Loading...

“BUDIDAYA SEMANGKA” DI KECAMATAN JATIROTO

“BUDIDAYA SEMANGKA” DI KECAMATAN JATIROTO
Semangka merupakan komoditas hortikultura yang sangat disukai oleh masyarakat dan mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Warna daging buah yang merah atau kuning serta konsistensinya yang remah, banyak mengandung air, sangat enak disantap pada saat haus. Tanaman semangka memiliki daya tarik khusus di mata penikmatnya. Sehingga mendorong kami untuk mencoba di lahan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).Budidaya semangka dilaksanakan di lahan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Jatiroto yang berada di lokasi yang cukup strategis sehingga masyarakat khususnya petani dapat melihat langsung hasil dari budidaya semangka dan di kemudian hari dapat ikut mencoba melaksanakan budidaya semangka dan dapat merasakan hasilnya. Pelaksanaan pada bulan Mei dengan pertimbangan dapat dipanen pada bulan Juli saat puncak permintaan buah semangka yakni pada saat hari raya Lebaran. Tahapan dalam budidaya semangka yang dilaksanakan di BPP Jatiroto antara lain adalah :1) Persiapan LahanPenanaman semangka dengan sistem tanam ganda yakni dengan pembuatan bedengan selebar 0,5 m di antara bedengan dibuat parit selebar 30 cm dan sedalam 30 cm. Jarak antar bedeng 5m. Khusus pada bedengan tanah diolah dan diratakan agar menjadi gembur serta ditambahkan pupuk organik dan pupuk NPK. Setelah diberi pupuk maka bedengan ditutup dengan mulsa plastik hitam perak untuk meminimalisir gulma.2) Persiapan bibit/PesemaianBibit dipersiapkan dengan cara menanam atau menyemai biji; biji dikecambahkan dengan cara dibasahi dan diperam dalam kain selama 1 hari. Setelah proses pembibitan maka biji akan berkecambah kemudian dipindahkan ke media persemaian. Media persemaian berupa tanah yang dibentuk bulatan seperti bakso biasanya dibuat dengan menggunakan tanah yang berlumpur atau liat sehingga tanah tidak mudah buyar saat disiram. Biji yang telah berkecambah kemudian ditanamkan di tengah-tengah bulatan tanah tersebut. Persemaian kemudian ditutupi dengan sungkup plastik bening agar tetap mendapatkan sinar matahari sehingga dapat tumbuh dengan baik dan disirami 1 sampai 2 kali sehari.3) Pindah TanamBibit yang telah berumur 6 hari dan telah mempunyai dua daun dapat dipindahkan ke lahan dengan jarak tanam 1 m per lubang tanam. Pindah tanam sebaiknya dilakukan pada sore hari untuk menghindari stress pada bibit tanaman semangka. 4) Pemupukan- Untuk merangsang pertumbuhan tanaman dapat diberikan pupuk organik cair pada umur 5 hari setelah tanam (hst)- Umur 10 hst dikocor dengan KNO3 merah dengan konsentrasi larutan adalah 1 genggam KNO3 merah dicampur dengan 10 liter air. Pengocoran menggunakan gelas air mineral ukuran 250 ml disiramkan pada pangkal batang tanaman semangka.- Umur 19 hst dikocor dengan NPK Phonska dengan konsentrasi larutan adalah 1 gayung NPK Phonska dicampur dengan 10 liter air. Pengocoran menggunakan gelas air mineral ukuran 250 ml disiramkan sela-sela tanaman semangka- Umur 27 hst dikocor dengan NPK Phonska dengan konsentrasi dan cara aplikasi sama dengan pengocoran NPK sebelumnya.- Umur 34 hst dikocor dengan NPK Phonska dengan konsentrasi dan cara aplikasi sama dengan pengocoran NPK sebelumnya.- Umur 45 hst dilakukan pemupukan terakhir menggunakan KNO3 putih yang diencerkan dengan perbandingan 1 gelas (ukuran 250 ml) KNO3 putih dicampur dengan 10 liter air kemudian dikocorkan pada sela-sela tanaman semangka.5) Pemeliharaan- Untuk antisipasi OPT dilakukan penyemprotan pestisida setiap 5 hari sekali dapat dimulai pada umur 7 hst- Pengairan sesuai keadaan tanaman (di selokan di antara guludan harus selalu ada air)- Umur 24 hst dilakukan pemangkasan tunas disisakan 3 batang tanaman yang produktif- Umur 35 hst tanaman sudah berbunga dapat dilakukan penyerbukan secara manual agar buah yang dihasilkan lebih besar & berkualitas- Umur 41 - 43 hst dilakukan seleksi buah6) PemanenanUmur 58 hst semangka sudah dapat dipanen.Budidaya semangka yang telah dilaksanakan cukup berhasil walaupun terkendala pada ketersediaan air di lingkungan BPP Jatiroto. Dengan berhasilnya budidaya semangka tersebut masyarakat khususnya petani di Kecamatan Jatiroto mulai tertarik untuk melaksanakan budidaya semangka sesuai dengan tujuan awal dari BPP Jatiroto untuk memperkenalkan budidaya tanaman semangka dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan dan pendapatan petani.Disusun oleh : Widadi, A.Md.