Loading...

242 Ha Tanaman Padi Di Kecamatan Klirong Diasuransikan

242 Ha Tanaman Padi Di Kecamatan Klirong Diasuransikan
Penulis: Esty Wahyuni (PPL Kec. Klirong) Seluas 242 Ha tanaman padi di Kecamatan Klirong sudah diasuransikan. 113 Ha diasuransikan dari anggaran APBD sedangkan 133 Ha diasuransikan dari anggaran swadaya. Kelompok tani dengan didampingi Penyuluh Pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Klirong melakukan pendataan terhadap lokasi-lokasi yang terindikasi kesulitan air. Ini dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi kerugian petani apabila terjadi kekeringan dan gagal panen. Di Kecamatan Klirong, dilaporkan seluas 31 Ha sawah telah gagal tanam dan seluas 102 Ha tanaman padi diperkirakan akan mengalami gagal panen. Adapun yang bisa panen, diperkirakan produksi akan merosot drastis hingga 75 persen. Kondisi ini terjadi di beberapa desa antara lain Desa Dorowati, Desa Gebangsari, dan Desa Klegenwonosari. Hal ini disebabkan karena debit air dari waduk wadaslintang sangat kecil sehingga tidak mencukupi kebutuhan, bahkan aliran air irigasi tidak sampai ke seluruh areal persawahan. Sudah lebih dari 2 bulan di Kecamatan Klirong tidak turun hujan. Biasanya, pada musim tanam II petani masih dibantu dengan air hujan dalam mencukupi kebutuhan air untuk tanaman padinya. Adanya elnino memang menyebabkan musim kemarau tahun ini terjadi lebih awal sehingga petani hanya mengandalkan air irigasi untuk tanaman padi mereka. Sebagai upaya penyelamatan terhadap tanaman padi yang terindikasi kekeringan, petani secara swadaya melakukan pompanisasi untuk mengairi sawahnya. Selain itu, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Klirong juga sudah berupaya dengan berkoordinasi dengan petugas pengairan Wilayah Kedungsamak untuk mengatur pergiliran air irigasi, dan juga sudah mengusulkan sejumlah 25 unit jaringan irigasi air tanah (JIAT).