kedua materi penyuluhan belum memenuhi kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha, ketiga penerapan metodologi penyuluhan belum dilaksanakan secara optimal, keempat kemitraan antara pelaku usaha dan pelaku utama belum optimal, kelima kelembagaan pelaku utama belum tertata dengan baik, keenam kapasitas SDM Penyuluh masih perlu ditingkatkan. Menjawab tantangan di atas Bakorluh secara bertahap berupaya melakukan pembenahan-pembenahan. Lanjut Relianto Tujuan pelaksanaan Musrembangluh ini adalah menyamakan persepsi dan pemahaman antara pemerintah pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota tentang prioritas alokasi program dan kegiatan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan provinsi gorontalo tahun 2015, serta mensinergikan program dan kegiatan terkait dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi gorontalo dan kabupaten/kota. Pada Kesempatan itu Kepala BPSDM Pertanian Dr. Ir. Winny Dian Wibawa, M.Sc berkesempatan untuk memaparkan materi. Dan diakhir pemaparanya Kepala Badan menyampaikan bahwa "besar harapan kiranya IPTEK yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik untuk media penyuluhan. Sebagai contoh di Malang seorang Kepala Bapeluh setiap pagi berkomunikasi dengan penyuluh itu melalui laptop dengan menggunakan program Skype, yang kedua setiap kendaraan penyuluh dimodifikasi dilengkapi dengan laptop untuk digunakan berkomunikasi dengan pimpinannya dan ketiga sawah-sawahnya akan dipasang CCTV. Inilah teknologi dan inovasi sehingga penyuluh kedepan lebih cepat mengatasi masalah dilapangan misalnya pada lahan yang terserang hama cukup melihat melalui CCTV sehingga semua permasalahan tersebut dengan cepat dapat diputuskan dalam waktu yang singkat, pungkasnya" Nasrun Napu, SP (Admin Level 3)