Cengkeh merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Oleh karena itu, upaya pengembangan dan peningkatan produktivitas cengkeh terus dilakukan. Sebagai langkah awal yang harus dilakukan adalah menyiapkan bahan tanam berupa benih unggul. Untuk mendapatkan benih unggul harus melalui proses perbanyakan tanaman yang sesuai dengan standar operasional prosedur pembenihan cengkeh. Proses perbanyakan bahan tanam cengkeh meliputi persiapan bahan tanam (benih), persemaian, dan pembesaran benih.Persiapan Bahan Tanam (Benih). Perbanyakan bahan tanam cengkeh pada umumnya dilakukan secara generatif yaitu menggunakan biji. Untuk mendapatkan benih unggul, maka bahan tanam (benih) yang digunakan harus berasal dari benih bina yaitu varietas zanzibar, sikotok, siputih, tuni dan afo. Selain itu, benih harus berasal dari Pohon Induk Terpilih (PIT) yang memenuhi persyaratan teknis. Lebih lanjut, biji (benih) yang akan digunakan sebagai bahan tanam harus memenuhi persyaratan antara lain berasal dari buah yang telah masak fisiologis (warna coklat kehitaman). Benih harus bebas hama/penyakit, tidak cacat dan benjol-benjol. Benih memiliki berat ? 1 g/biji, panjangnya 2,5 cm dan berdiameter 1-2 cm. selain itu memiliki kadar air 80% dan daya kecambah 85%. Benih yang telah diseleksi sesuai persyaratan diatas, harus segera di semai karena benih cengkeh bersifat rekalsitran sehingga tidak dapat disimpan terlalu lama. Namun sebelum disemai, kulit buah harus di kupas terlebih dahulu supaya benih cepat berkecambah dan menghindari adanya fermentasi yang dapat merusak viabilitas benih. Setelah di kupas benih di rendam dalam air selama + 24 jam dan dilanjutkan dengan pencucian. Selama mencuci, benih di aduk dan di gosok dalam air. Air yang digunakan diganti 2-3 kali untuk menghilangkan lendir pada benihLebih lanjut, biji (benih) yang akan digunakan sebagai bahan tanam harus memenuhi persyaratan antara lain berasal dari buah yang telah masak fisiologis (warna coklat kehitaman). Benih harus bebas hama/penyakit, tidak cacat dan benjol-benjol. Benih memiliki berat ? 1 g/biji, panjangnya 2,5 cm dan berdiameter 1-2 cm. selain itu memiliki kadar air 80% dan daya kecambah 85%.Persemaian. Persemaian benih merupakan upaya menciptakan kondisi yang terbaik agar benih dapat berkecambah secara optimal. Oleh karena itu lokasi persemaian harus memenuhi syarat sebagai berikut; a) lokasi persemaian bebas hama dan penyakit; b) tanahnya landai agar mudah mengatur drainase dan mendapat sinar matahari penuh; c) suhu udara berkisar antara 23 – 30 0C; d) kelembapan udara lebih dari 80%; e) dekat dengan sumber air. Persemaian benih cengkeh dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu disemai pada wadah dengan media sabut kelapa dan di semai langsung pada bedengan.Persemaian pada wadah. Sebelum benih di semai, terlebih dahulu menyiapkan wadah. Wadah dapat terbuat dari kayu atau plastik yang memiliki tinggi 25-30 cm. Kemudian wadah tersebut dilubangi bagian bawahnya. Setelah itu, wadah diisi dengan sabut kelapa yang telah dihaluskan. Bila wadah yang berisi media tanam telah siap, langkah selanjutnya menyemai benih dengan posisi berdiri dan calon akar menghadap ke bawah. Benih disemai dengan jarak tanam 2 x 2 cm. Wadah yang telah disemai benih diletakkan ditempat teduh dan tidak terkena curahan air hujan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal pada tahap persemaian ini perlu dilakukan pemeliharaan, diantaranya penyiraman yang dilakukan 2 hari sekali. Selain itu, dilakukan penyemprotan dengan fungisida setiap 2 minggu sekali untuk menghindari serangan penyakit. Setelah berumur 2-3 minggu benih dapat diseleksi dan selanjutnya dipindah ke lokasi pembesaran benih. Langkah awal persemaian benih di bedengan adalah menyiapkan bedengan sehingga memungkinkan benih dapat berkecambah dengan baik. Tanah yang akan dijadikan sebagai bedengan digemburkan dengan cara dicangkul. Setelah tanah halus kemudian buat bedengan dengan lebar 1-1,2 m dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan, membujur utara-selatan, pada sisinya dibuat tunggul dari bambu/kayu/batako. Bedengan dilengkapi saluran drainase sedalam 20 cm dan lebar 40 cm. Untuk menghindari serangan hama dan penyakit, bedengan disiram dengan fungisida 3 g/lt air dan insektisida 2 ml/lt air.Persemaian di Bedengan. Untuk mengurangi intensitas sinar matahari dan timpahan air hujan secara langsung, bedengan perlu di beri naungan. Naungan dibuat dengan ukuran tinggi 1,8 m di bagian timur dan 1,2 m di bagian barat. Kemudian naungan di beri atap yang dapat terbuat dari bambu, alang-alang atau paranet. Setelah bedengan sudah siap, kemudian disiram dengan air sebelum benih disemai. Dilanjukan dengn membuat lubang tanam berdiameter 1 cm, dengan jarak 5 x 5 cm, kedalaman 5 cm. Setelah itu, benih disemai/ditaman dengan posisi berdiri dan bagian calon akar menghadap ke bawah. Jika penyemaian benih selesai dilakukan, bedengan disiram dengan air. Dan untuk menghindari pemadatan tanah akibat penyiraman dianjurkan bedengan ditutup dengan mulsa (bisa dari alang-alang). selain itu adanya mulsa juga dapat menjaga kelembapan dan suhu agar tetap stabil.Benih akan tubuh setelah 2-3 minggu dari penyemaian, bila setelah 3 minggu benih masih tidak tumbuh, sebaiknya benih tersebut di buang. Untuk menghindari serangan penyakit, benih di semprot dengan fungisida 3 g/lt air setiap 10 hari sekali. Setelah berumur 1-2 bulan (jumlah daun 4-7 helai) benih siap dipindahkan ke lokasi pembesaran benih. Benih yang di pilih untuk tahap pembesaran harus memenuhi kriteria diantaranya mempunyai daun berwarna hijau sampai hijau tua mengkilap, tidak ada gejala penyakit bercak dan cacar daun. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan :1. Tri Kusnari. 2014. Pedoman Teknis Pembenihan Tanaman Cengkeh. Balitro. 2. http://ditjenbun.pertanian.go.id/perbenihan/berita-270-persemaian-benih-cengkeh.html3. Sumber gambar berasal dari 101 budidaya.com