Bahan makan pokok di Indonesia pada umumnya berasal beras sebagai sumber karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Seiring dengan berjalannya waktu ternyata kandungan gula yang terkandung pada beras yang tinggi sehingga bagi seseorang yang memiliki kandungan gula darah yang tinggi (penderita diabetes) harus mengurangi konsumsi makanan yang berbahan dasar dari beras untuk menghindari semakin meningkatnya gula darah.Dalam upaya untuk mengatasi permasalahan di atas, maka Kelompok Wanita Tani (KWT) Toga Sari binaan BPP Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang mencoba berinovasi untuk mengembangkan potensi usaha dalam pengolahan bahan pangan lokal yang bahan bakunya berasal dari ubi kayu (singkong) yang potensinya cukup besar di wilayah Kecamatan Penawartama.Dengan adanya perkembangan teknologi di bidang pengolahan bahan pangan lokal, KWT Toga Sari bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Lampung menciptakan teknologi dan peralatan pengolahan bahan pangan yang berasal ubi kayu (singkong) dengan alat yang lebih modern untuk menghasil bahan makanan yang lebih bermutu dan menarik yaitu mirip/menyerupai beras yang diberi nama “Beras Siger” (Singkong Seger).Penawartama yang memiliki potensi buah naga selain ubi kayu, KWT Toga Sari juga mencoba memberikan varian baru beras siger dengan penambahan komposisi bahan pewarna alami dari kulit buah naga merah. Kulit buah naga merah memberikan aksen warna merah pada beras siger. Selain memberikan efek warna merah, kulit buah naga juga mengandung zat anti oksidan yang cukup tinggi yang memiliki efek yang baik untuk kesehatan.Cara Pembuatan Beras SigerBahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan Beras Siger (Singkong Segar) Merah yaitu: singkong segar, air, garam, minyak makan, kulit buah naga merah (pewarna beras siger merah). Dan alat-alat yang digunakan dalam pembuatan Beras Siger yaitu; parutan singkong, bak rendam/cuci, pisau, alat pres, panci kukus, gelas ukur, blender, timbangan, tampah, karung, baskom, dan alat cetak (Ekstruder).Proses pembuatan Beras Siger diawali dengan pembuatan tepung yaitu dengan cara singkong segar dikupas kemudian dicuci bersih, lalu diparut. Hasil parutan singkong kemudian dirimbang untuk memisahkan kotoran dan serat kasar. Parutan singkong yang telah dirimbang kemudian dimasukkan dalam karung kemudian dipres dengan alat pres, Larutan hasil pengepresan ditampung dalam bak penampung kemudian diendapkan untuk diambilkan acinya. Tepung Casava dan Tapioka hasil pengepresan dan pengendapan kemudian dijemur.Proses pembuatan untuk Beras Siger Merah diawali menyiapkan pewarna dari kulit buah naga merah segar dengan perbandingan takaran sebanyak 250 gram dibersikan, ditambahkan air 500 ml, garam secukupnya dan minyak makan sebanyak 60 ml kemudian diblender sampai halus lalu disaring.Campurkan tepung cassava dengan tepung tapioca dengan perbandingan 4 : 1 secara merata. Untuk Beras Siger Merah warnai campuran cassava dan tapioka dengan larutan pewarna kulit buah naga telahh disiapkan, garam dan minyak hingga merata. Kemudian adonan dikukus selama 30 menit dengan api sedang dan tiap 5 menit dilakukan pengadukan. Setelah 30 menit adonan kemudian di angkat dan didiamkan sampai dingin. Adonan yang telah dingin kemudian dicetak menggunakan alat cetak beras siger (ekstruder). Beras siger puti/merah hasil cetakan kemudian dijemur hingga kering. Beras siger putih/merah yang telah kering siap untuk di masak/diolah atau dikemas dalam bentuk kemasan dan kemudian diberi label.Inovasi Kerjasama antara KWT Togasari bersama BPP Kecamatan Penawartama, Universitas Lampung, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Pertanian Kabupaten Tulang Bawang.Inovasi Kerjasama antara KWT Togasari bersama BPP Kecamatan Penawartama, Universitas Lampung, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Pertanian Kabupaten Tulang Bawang.