KATAM (Kalender Tanam) TERPADU adalah Pedoman atau alat bantu yang memberikan informasi spasial dan tabular tentang : prediksi musim, awal tanam, pola tanam, luas tanam potensial, wilayah rawan banjir dan kekeringan, potensi serangan OPT, rekomendasi varietas padi, jagung, dan kedelai yang sesuai dengan kondisi iklim ,rekomendasi dosis dan kebutuhan pupuk, Alsintan. Dengan adanya KATAM TERPADU ini dapat membantu para pelaku utama memperoleh informasi mengenai jadwal tanam yang akan dilakukan di daerahnya sesuai dengan spesikasi lokasi pada Musim Tanam tersebut. Untuk itu Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Tanggamus bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung mengadakan Sosialisasi Kalender Tanam Terpadu di Kabupaten Tanggamus dengan sasaran peserta yang berasal dari para pelaku utama dan aparatur pemerintah yang terlibat secara langsung dibidang pertanian. Acara sosialisasi KATAM TERPADU di Kabupaten Tanggamus ini dilakukan pada Hari Selasa Tanggal 18 Maret 2014 bertempat di gedung pertemuan BP4K Kabupaten Tanggamus. Hadir dalam acara Sosialisai KATAM TERPADU ini sebanyak 50 peserta yang terdiri dari Pelaku utama, penyuluh, Kepala BP3K dan Kepala UPTP2T di lingkup Kabupaten Tanggamus. Pada acara sosialisasi Kalender Tanam Terpadu ini pemateri berasal dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung dari unsur peneliti dan penyuluh yang ada di BPTP Lampung. Acara ini terlebih dahulu dibuka oleh Kepala Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Tanggamus yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Kerjasama Penyuluhan Bapak Mu'aiyin Zen,SP,MMP. Dalam sambutan yang disampaikannya, beliau berharap agar peserta sosialisasi bersungguh-sungguh mengikuti acara sosialisasi ini sehingga para peserta benar-benar dapat memahami apa yang disampaikan oleh pemateri dan juga dapat mengaplikasikannya di lapangan. Dalam acara sosialisasi Kalender Tanam terpadu ini pemateri menyampaikan cara mengakses KATAM TERPADU yang dapat dilakukan melalui website www.litbang.deptan.go.id yang memuat informasi hingga ditingkat level kecamatan seluruh Indonesia meliputi: 1. Sistem waktu dan luas tanam padi dan palawija 2. Wilayah rawan banjir, kekeringan dan serangan OPT 3. Rekomendasi dan Kebutuhan Benih 4. Rekomendasi dan Kebutuhan Pupuk 5. Kalender Tanam Rawa 6. Mekanisasi Pertanian 7. Info Tanam BP3K Dengan adanya informasi yang didapat pelaku utama maupun para petugas yang ada dilapangan, diharapkan dapat mengetahui informasi yang mendukung kelancaran dalam melakukan budidaya pertanian diwilayahnya masing-masing. Kegiatan ini selain diisi dengan materi Kalender tanam terpadu juga diisi dengan materi Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi (PHSL) padi sawah. Pengelolaan hara spesifik lokasi (PHSL) merupakan suatu pendekatan untuk menyediakan hara bagi tanaman padi saat dan bila dibutuhkan dengan tujuan Peningkatan hasil padi per unit pupuk yang diaplikasikan, Hasil padi yang lebih tinggi, dan Berkurangnya kerusakan oleh hama dan penyakit. Adapun cirri-ciri PHSL yaitu: Penggunaan sumber-sumber hara dari tanah secara optimal, seperti residu tanaman dan pupuk kandang; Aplikasi pupuk nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) disesuaikan/memperhitungkan residu tanaman dan pupuk kandang/pupuk organik lainnya; dan Aplikasi pupuk nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) disesuaikan dengan kebutuhan spesifik lokasi dan musim tanam. Untuk merakit rekomendasi pemupukan spesifik lokasi (PHSL) dapat diakses melalui : www.phsl.litbang.deptan.go.id . Pada acara sosialisasi KATAM TERPADU dan PHSL di Kabupaten Tanggamus ini juga dilakukan praktek cara mengakses website KATAM TERPADU dan PHSL , sehingga para peserta dapat secara langsung mengetahui cara mengaplikasikannya dan mengetahui isi atau informasi-inforamsi yang ada diwilayahnya masing masing melalui website tersebut, dengan harapan agar informasi itu dapat disampaikan kepada para pelaku utama yang ada di daerah masing-masing . Sebelum dilakukan penutupan, dalam acara ini juga dilakukan sesi tanya jawab agar materi yang telah disampikan benar-benar dimengerti dan dipahami.(Penulis: ERIYANTO MZ,SP)