Loading...

VAKSINASI RABIES DI KABUPATEN BULELENG TAHUN 2014

VAKSINASI RABIES DI KABUPATEN BULELENG TAHUN 2014
Normal 0 false false false EN-GB X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; text-autospace:ideograph-other; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-language:EN-US;} Rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Dinas Pertanian Kabupaten buleleng, (Jumat, 18/3) menghadirkan Koordinator Dinas Pertanan Dan Peternakan di 9 Kecamatan, Petugas Medis Peternakan, dan Koordinator Tim Pengendali Rabies dilaksanakan di Ruang Pertemuan Distanak Buleleng, Jalan A. Yani Singaraja. Pelaksanaan kegiatan vaksinasi dilakukan mulai tanggal 15 April sampai dengan bulan Juli 2014, dengan target menyasar anak-anak anjing dan anjing liar di wilayah Kabupaten Buleleng. Para vaksinator yang melakukan tugas diharapkan dapat bekerja maksimal untuk mencapai target yang telah ditetapkan, yakni 70 persen dari populasi anjing yang diperkirakan sebanyak 4000 ekor. Setiap kecamatan telah dibentuk dua tim yang dipimpin oleh dokter hewan kecamatan dan dikoordinasikan oleh Koordinator Petugas Pertanian Peternakan Kecamatan. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng, dalam arahan singkatnya mengatakan agar Rabies ini ditangani dengan sungguh-sungguh dilapangan. Para petugas Pertanian dan Peternakan senantiasa melakukan dan mengidentifikasi kasus-kasus gigitan anjing, melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat bersama kader desa yang telah ditetapkan. Disampaikannnya juga bahwa kasus gigitan anjing yang telah dilaporkan tahun ini adalah rata-rata mencapai angka 400 gigitan setiap bulannya. Dengan demikian seyogyanya kita meningkatkan kewaspadaan kita, bahwa kasus rabies ini perlu ditangani secara bersungguh-sungguh. Lebih jauh diungkapkan bahwa tahun ini ada 2 kasus kematian yang dilaporkan suspek Rabies, yakni di kecamatan Busungbiu dan Kecamatan Tejakula. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Propinsi Bali, menyampaikan arahan bahwa persediaan vaksin sudah memadai untukkegiatan vaksinasi tahun ini, serta alat-alat lain yang juga sudah diperlukan untuk melancarkan kegiatan dimaksud. Untuk melakukan sosialisasi dan pemahaman masyarakat pihak Dinas Peternakan Provinsi juga melakukan pemutaran film kepada masyarakat atau desa yang memerlukan. ( I Nyoman Sudrana, SP Penyuluh Pertanian Madya Kab Buleleng )