Loading...

WABAH TUNGRO DI KECAMATAN BRANG REA SUMBAWA BARAT

WABAH TUNGRO DI KECAMATAN BRANG REA SUMBAWA BARAT
Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE Lebih dari 80 hektar sawah petani di Brang Rea terkena Tungro. Virus Tungro ini begitu berbahaya dan belum ada obatnya. Virus Tungro disebarkan oleh wereng hijau sebagai vektornya, tidak terjadi multiplikasi dalam tubuh wereng dan tidak terbawa pada keturunannya. Penularan virus Tungro dapat terjadi apabila vektor memperoleh virus setelah mengisap tanaman yang terinfeksi virus kemudian berpindah dan menghisap tanaman lain yang sehat. Virus ini menyerang dalam waktu singkat, hingga membuat petani kalang kabut. Penyuluh, Petugas Penanggulangan Hama penyakit dan KCD Pertanian bekerjasama dengan Pemerintah Desa Seminar Salit melakukan Pertemuan di Aula Desa Seminar Salit dalam rangka menghadapi kasus Tungro ini. Hadir dalam Pertemuan Kepala BKP5K Ir,Mansyur Sofyan, Sekretaris Dishutbuntan Ir,Sumbawanto, MSc, Kepala Bidang Pertanian Berry Hamdan,SP,M.Si, Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan Farhan, S.Pi,M.Si, Kepala Desa Seminar Salit, Ketua KTNA, Penyuluh dan Petugas Hama Penyakit serta semua Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani di wilayah Desa Seminar Salit Brang Rea. Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2014. Dalam sambutannya Kepala BKP5K mengatakan bahwa Tungro merupakan penyakit yang berbahaya, bahkan boleh dibilang penanganannya agak kejam yaitu dengan pemotongan padi apabila situasi sudah sangat tidak memungkinkan untuk diselamatkan. Berdasarkan pengalamannya sebagai petani, maka diharapkan kepada semua petani untuk rajin mengecek padinya, jangan hanya melihat dari pinggir penatang saja, tapi langsung terjun ke sawah, buka satu persatu batang padi sebagai sampel dan perhatikan apakah ada penyakitnya. Kita harus rajin memperhatikan secara seksama kondisi padi kita, sehingga pada saat baru awal serangan sudah kita antisipasi sehingga tidak menyebar ke semua padi kita yang pada akhirnya menyebabkan kerugian yang besar bagi petani. Sekretaris Dishutbuntan memberikan contoh kepada semua kelompok tani dan kelompok wanita tani bagaimana kondisi padi yang terkena Tungro dan harap dibedakan antara Padi yang terkena Tungro dengan Padi yang terkena kresek, karena ini penting berhubungan dengan penanganan dan kerugian yang dialami petani. Jangan sampai padi yang terkena kresek ditangani seperti penanganan tungro, itu merugikan petani. Kalau padi yang terkena kresek apabila kita masuk ke sawah maka akan terdengar bunyi kressssekkk. Sedangkan kalau padi terkena Tungro akan mengkilap warna kuning dan biasanya mulai menyerang dari daun kedua dan keempat sedangkan kasus kresek sebaliknya. Ir Sumbawanto juga menegaskan kepada petani untuk melakukan penanaman secara serentak, sehingga dapat memutus mata rantai tungro. Jangan sampai satu dua orang saja yang serempak yang lain tidak. Tetapi memang kendala yang dihadapi dilapangan adalah kendala tenaga kerja yang tidak mungkin dilakukan bersamaan, sehinga penanaman sering dilakukan secara bergilir, tapi ya minimal jarak hari antara penanaman pertama dengan yang menanam terakhir tidak terpaut jauh. Jangan sampai ada yang baru menanam dan ada yang sedang panen. Pada pertemuan tersebut diberikan kesempatan kepada petani untuk melakukan tanya jawab. Beberapa pertanyaan petani sebagaian besar seputar langkah-langkah yang harus kita lakukan agar padi kita tidak terkena Tungro dan bagaimana penanganannya kalau sudah terkena Tungro. Ada juga petani yang kreatif menyarankan kepada pemerintah untuk memberikan arahan supaya petani wajib menanam palawija untuk panen yang ketiga, sehingga memutuskan mata rantai wereng tersebut. Disamping itu juga ada petani yang mengharapkan seringnya dilakukan pelatihan ditingkat lapangan. Kepala BKP5K menegaskan disini bahwa pola padi-padi-palawija akan berhasil kalau inisiatif dan keinginan yang besar dari kelompok tani itu sendiri. Karena berdasarkan pengalamannya kalau inisiatif tersebut dari petani maka akan lebih berhasil karena adanya sanksi diantara petani itu sendiri. Pola padi-padi-palawija ini memang diharapkan akan memutus rantai wereng tersebut. Lebih lanjut Kepala BKP5K mengatakan bahwa penyuluh mereka dilapangan siap setiap saat untuk melakukan pelatihan di lapangan untuk kelompok tani dan juga siap mendatangkan unsur dari dinas maupun badan kalu diperlukan. Penyuluh kita dilapangan sudah ada dari tingkat desa. Setelah berakhir acara pertemuan dilanjutkan dengan melihat kondisi sawah yang terkena Tungro. Berdasarkan pengamatan. kondisi padi sudah sampai tahap yang penanganannya harus dengan dibabat. Petani yang sawahnya terkena tungro tertunduk sedih mendengar jenis penanganan yang harus mereka lakukan. Sudah terbayang didepan mata jumlah kerugian yang menimpa. Harapan bahwa panen ini bisa untuk bayar sekolah anak pupus sudah. Dengan mata syahdu mereka memandang sawahnya. Entah apa yang dipikrkannya. Yang pasti kerugian sudah didepan mata. Kalau bisa mereka berharap ada bantuan dari pemerintah atas kasus tungro yang menimpa mereka . Setidak-tidaknya membantu meringankan kerugian yang sedang mereka alami.(farhan) /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}