130 Kostratani kakao yang ada di 12 provinsi dan 25 kabupaten siap sukseskan Program Gerakan Peningkatan Produksi, Nilai Tambahan dan Daya Saing (GRASIDA). Komando Strategis Pembangunan Pertanian atau disingkat dengan Kostratani adalah pusat pembangunan pertanian tingkat kecamatan yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Kostratani memiliki 5 peran yaitu sebagai 1) Pusat data dan informasi, 2) Pusat gerakan pembangunan pertanian, 3) Pusat pembelajaran, 4) Pusat konsultasi agribisnis dan 5) Pusat pengembangan jejaring kemitraan. Sinergitas Kostratani dan Grasida di tingkat kecamatan sangat diperlukan guna memenuhi peningkatan target ekspor dan produksi kakao. Untuk itu diperlukan kerjasama dengan semua stakeholder yang terlibat mulai dari tingkat pusat hingga tingkat kecamatan guna mendukung keberhasilan tujuan pembangunan pertanian untuk menyadiakan pangan 267 penduduk, peningkatan kesejahteraan petani dan peningkatan ekspor komoditas pertanian. Sebaran Kostratani Kakao Direktorat Jenderal Perkebunan, 2020 dalam program Grasida telah menetapkan tiga kriteria yaitu kawasan utama. kawasan andalan dan kawasan pengembangan. Ada 12 provinsi, 25 kabupaten dan 130 kecamatan atau Kostratani Kakao sebagai sentra kawasan seperti tersaji pada gambar. Strategi Percepatan Target Potensi peningkatan produksi komoditas kakao saat ini adalah 756 kg/ha dan potensi lima tahun ke depan bisa ditingkatkan menjadi 2000 kg/ha. Potensi ini sebagai acuan untuk memenuhi target ekspor komoditas kakao dimana dari tahun ke tahun diharapkan meningkat. Untuk tahun 2020 target volume ekspor kakao adalah 282.9 ribu ton dan sampai tahun 2024 target ekspor kakao meningkat secara bertahap menjadi 776.6 ribu ton dengan pertumbuhan 280%. Untuk mencapai target ekspor tesebut maka target produksi perlu ditingkatkan yaitu untuk tahun 2020 target produksi kakao sebesar 656.2 ribu ton dan secara bertahap meningkat pada tahun 2024 sebesar 970.8 ribu ton dengan pertumbuhan 163 %. Selain itu, melalui program Grasida komoditas kakao bisa memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja tahun 2020 sebesar 1.944.990 dan meningkat secara bertahap pada tahun 2024 sebesar 2.364.147 orang. Untuk nilai PDB tahun 2020 sebesar 735 dan meningkat tahun 2024 sebesar 893. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan proses bisnis pencapaian target perkebunan 2020-2024. Direktorat Jenderal Perkebunan telah mecananglan 5 strategi Grasida untuk komoditas kakao yaitu 1) Pemenuhan logistik melalui kegiatan nursery dan kebun sumber benih, 2) Peningkatan produksi, melalui kegiatan peremajaan, intensifikasi, perluasan dan pengendalian OPT, 3) Peningkatan daya saing, melalui kegiatan pengadaan alat pasca panen dan alat pengolahan, 4) Peningkatan SDM melalui kegiatan demplot dan pelatihan pekebun milenial, dan 5) Sumber pendapatan lain melalui kegitan intergrasi dengan ternak dan intercropping dengan jagung hibrida. Konsekwensi logis, untuk mencapai target Grasida melalui Kostratani kakao diperlukan optimalisasi peran BPP, peran dari para brigade tingkat kecamatan seperti penyuluh pertanian, petugas POPT, Fasilitator Daerah untuk perkebunan dan mantri tani untuk keja keras, cepat dan iklas serta keterlibatan petani pekebun secara aktif dan kontribusi dari pemegang kekuasaan yang ada di daerah. (Sumber Dirjenbun dan BPPSDMP, 2020) Sukses Kostratani dan Grasida. Bambang Gatut Nuryanto