Oleh. Eko Purwoko, S.P., S.Pi * Menggala, 07/03/2014. Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (DPD PERHIPTANI) Kabupaten Tulang Bawang, menggelar Seminar Sehari Perhiptani dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tulang Bawang Ke-17 dengan mengambil tema : "Dengan Semangat HUT TUBA Ke-17 Kita Tingkatkan Kesejahteraan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Melalui Usaha Pembangunan Pertanian yang Berwawasan Agribisnis". Seminar yang digelar pada hari Kamis, 6 Maret 2014 bertempat di AULA BP4K Kabupaten Tulang Bawang tersebut menghadirkan Ketua DPW PERHIPTANI Provinsi Lampung Ir. MS. Joko Umar Said yang juga Wakil Gubernur Lampung dan Prof. DR. Irwan Effendi yang juga Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Negeri Lampung. Hadir pula pada kegiatan tersebut Bapak Bupati Tulang Bawang Ir. Hanan A. Rozak. Dan juga Pejabat Provinsi Lampung yaitu Kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan (BAKORLUH) Ir. Nasrizal Jalinus, MM, Pengurus DPW PERHIPTANI Provinsi Lampung serta Pejabat Eselon II terkait di Kabupaten Tulang Bawang seperti Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kepala Badan Ketahanan Pangan serta Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Ir. Sumarno, M.P yang juga Ketua DPD PERHIPTANI Kabupaten Tulang Bawang selaku tuan rumah kegiatan. Dalam sambutannya, Bupati Tulang Bawang mengatakan bahwa Kabupaten Tulang Bawang yang memiliki potensi sumberdaya yang besar dibidang pertanian diperlukan pemikiran terhadap peluang bisnis untuk bisa meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat, untuk itu peran penting Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) sangat diperlukan, PPL harus memiliki memikiran yang luas dan berwawasan agribisnis sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha. Untuk itu Bupati meminta kepada seluruh Penyuluh yang ada di Kabupaten Tulang Bawang untuk bekerja semaksimal mungkin. Bupati meminta agar Penyuluh tidak hanya fokus pada bidang pertanian, tetapi harus didukung dengan kemampuan bisnis dan kewirausahaan sehingga mampu mendampingi petani diwilayah binaanya, serta dapat diterapkan dengan para petani dan pelaku usaha, sehingga petani dapat mengerti bagaimana meningkatkan produktifitas hasil pertanian yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupten Tulang Bawang. Pada sesi seminar Ir. Joko Umar Said menyampaikan bahwa banyak permasalahan yang dihadapi petani salah satunya adalah akses pemasaran hasil pertanian, sehingga banyak petani yang terkendala dalam menjual hasil pertaniannya dan harus berhadapan dengan harga yang rendah pada saat panen. Untuk mengatasi hal tersebut peran Pemerintah Daerah dan jajarannya termasuk para penyuluh, harus serius mengatasi hal-hal tersebut. Pemerintah harus bisa membuka mitra bisnis bagi petani, salah satunya dengan menghadirkan terminal agribisnis sebagai salah satu tempat untuk membuka pemasaran hasil pertanian di Provinsi Lampung. Joko Umar Said juga mengungkapkan bahwa, sekarang ini masalah yang dihadapi petani adalah menurunnya kualitas dan kuantitas sumberdaya lahan pertanian, terbatasnya ketersediaan infrastruktur penunjang, kelemahan dalam sistem alih teknologi, terbatasnya akses layanan usaha dan modal, serta masih panjangnya rantai tata niaga pertanian. Untuk itu kita harus mendorong petani dengan kebijakan strategis, terutama pengembangan infrastruktur, peningkatan pendidikan dan pelatihan, pendirian kelembagaan petani yang sehat dan mandiri sehingga semua petani di Provinsi Lampung dapat menikmati hasil pertanian yang dimiliki," ungkapnya. Sedangkan menurut Prof. Irwan Effendi, untuk meningkatkan kesejahteraan petani saat ini, petani harus memiliki kemampuan berfikir dan bertindak kreatif dengan mengedepankan konsep Agribisnis Kreatif dan menumbuhkan kelembagaan petani yang kuat dan mandiri yang memiliki perekonomian yang tangguh dengan menumbuhkan kegiatan usaha pertanian dalam bentuk Badan Usaha Miliki Petani (BUMP) sehingga kelompoktani dan juga Gabungan kelompoktani (GAPOKTAN) menjadi badan usaha yang kuat dan tangguh serta mampu meningkatan kesejahteraan petaninya. Ditempat yang sama, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Tulang Bawang yang juga Ketua DPD PERHIPTANI Kabupaten Tulang Bawang Ir. Sumarno, M.P mengatakan bahwa, kegiatan Seminar Sehari Perhiptani ini digelar dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Tulang Bawang Ke-17, selain itu BP4K juga mengadakan lomba asah terampil Gapoktan Tingkat kabupaten yang saat ini sedang berjalan dibabak penyisihan antar Rayon. "Dengan adanya rangkaian gelaran seminar ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Penyuluh Pertanian, baik penyuluh PNS, Penyuluh THL TBPP, Penyuluh Swadaya, Penyuluh Swasta dan juga petani dan para kontak tani yang ada di Kabupaten Tulang Bawang dan dengan kegiatan ini, beliau juga berharap perekonomian di Kabupaten Tulang Bawang dapat lebih maju dan berkembang sesuai yang diharapkan," ungkapnya. Kegiatan Seminar Sehari Perhiptani yang dilaksanakan di Aula BP4K Kabupaten Tulang Bawang ini diikuti oleh seluruh Penyuluh di Kabupaten Tulang Bawang yang terdiri dari 76 orang Penyuluh PNS, 26 Orang Penyuluh THL-TBPP, 31 Orang Penyuluh Swadaya, 16 KTNA Se-Kabupaten Tulang Bawang, para petani dan beberapa tamu undangan yang hadir, kegiatan pemaparan seminar ini cukup ramai dengan berbagai tanyajawab yang berlangsung dari pagi hingga sore hari. (* Penulis : Eko Purwoko, S.P., S.Pi adalah Penyuluh Pertanian Pertama di Kelompok Jabatan Fungsional pada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Tulang Bawang/Admin Cybex)