Loading...

"POGO " Pengering Jagung

"POGO " Pengering Jagung
Wonosegoro merupakan salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Kabupaten Boyolali. Luas panen yang mencapai ribuan hektar tiap tahunya menyumbang angka produksi yang cukup tinggi. Namun dibalik itu semua terkadang memiliki masalah yang timbul pada musim hujan yakni soal pengeringannya. Kurangnya intensitas panas matahari sangat berpengaruh pada kegiatan pasca panen jagung. Waktu pengeringan yang relatif lebih lama, serangan hama teter serta biji jagung yang tumbuh merupakan akibat dari pengeringan yang kurang maksimal. Dengan adanya kendala tersebut tidak mengurangi niat petani Wonosegoro untuk tetap membudidayakan tanaman jagung. Petani wonosegoro mensiasati kendala pengeringan tersebut dengan membuat pengering sederhana yang tidak mengandalkan panas matahari untuk mengeringkan jagung dengan pembuatan “ POGO “. Sebagian besar petani jagung di Kecamatan Wonosegoro mengandalkan POGO untuk pengeringan produksi jagung mereka. POGO dibuat menyerupai rumah panggung khusus untuk manampung jagung. POGO dibuat di pekarangan rumah atau bahkan sebagian petani membuat POGO di lokasi sawah. Ukuran pogo menyesuaikan dengan jumlah jagung yang akan dikeringkan. Dengan tidak menggunakan panas matahari untuk mengeringkan jagung, maka pemanasan diganti dengan mengandalkan perapian yang dibuat di bawah POGO. Salah satu bahan bakar yang digunakan untuk membuat perapian adalah kayu bakar yang cukup melimpah di wilayah Kecamatan Wonosegoro. Selain bertujuan untuk mengeringkan jagung perapian ini juga digunakan untuk menanggulangi serangan hama teter yang sering menyerang biji jagung yang disimpan. POGO merupakan salah satu inovasi sederhana yang memiliki banyak keuntungan, salah satunya adalah memudahkan kegitan pasca panen. Dengan pembuatan POGO yang relatif tinggi maka akan lebih mudah memasukan dalam mesin perontok jagung, sehingga mampu menghemat tenaga dan waktu. Pengeringan dengan POGO juga tidak terlalu mempengaruhi kualitas biji jagung kering.(Joko Prasetyo, PPL Kec. Wonosegoro) Sumber : Wawancara petani