Selama ini petani masih enggan menggunakan pupuk organik, mereka lebih cenderung tergantung pada pupuk kimia lebih praktis dan siap pakai. Bahkan meski mereka tahu dengan penggunaan pupuk kimia berlebih akan mengakibatkan kesuburan tanah semakin menurun bahkan membuat tanah menjadi kritis, namun mereka para petani masih tetap menggunakan pupuk kimia. Adapun apabila menggunakan pupuk organik, petani langsung mengaplikasikan pupuk kandang yang mereka miliki langsung ke lahan tanpa adanya proses pengolahan/dekomoposisi. Pada akhirnya cara seperti ini memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya antara lain pertumbuhan awal tanaman tidak normal, banyak menimbulkan bibit penyakit yang notabene pupuk kandang sebagi vektor pembawa bibit penyakit tanaman, karena pupuk kandang yang mentah/belum mengalami proses penguraian banyak mengandung bibit penyakit yang berasal dari jamur maupun bakteri. Juga cenderung membawa bibit rumput/gulma pengganggu tanaman, karena biji rumput yang terbawa dalam pupuk kandang dapat bertahan dan nantinya akan tumbuh di lahan pertanaman. Dengan latar belakang seperti itu maka Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai ujung tombak penyuluhan yang berada di kecamatan dan sebagai basis penyuluh pertanian, melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan bahan pupuk organik yang ada di wilayahnya. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di BPP Kecamatan Dumai Selatan dengan peserta sebanyak 30 orang yang berasal dari kelompok tani yang terdata di kecamatan Dumai Selatan. Adapun bahan yang dimanfaatkan adalah Kotoran kambing baik kotoran padat maupun urine kambing, sekam, Dolomit, urea, bonggol pisang, air kelapa, air cucian beras, gula pasir dan dan air bersih. Proses yang digunakan dengan menggunakan metoda pembuatan pupuk organik yang sederhana. Pelatihan pupuk organik dilaksanakan selama 2 hari mulai dari tanggal 16 - 17 Desember 2020. Adapun hari pertama dilaksanakan pelatihan di aula BPP Kecamatan Dumai Selatan dengan materi mengenai pupuk organik padat yang disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Dumai yaitu Herlina Nasrul, S.Pt. Sedangkan materi mengenai Pupuk Organik cair serta materi Prospek Pupuk organik disampaikan oleh kepala BPP kecamatan Dumai Selatan yaitu Fara Shaliza, SP., M.Si. Pada hari ke dua dilaksanakan praktek pembuatan pupuk organik padat dan pupuk organik cair dengan nara sumber penyuluh dari kecamatan Dumai Selatan yaitu Sri Rahayu SP (PP Bumi Ayu, Bukit Datuk dan Ratu Sima) serta Yulia, SP., M.Si (PP Bukit Timah dan Mekar Sari). Sebanyak 30 orang peserta sangat antusias mengikuti pelatihan selama 2 hari tersebut. Mereka aktif bertanya dan sharing informasi berdasarkan pengalaman dalam pembuatan pupuk organik. Sebagai Rencana Tindak Lanjut dari pelatihan ini, peserta diharapkan dapat melaksanakan pembuatan pupuk orgnik dan menyebarkan irformasi yang didapat dalam pelatihan kepada kelompoknya. (Yulia, Penyuluh Pertanian Kelurahan Mekar Sari dan Bukit Timah)