Melalui Portal Badan Pusat Statistik (BPS) online, diperoleh pengertian ubinan. Ubinan merupakan survei yang bertujuan untuk mengetahui produktvitas (hasil per hektar) tanaman. Selain angka produktivitas, ubinan juga mencakup data pendukung lainya seperti data lahan, jenis dan banyaknya benih, cara penanaman, penanggulangan organisme pengganggu tanaman (OPT), penggunaan pupuk dan pestisida, teknik pemanenan, serta informasi kualitatif lainnya terkait dengan produktivitas. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bukit Batu mengadakan kegiatan guna menghitung produktivitas padi masa tanam (MT) 2020. kegiatan tersebut bertajuk “Pengambilan data ubinan padi di Desa Bukit Batu Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis”. Adapun varietas padi yang diubin adalah Padi PB 42 Bantuan dari dana APBN yang disalurkan oleh satuan tingkat provinsi. Kegiatan ubinan berlangsung pada pukul 10:00 WIB mengambil tempat di Lahan Pertanian Padi Desa Bukit Batu. Berkenan hadir pada kegiatan tersebut, Ibu Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ibu Kepala UPT-BPP Kecamatan Bukit Batu, Bapak PPL Desa Bukit Batu, Penyuluh Pertanian se-Kecamatan Bukit Batu, Ketua Gapoktan, Ketua dan Pengurus serta Anggota Kelompok Tani. Produksi tanaman pangan diperoleh dengan cara mengkalikan luas panen dengan produktivitas. Luas panen diperoleh dari pengumpulan data yang dilakukan oleh penyuluh pertanian lapangan sedangkan produktivitas diperoleh dari rata rata hasil ubinan yang dilakukan secara bersama oleh Petugas BPS bersama dengan PPL. Pada petak terpilih ini, akan dipilih satu plot berukuran 2,5 m x 2,5 m. Pada plot tersebut dilakukan kegiatan ubinan padi sawah non irigasi. Di Desa Bukit Batu, dari 1 (satu) plot ubinan Padi PB 42 yang terkena sampel diperoleh hasil dengan berat ubinan sebesar 2,85 Kg. Jadi setelah dihitung angka produktivitasnya, maka hasil ubinan padi Di Desa Bukit Batu MT 2020 sebesar 4,5 Ton/Ha. Menurut pemilik lahan padi Bapak Ibrahim, hasil panen PB 42 tersebut menunjukkan hasil yang cukup memuaskan karena lahan tersebut baru pertama dia tanami. Lebih lanjut dikatakan bahwa untuk memperoleh produksi yang maksimal, perlu ditunjang adanya sistem pengairan yang cukup memadai sehingga bisa mengontrol ketersediaan air. Dengan adanya sistem pengairan yang baik, pada saat musim kemarau petani tidak kekurangan air dan saat musim penghujan tidak mengalami kebanjiran. Pada kondisi seperti itulah produktivitas tanaman padi diharapkan bisa optimal.