Loading...

6 Tips Sukses Budikdamber (budidaya Ikan Dalam Ember)

6 Tips Sukses Budikdamber (budidaya Ikan Dalam Ember)
Budikdamber memang aplikasi mudah yang bisa dilakukan oleh semua orang. Namun bukan berarti tanpa kendala. Kendala bisa saja muncul karena proses bercocok tanam tidak terlaksana secara tertib. Jika sudah dilakukan tetapi tetap gagal, lakukan evaluasi dan lakukan kembali pada periode berikutnya berbekal evaluasi pada pemeliharaan sebelumnya. Pelajari masalahnya, lalu cari solusi tepat untuk mengatasinya. Ada beberapa tips sederhana dan mudah dilakukan agar sistem Budikdamber bisa terlaksana dengan baik. Pengecekan Unit Budikdamber Misalnya perakitan instalasi Budikdamber sudah dilakukan dengan baik, tetapi biasanya ada yang luput. Itu adalah pengecekan pasca-instalasi. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari adanya kebocoran pada ember (misalnya bolong) atau sebagai uji kekuatan ember. Jadi setelah unit dirakit, ember bisa langsung diisi air sampai batas atas mulut ember. Hal itu dilakukan sekaligus pengisian air untuk media hidup lele. Jika benih yang ditebar berukuran kecil (7-8 cm), ketinggian air awal bisa hanya 40-50 cm. Setelah ikan ditebar, ketinggian bisa dinaikkan sampai maksimal. Probiotik di Awal Perlakuan Probiotik di awal juga penting. Fungsinya untuk menciptakan kondisi air agar kondusif untuk ikan. Kita juga tidak mengetahui ada tidaknya zat berbahaya pada air yang digunakan untuk pemeliharaan ikan. Dengan probiotik, hal tersebut dapat diminimalkan. Probiotik juga bisa ditambahkan setiap 10-14 hari sekali, tergantung kondisi air atau bisa bersamaan dengan sipon. Ukuran Benih Ikan dan Pemberian Pakan Untuk hasil maksimal, gunakan benih ikan yang berasal dari induk unggul dan berkualitas. Jangan membeli bibit yang berukuran tidak seragam atau dalam kondisi cacat. Pakan juga harus mengandung nutrisi yang cukup untuk ikan, terutama kandungan proteinnya disesuaikan dengan kebutuhan ikan. Jangan menggunakan pakan yang sudah lama atau kadaluarsa karena biasanya kandungan nutrisinya sudah rusak. Ukuran pakan juga disesuaikan dengan bukaan mulut ikan. Dengan demikian, pakan yang diberikan bisa dimakan dan dicerna seutuhnya oleh ikan. Penanaman dan Panen Tanaman Penanaman bibit tanaman ke dalam gelas air mineral juga harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak asal. Caranya dengan mengambil bibit semai dari wadah tray beserta medianya, lalu dipindahkan ke dalam wadah gelas yang sudah dimasukkan media tanam (arang sekam/arang kayu). Satu gelas air mineral dapat dimasukkan 5 bibit. Cara Tebar dan Panen Ikan Saat penebaran ikan harus dilakukan berdasarkan prosedur CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Benar). Perlakuannya harus hati-hati agar tingkat stres berada pada level minimal. Benih ikan diaklimatisasi terlebih dahulu selama 5 menit, lau buka kemasannya (biasanya berupa plastik). Biarkan benih keluar perlahan dari kemasan tersebut. Setelah itu, tuang benih secara perlahan-lahan. Panen ikan pun juga tidak boleh kasar. Gunakan seser yang halus agar ikan tidak terluka saat dipanen. Setelah menguras air sampai habis, ikan bisa ditangkap dengan hati-hati. Setelah itu, tampung ikan pada wadah yang sudah disiapkan sebelumnya. Intensitas Cahaya Matahari Untuk mensukseskan Budikdamber, sinar matahari juga menjadi faktor penting. Idealnya, dalam sehari tanaman harus mendapatkan sinar matahari 8-10 jam, terutama untuk tanaman seperti kangkung yang membutuhkan sinar matahari. Jika kekurangan sinar matahari, tanaman tetap akan tumbuh, tetapi kurus. Jadi, unit Budikdamber harus diletakkan di tempat yang bisa terkena banyak sinar matahari. Jika kekurangan sinar matahari, biasanya tanaman akan terlihat kurus dan daunnya berwarna agak kuning. Sementara jika ikan kurang sinar matahari, air akan cepat bau karena bakteri pengurai limbah ikan kekurangan sinar matahari untuk berkembang. Daftar Pustaka : 2020. Prasetya W dan R.H. Paeru. 2020. Akuamber Akuaponik di Ember. Depok. Penebar Swadaya. Penulis : Indah Kartika Dewi, S.ST