Loading...

Pelatihan Budidaya Anggrek

Pelatihan Budidaya Anggrek
Sebagai salah satu upaya pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat adalah dengan memberikan pelatihan - pelatihan yang tepat sesuai dengan potensi wilayahnya. Salah satu pelatihan dalam bidang pertanian yang dapat dilaksanakan dan masih dapat dikembangkan di Kota Malang umumnya dan Kecamatan Klojen khususnya adalah budidaya tanaman anggrek. Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 13 November 2020 ini diselenggarakan oleh Kelurahan Oro - Oro Dowo dengan mengundang Narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang yang kali ini menugaskan Tim Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Klojen. Dalam kesempatan pelatihan kali ini, perwakilan warga dari 10 RW di Kelurahan Oro - Oro Dowo yang hadir, mendapatkan materi mengenai pengenalan anggrek dan budidayanya, serta sekaligus mendapatkan pelatihan praktek aklimatisasi anggrek. Tim penyuluh BPP Kecamatan Klojen menyampaikan dalam pengenalan tentang anggrek mengenai morfologi anggrek, cara pemeliharaan anggrek sekaligus sedikit tentang potensi ekonomi anggrek. Dimasa pandemi seperti saat ini, dimana harga tanaman hias melonjak tinggi, harga anggrek relatif stabil dengan kenaikan yang tidak terlalu tinggi. Karena anggrek sudah mempunyai penggemar dengan berbagai komunitasnya. Sehingga harga nya akan stabil dari masa ke masa. Sesuai dengan yang disampaikan oleh Virnanto ( 2010 ) Pasar anggrek nasional untuk saat ini masih tetap stabil dan akan terus stabil karena para penyilang anggrek hampir setiap waktu membuat silangan-silangan baru. Anggrek itu sendiri memiliki bermacam fungsi, diantaranya yakni sebagai tanaman hias yang dinikmati keindahan bunganya karena setiap jenis bunga anggrek memiliki bentuk, corak, warna dan wangi yang khas. Selain itu anggrek juga diambil bunganya untuk dicampur dalam pembuatan aneka produk kecantikan dan kesehatan. Pada pelatihan kali ini, warga Kelurahan Oro - Oro Dowo diajarkan bagaimana cara mengeluarkan anggrek dari botol atau akhimatisasi. Masing - masing warga yang hadir mendapatkan bahan praktek berupa anggrek dalam botol, pot fleksibel, kawat pengait, media tanam (moss Putih) dan berbagai peralatan lain yang dibutuhkan dalam proses aklimatisasi. Pertama - tama anggrek dikeluarkan dari botol dengan bantuan kawat pengait. kemudian dicuci bersih supaya sisa - sisa media agar tidak tersisa di plantlet. Hal ini dikarenakan media agar merupakan makanan yang sangat disukai oleh jamur, sehingga apabila pencucian tidak bersih, akan sangat berpeluang tumbuhnya jamur yang dapat mengganggu pertumbuhan anggrek. Setelah dibersihkan dari media agar, dilakukan perendaman dengan larutan fungisida, kemudian dikeringanginkan. Dan dapat ditanam di media moss putih yang telah dibasahi dan ditempatkan dalam pot fleksibel. Pada akhirnya, hasil dari pelatihan ini, diharapkan, masyarakat dapat mengembangkan budidaya anggrek di wilayahnya, agar menjadi salah satu unggulan di wilayah kelurahan Oro Oro Dowo