Penyuluh Pertanian yang terdiri dari PNS 31.506, P3K/THLTBPP 12.135, Dan Swadaya 25.852 serta Swasta 177 diharapkan dapat meningkatkan produksi yang diusahakan oleh petani, dengan selalu mendampingi petani sebagai rasa tanggungjawab di wilayah binaannya, hal ini dapat memperhatikan indikator kinerja yang harus dilaksanakan oleh setiap penyuluh atau Sembilan Indikator Keberhasilan Penyuluh Pertanian adalah ; Tersedianya data potensi wilayah untuk pengembangan teknologi lokalita Tersusunnya Programa penyuluhan pertanian sesuai dengan kebutuhan petani Tersusunnya rencana kerja tahunan penyuluh pertanian Terdesiminasinya informasi teknologi pertanian sampai kepada sasaran pengguna dengan merata. Tumbuh dan berkembangnya pemberdayaan dan kemandirian pelaku utama dan pelaku usaha ( KEP/KOPERASI ) Terbangunnya Kemitraan usaha antara pelaku utama dan pelaku usaha Terbangunnya akses pelaku utama dan pelaku usaha ke Lembaga keuangan/Sarana produksi/Pemasaran Menigkatkan Produksi / produktivitas komoditas unggulan Peningkatan Pendapatan /kesejahteraan pelaku utama/ Petani. Dengan adanya 9 indikator yang merupakan tanggungjawab dari setiap penyuluh maka wajib untuk selalu mendampingi Petani dalam situasi apapun baik dalam senang maupun dalam situasi sulit. Untuk itu dengan bangga dan penuh kekeluargaan bahwa penyuluh pertanian selalu aktif untuk membina, membantu, mengayomi, berdiskusi, menyarankan, menerima saran. Memotivasi kepada petani agar dari titik akhir pengabdian apabila petani dapat meningkatkan pendapatnya sehingga petani yang dibina menjadi sejahtera. Kegiatan penyuluh dan petani meskipun dalam situasi covid 19 tidak akan terhenti, bisa kita bayangkan apabila penyuluh dan petani berhenti maka kita sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat sebagai pelayan masyarakat atau petani untuk menyiapkan bahan pangan bagi rakyat Indonesia sebanyak 267 jiwa, apa jadinya kalau petani dan penyuluh tidak menyediakan bahan pangan bahkan seharusnya pada saat inilah penyuluh menjadi pahlawan bagi Negeri dan Dunia dengan cara Bersama dengan petani menciptakan Indonesia hebat bagi Dunia dengan menghasilkan pangan yang surplus sehingga dapat mengekspor ke Negara yang membutuhkan. Dalam Penyampian Materi Petani Sebagai Pejuang Pangan Dalam Situasi Covid 19 melalui AWR dengan menggunakan Vicon dengan Partisipan sebanyak 211 orang, diantara Penyuluh Indonesia, Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nursyamsi menyampaikan dalam diskusi bahwa penyuluh harus tetap dilapangan namun harus tetap menjaga uminitas atau daya tahan tubuh karena obat melawan Covid 19 adalah uminitas. Sedangkan daya tahan tubuh berasal dari pangan , sedangkan yang menyediakan pangan petani harus Dan ditangan penyuluh juga untuk kemajuan BPP sebagai Lembaga terdepan untuk kemajuan Pertanian di Indonesia untuk itu penyuluh harus aktif dan mempunyai komitmen, keteladan, Profesionalisme, Integritas dan Disiplindemi kemajuan Program Kostratani / BPP sehingga tujuan akhir kita untuk meningkatkan kesejahteraan Petani . Peranan penyuluh sangat setrategis di situasi wabah Virus Corona menerpa Dunia termasuk Indonesia , Dedi Nursyamsi kepala Badan PPSDMP pada saat Vicon dengan Kostrawil, kostrada, Kostratani dan UPT lingkup Badan PPSDMP serta penyululuh seluruh Indonesia , yang mengikuti vicon sebanyak 211 peserta , dalam menyampaikan meteri tentang Petani sebagai pejuang melawan Covid 19, menyatakan bahwa Penyuluh harus maju terus untuk mendampingi dan membimbing petani untuk mengelola usaha taninya, jangan ada kata berhenti karena ada Covid 19 kalau demikian produksi juga berhenti dan ini akan sangat berbahaya dibandingkan dengan menghadapi wabah Covid 19, karena pangan harus tersedia bagi rakyat Indonesia yang berjumlah 267 jiwa. Materu Cyber, tanggal 14 April 2020 Penulis : Ali Nurdin