Loading...

Temu Teknis Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Penyuluhan Tahun 2014

Temu Teknis Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Penyuluhan Tahun 2014
Bertempat di ruang pertemuan Kelompok Jabatan Fungsioanal (KJF) Dipertanhut Kabupaten pemalang Jl. DI. Panjaitan KM 5 Paduraksa Pemalang , pada hari Selasa tanggal 25 Maret 2014 lalu telah dilakukan pertemuan dalam rangka Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Penyuluhan Tahun 2014. Pertemuan di buka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang Ir. Supriyantopo didampingi pelaksana teknis dana dekonsentrasi tahun 2014 serta dihadiri Koordinator Kecamatan serta sejumlah sejumlah penyuluh sebanyak 40 orang. Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan menyampaikan " Pemerintah Kabupaten Pemalang memposisikan sektor pertanian sebagai sektor yang strategis karena mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak serta memberikan andil dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyrakat, karena 46% matapencaharian masyrakat bersumber dari sector pertanian dalam arti luas. Hal itu dapat di lihat sumbangannya pada PDRB yang menempati posisi kedua setelah jasa dan perdagangan. Jasa dan perdagangan disini yang terbesar juga pada sektor pertanian". Mengingat besarnya sumbangan sektor pertanian dalam pembangunan Kabupaten Pemalang tersebut, maka kita berupaya mempertahankan agar jangan sampai produksi kita turun terutama produksi tanaman padi. Lebih lanjut disampaikan " Pemalang merupakan penyangga pangan Jawa Tengah no lima, surplus kita tahun 2013 sekitar 122 ribu ton beras, oleh karena itu kita tahun 2014 dimana terjadi banjir dan bencana lainnya, maka pada musim Asep yang akan datang kita berupaya memacu produktivitas dengan kegiatan SLPTT dan SRI agar provitas kita minimal sama atau bahkan lebih meningkat lagi". kata Ir. Supriyantopo mengakhiri sambutannya. Selanjutnya Pelaksana Teknis dana dekonsentrasi Nuranto, SP menyampaikan bahwa Dalam mensejahterakan petani dihadapkan pada permasalahan yaitu : a. Lemahnya akses teknologi dan aplikasinya b. Lemahnya permodalan c. Lemahnya organisasi petani d. Lemahnya pemasaran Berkaitan dengan permasalahan tersebut perlu diadakan kegiatan penyuluhan untuk memperkuat petani dalam pencapaian tujuan yang diinginkan. Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk mewujudkan target pembangunan pertanian diperlukan kebijakan penyuluhan antara lain peningkatan sistem LAKU, mobilisasi SDM serta pendampingan dan pengawalahan pelaku utama dan usaha. Peningkatan kinerja penyuluhan pertanian melalui dana dekonsentrasi dipergunakan untuk kegiatan peningkatan kapasitas BPP sebagai posko, pengawalan pendampingan penyuluh di lokasi dan pemberdayaan petani melalui denfarm. Peningkatan kinerja penyuluhan pertanian dapat terwujud apabila didukung oleh berbagai pemangku kepentingan baik Pemerintah pusat, Provinsi dan Kabupaten maupun para pelaku utama dan pelaku usaha. Penulis; Nurul Ashar ( PP Madya Dipertanhut Kabupaten Pemalang)