Loading...

7 Prinsip dasar SRI (System of rice Intensification)

7 Prinsip dasar SRI (System of rice Intensification)
System of rice Intensification atau kita kenal dengan metode SRI ini merupakan salahsatu metode dalam berbudidaya tanaman padi yang telah dikenal sebagai metoda yang dapat meningkatkan produksi dan produktivitas dari tanaman padi. metode SRI ini mempunyai prinsip-prinsip dasar yang bisa diterpakan dilapangan, dari mulai perlakuan benih, penanaman, sampai pada pemeliharaan tanaman secara intensif, adapun prinsip dasar dalam metode SRI ini diantaranya sebagai berikut : 1. Meningkatkan Kesuburan tanahPrinsip pertama dalam metode SRI ini adalah menitik beratkan pada pemupukan organik, pemupukan yang bisa diaplikasikan seperti pupuk kompos, pupuk kandang maupun pupuk-pupuk lainnya yang mengandung organik yang bisa membantu kesuburan tanah. 2. Uji Benih bermutuPengujian benih ini bisa dilakukan dengan cara merendam benih dengan larutan garam, benih yang baik atau yang bernas adalah benih yang berada didasar arutan garam, sedangkan benih yang mengapun merpakan benih yang kurang baik untuk di tanam. 3. Model Persemaian KeringPersemaian SRI ini sedikit berbeda dengan persemaian pada umumnya yang dilakukan petani, persemaian dilakukan pada media nampan atau baki yang sebelumnya ditaburi campuran tanah dan bahan organik. 4. pengelolaan air IntermittenPengelolaan air intermitten ini adalah pengelolaan yang dilakukan tidak secara direndam melainkan dengan metode kering siram dengan tujuan memberikan oksigen pada akar tanaman agar dapat berkembang dengan baik. 5. Tanam bibit muda dan tanam tunggalmetode SRI ini menggunakan tnam benih muda sekitar 7 sampai 10 hari untuk ditanam, sedangkan untuk tanamnya menggunakan bibit tunggal atau bibit 1 batang. 6. Jarak tanam lebarJarak tanam yang digunakan dalam metode SRI ini bisa menggunakan 30 x 30, 40 x 40 dan 50 x 50. dengan tujuan agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. 7. Penyiangan 4 kaliPenyiangan dilakukan 4 kali, karena metode ini menggunakan sistem pengairan intermitten sehingga gulma pun tumbuh dengan cepat dan dikendalikan secara bertahap. Penulis, Tim BPP Kecamatan BLanakan