Loading...

Usaha Peningkatan Pendapatan Petani Di Desa Kedungwringin Kecamatan Patikraja Dengan Penanaman Oyong Dipematang

Usaha Peningkatan Pendapatan Petani Di Desa Kedungwringin Kecamatan Patikraja Dengan Penanaman Oyong Dipematang
Oyong atau Gambas atau kimput ( luffa acutabgula.l. Roxb ) merupakan tanaman merambat dengan alat pemegang berbentuk pilin, batang oyang panjang dan kuat, panjang batangnya dapat mencapai pupukan mater. Umumnya daunya lebar berlekuk menjari dengan bulu halus. Daunya beraroma segar.Oyong berakar tunggang serta berakar simpang yang kuat dan agak dalam. Oyong atau Gambas termasuk sayuran yang banyak digunakan pada masakan Nusantara,sehingga permintaan oyong dipasar terbilang tinggi, sehingga menguntungkan bagi petani yang membudidayakan, cara budidayanyapun sederhana dapat ditanam secara monokultur atau tumpang sari . dapat diusahakan dilahan ataupun ditanam dipematang. Buah oyong berkasit untuk membersihkan darah. mengandung Vitamin A, Vitamin B dan Vitamin C serta kaya serat sehingga sangat baik untuk kesehatan. Sehingg oyong mulai menjadi pilihan untuk diolah menjadi berbagai macam olahan sayur untuk kebutuhan keluarga, selain buahnya daun oyong yang masih muda ( pucuknya pun ) dapat disayur, sementara kulit buahnya yang telah kering ( loeva ) baik sekali untuk spons atau pengganti spon cuci piring.` Tanaman oyong atau gambas merupahkan tanaman yang merambat sehingga perlu ajir untuk menopang tanaman tumbuh menjalar secara optimat, diwilayah Kelom pok Tani Tani Maju desa Kedungwringin kecamatan Patikraja pada Tanggal 25 maret 2020, dalam kegiatan peningkatan pendapatan sektor pertanian, tanaman oyong diusahakan di pematang atau galengan, dengan jarak tanam 50 - 60 em antar barisan. Tanaman oyong dapat dipanen pada umur32-34 hari setelah tanam ( tergantung varitas yang ditanam ) selanjutnya dapat dilakukan selang 3 - 4 Hari sekali, tanaman yang dirawat baik dapat menghasilkan 1,5 kg buah setiap panen. Pemeliharaan tanaman oyong atau gambas sangat mudah dan sederhana dengan pemberian pupuk Urea TSP dan KCL perbandingan 1:2:2 atau menggunakan pupuk majemuk NPK 20 gr setiap tanaman. Pemeliharaain tanaman lainya dengan mengurangi daun yang terlalu rimbun. Dengan cara budidaya yang mudah dan murah serta harga jual yang cukup menjadikan sekitar Rp 5.000,- s/d Rp 7.000,- per kg sehingga 47 orang petani diwilyah desa kedungwingin kecamatan Patikraja mulai Mt I th 2020 mengusahakan tanaman oyong dipematang untuk menambah pengahasilan keluarga dapat menopang penghasilan harian. Ditulis Oleh oleh : Sri Sudiarti,SST ( Penyuluh Pertanian BPP Patikraja )