PENGENDALIAN PENYAKIT KRESEK PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) DENGAN PESTISIDA ORGANIK (Corynebacterium sp.) ? Latar Belakang Tanaman padi merupakan komoditas unggulan di kecamatan Kebonpedes. Berdasarkan kajian PRA yang dilakukan serta analisa kebutuhan materi penyuluhan, diketahui bahwa adanya indikasi serangan bakteri Xanthomonas sp. yang menyebabkan penyakit kresek, kondisi di petani, pemahaman petani akan pengendalian penyakit ini masih rendah sementara penyebaran penyakit kresek sangat cepat, maka perlu dilakukan upaya pengendalian penyakit tersebut, salah satu bentuk upaya pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan bakteri Corynebacterium sp sebagai pestisida organik. Saat ini, belum ada bacterisida siap pakai di kios-kios saprotan pertanian untuk mengatasi serangan penyakit kresek. Untuk itu di BP3K kebonpedes mengadakan penyuluhan dan praktek tentang pengendalian penyakit kresek pada tanaman padi dengan pestisida organik Corynebacterium sp dan cara membuat pestisida organik Corynebacterium sp. ? Sasaran : Sasaran ditujukan kepada 25 kelompok tani di kecamatan Kebonpedes kabupaten Sukabumi. Latar belakang sasaran baik pendidikan, usia maupun pengalaman menjadi pertimbangan dalam perencanaan penyuluhan, dengan memahami sasaran diharapkan adanya kesesuaian antara metode yang akan digunakan sehingga member kemudahan bagi anggota dalam menyerap materi yang disampaikan. ? Alat dan Bahan : Alat dan bahan yang akan digunakan dalam penyuluihan disesuaikan dengan metode dan tujuan yang ingin dicapai. Dengan penyuluhan ini, tujuan yang ingin dicapai adalah peningkatan pengetahuan (aspek kognitif) terhadap cara pembuatan pestisida organik Corynebacterium sp degan metode demontrasi cara. Alat dan bahan yang akan digunakan adalah peta singkap, seperangkat alat simulasi produksi Corynebacterium sp folder tentang pembuatan pestisida organik Corynebacterium sp, Atk, kentang, air, dan Inokulum bakteri Corynebacter. ? Metode Penyuluhan : Metode yang digunakan dalam praktek menyuluh adalah ceramah, diskusi, dan demontrasi cara. ? Media penyuluhan : Media yang digunakan adalah peta singkap dan beberapa perangkat demontrasi cara. ? Alat ukur : Dalam praktek menyuluh ini digunakan alat ukur untuk menilai atau mengevaluasi daya terima petani. Adapun alat ukur yang digunakan adalah lembar Pre Test dan Post Test yang diarahkan untuk mengukur peningkatan pengetahuan petani. ? Analisa kebutuhan materi penyuluhan : Untuk mengetahui kebutuhan materi penyuluhan dilakukan analisa kebutuhan materi penyuluhan dengan cara melakukan wawancara dengan petani dan observasi di lahan usahatani. Dari hasil wawancara dan observasi, diketahui bahwa ada permasahan dalam usaha tani tanaman padi khususnya terhadap serangan penyakit kresek, serta kesulitan untuk mengendalikan penyakit kresek karena ketidaktahuan cara pengendalian dan sulitnya memperoleh bakterisida siap pakaidari kios saprotan. Sebagai upaya memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut, maka diberikan penyuluhan materi teknis pengendalian penyakit kresek pada tanaman padi dengan menggunakan pestisida organik Corynebacterium sp. 1.2. Pelaksanaan Menyuluh Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada hari Jum'at, 26 Juli 2013 bertempat di Saung Meeting Gapoktan Sukabumi Tani Mandiri desa Kebonpedes kecamatan Kebonpedes, dimulai pukul 13.30 sampai dengan pukul 16.00 WIB, jumlah peserta yang hadir 25 orang petani, coordinator BP3K kec, Kebonpedes , 6 orang PPL kec. Kebonpedes, PTCD pertanian dan POPT kecamatan Kebonpedes. Kegiatan penyuluhan dibuka oleh ketua Gapoktan Sukabumi Tani Mandiri selanjutnya disampaikan materi penyuluhan oleh Penyuluh yang menguasai bidang tersebut, pada sesi ini peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mengenai beberapa hala yang belum jelas. Setelah selesai sesi Tanya jawab, diberikan pengarahan oleh coordinator penyuluh BP3K Kecamatan Kebonpedes, yang menyampaikan pentingnya kas kelompok kas kelompok dapat digunakan sewaktu waktu untuk mendukung kegiatan kelompok. Kegiatan ditutup oleh ketua Gapoktan Sukabumi Tani Mandiri. 1.3. Hasil Menyuluh Untuk mengetahui hasil penyuluhan yang telah dilaksanakan dilakukan post test kepada petani yang bertujuan untuk mengukur pemahaman petani terhadap materi yang telah disampaikan. Daftar pertanyaan yang digunakan sama dengan daftar pertanyaan pada Pre Test. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan diketahui adanya peningkatan nilai rata-rata Pre Test (32) ke Post Test (71), atau adanya penngkatan pemahaman petani terhadap materi pengendalian penyakit kresek pada tanaman padi dengan menggunakan pedtisida organik Corynebacterium sp. sebesar 121 % dan mampu mengubah tingkat pemahaman petani dari kategori rendah menjadi kategori tinggi.