Loading...

PANGAN ORGANIK

 PANGAN ORGANIK
pangan yang murni tidak mengandung bahan kimia, pangan organik dihasilkan dari Pertanian yang di kelola oleh Petani secara organik yaitu system pertanian yang dikelola sedemikian rupa untuk mengasilkan produksi tanaman yang berkelanjutan, dengan prinsip bahwa petani dalam melaksanakan budidaya komoditas pertanian berusaha dengan menghindari atau membatasi penggunaan media tanam baik berupa pupuk dan pestisida dari bahan kimia dalam melaksanakan budidaya tanaman. Dimana sumber daya lahan yang digunakan dalam budidaya tanaman dalam mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah melalui pengelolaan aktivitas biologi dengan memanfaatkan tresidu panen, kotoran ternak dan pupuk hijau inilah yang terkenal dengan nama pupuk organik yaitu merupakan pupuk yang bahan pembuatannya berasal dari kotoran ternak atau bahan dari daun- daun tanaman. Petani dalam melaksanakan budidaya tanaman dengan secara organik biasanya melakukan daur ulang terhadap limbah dengan cara demikian akan menciptakan keseimbangan lingkungan di lahan Pertanian. Sedangkan untuk membebaskan hama dan penyakit untuk budidaya secara organik dapat dengan melakukan secara crop ion, crop rotation atau tumpeng sari dan dengan pestisida alami. Dengan demikian produksi pangan dapat meningkatkan proteksi atau konversi lahan, terlebih di lahan marjinal yang ,minim unsur hara atau dengan adan dampak reklamasi , baik terjadi Pengembangan Pangan Organik akibat dari pergerakan dengan adanya gaya hidup yang sehat dari masyarakat dengan adanya gaya hidup sehat dimana masyarakat menitikberatkan pentingnya kesehatan dengan adanya “ Back to Nature “ dengan adanya Gerakan ini sehinggga menggema kesekuruh Dunia, hal ini terjadi karena dengan berawal dari adanya budidaya secara pola organic, dengan tahapan dimulai dari cara pemilihan Bibit tanaman, kemudian dengan cara pemupukan yang benar, dan dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat. Dengan pengusahaan produk organic, maka sumberdaya manusia perlu diselaraskan dengan konsep pertanian oganik. Pemahaman pekebun m,engenai organik harus sevisi, kenyataannya bahwa masih terdapat pola piker bahwa sayuran tanpa obat dan tanpa pupuk kimia itu identik tanpa perawatan.mengakibatkan sayuran hancur . Penanganan pascapanen seenaknya saja , sebagai contoh, mencabut tanaman dengan paksa, kemudian sayuran ditumpuk dengan tak beraturan, , dengan perlakuan seperti ini dampaknya sayuran yang diproduksi dengan cara organic selama 3 bulan , menjadi rusak hanya dalam waktu 0,5 jam. Sayuran menjadi patah-patah, rusak bahkan hancur. Pada umumnya lahan untuk budidaya tanaman organic di pelosok desa dan jauh dari jalan raya dengan keadaan seperti in dampaknya biaya transportasi menjadi mahal, dengan kondisi seperti ini juga mengakibatkan sayuran rusak sebelum sampai tujuan, dikarenakan lamanya menempuh perjalanan, disamping hal tersebut yang menjadikan naiknya harga dipasar swalayan yaitu sortir produksi dapat mencapai 30 – 50 %, hal ini juga dapat diperburuk dengan adanya musim yang tidak bersahabat. Yang sangat memprihatinkan apabila nasyaraakat kelas menengah keatas yang nyata tidak bermasalah dengan harga namun tidak mau membeli sebagai konsumen. Hal tersebtu bias terjadi apabila pemahaman mengenai sayuran organic belum didapat apalagi direalisasikan untuk mengkonsumsi produksi organik, untuk memasyarakatkan mengenai pangan organik diperlukan sosialisasi bahan pangan organik kepada masyarakat sehingga akan tahu tentang pentingnya bahan pangan organik untuk kesehatan, fair trade dan lingkungan hidup. Kita menyadari bahwa di Indonesia kesadaran untuk lingkungan hidup masih rendah dan dapat dilihat juga bahwa kejujuran dalam perdagangan juga masih redah, sehingga masyarakat hanya dapat diinforamasikan pada saat ini tentang Pangan organic dari sisi kesehatan, untuk itu upaya yang dfilakukan untuk menyadarkan dan merupakan kebutuhan yang penting dari bahan pangan organic dapat diinformasikan dapat melalui ; brosur dengan materi manfaat pangan organic, promosi tentang produk organik, dan kajian – kajian khusus tentang pangan organik serta selalu mempublikasi pangan organik melalui media massa, serta para produsen bahan pangan organik dengan cara door to door. Sebetulnya untuk pangsa pasar yang lebih besar produk pangan organik dapat di pasarkan melalui pasar Swalayan karena pasar swalayan setiap hari banyak dikunjungi oleh konsumen/ masyarakat. Namun demikian perlu adanya solusi bagi harga tawar yang menguntungkan bagi petani, hal ini akan terjadi bila para petani membentuk Poktan dan dari Poktan – poktan tersebut dapat di bentuk Gapoktan, dan lebih hebat lagi bila dari Petani sendiri Gapoktan dapat membentuk KEP/ Kelembagaan Ekonomi Petani ( Koperasi ), bahkan Korporasi / Perusahaan dalam bentukk PT atau CV. Sehingga dengan demikian cita – cita menjadi petani yang professional, dan good practice dalam pertanian organik dapat terwujud, karena di Indonesia merupakan Negara yang mempunyai wilayah dari sabang sampai Merauke tidak memiliki kendala musim, dan biaya tenaga kerja rendah, serta sumber daya alam yang m,emadai harus dimanfaatkan sebaik mungkin, sehingga Pangan Organik menjadi berkembang dalam berbagai jenis tanaman dan Berjaya di Pasaran dengan banyaknya masyarakat yang mengonsumsi bahan pangan oragik. Dengan demikian gaya hidup organik semakin berkembang dan meluas dengan dasar untuk hidup lebih sehat dengan tekad bahwa kita ingin menjalankan pola hidup sehat, pilihannya mari kita mengonsumsi pangan organik. Dengan mengonsumsi pangan organik maka kita akan lebih sehat karena dalam pangan organik lebih kaya mengandung nutrisi dari bebrapa penelitian tentang bahan pangan organik mempunyai kandungan vitamin dan mineral sayuran serta buah organik lebih tinggi dibandingkan dari produk bukan organik, ini disebabkan karena budidaya komoditas organik yang lebih sehat dan pupuk kaya nutrien. Materi Cyber, 24 Pebruari 2020 Penulis : Ali Nurdin.