Loading...

ABON CABE

ABON CABE
Di wilayah BPP Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo terdapat sentra lokasi budidaya cabe baik cabe rawit maupun cabe besar. Sentra-sentra budidaya cabe rawit terdapat di desa Semawung, desa Ganggeng, desa Pacekelan, desa Plipir dan Kelurahan Purworejo. Produksi cabai akan meningkat pada bulan – bulan kering yaitu antara bulan Agustus – Desember, hal ini biasanya berdampak pada nilai jual di pasaran.Harga komoditas cabe rawit tidak stabil, untuk saat ini di pasaran yaitu sekitar Rp. 14.000; - Rp. 17.000; di tingkat petani. Pada tingkat harga ini, petani cukup diuntungkan karena terdapat selisih biaya yang cukup antara ongkos produksi dan harga jual. Namun adakalanya harga cabai anjlok hingga mencapai Rp. 4000; - Rp. 6000; per kg di tingkat petani. Hal ini menyebabkan ada sebagian petani yang enggan untuk memanen cabainya karena biaya panen lebih mahal dari harga jual cabe. Untuk menekan kerugian petani mencoba berinovasi dengan membuat abon cabe. Harga abon cabe bisa mencapai Rp. 200.000; / kg. Padahal cara produksi dan bahan – bahan yang dibutuhkan cukup sederhana dan mudah. Bahan – bahan yang dibutuhkan adalah 300 gram cabe kering yang telah dijemur sekitar 4 – 7 hari, 10 siung bawang putih, 5 siung bawang merah, 1 sdm ketumbar, 1 sdm gula pasir, garam sesuai selera dan 1 sdm minyak goreng.Cara membuatnya membutuhkan bantuan blender / food processor. Cabai yang sudah dicuci dikukus selama 10-15 menit, selanjutnya dijemur sampai kering. Cabai kering ini mempunyai daya simpan sampai 1 tahun dalam wadah kedap udara. Blender cabe kering, sisihkan. Haluskan semua bumbu kemudian tumis dengan sedikit minyak, masukkan cabe bubuknya. Aduk rata sampai tidak berminyak lagi. Angkat dan dinginkan. Untuk variasi rasa, produk abon cabe original bisa ditambahkan ebi / teri. Bahan tambahan lainnya bisa dimasukkan saat proses memblender tetapi harus digoreng dulu sampai kering dan didinginkan agar abon awet lama. Setelah benar – benar dingin abon cabe disimpan di wadah yang tertutup rapat agar bertahan sampai 1 tahun.Begitu mudahnya membuat diversifikasi olahan pangan tetapi tidak menghilangkan rasa aslinya serta memberikan nilai tambah bagi pendapatan keluarga,dimana petani mau berinovasi maka petani itu akan bias kelaur dari permasalahanya sendiriOleh: Ardiyanti Nuswantari, SP. PP PertamaBPP Kecamatan Purworejo DINPPKP Kab.Purworejo