Tanaman Terong yang mempunyai nama latin Solanum melongena merupakan jenis tanaman holtikultura yang memiliki banyak manfaat. Terong selain untuk sayur juga bermanfaat untuk obat seperti wasir, mencegah kanker, mengendalikan kadar kolesterol dan manfaat kesehatan lainnya. Namun sebagai tanaman sayuran,terong juga rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Salah satu penyakit yang dapat ditemui pada tanaman terong adalah busuk buah dan busuk batang. Busuk buah pada terong disebabkan jamur dan Phytophthora sp., Phomopsis vexans dan Phytium sp. Gejala serangannya yaitu adanya bercak-bercak cokelat kebasahan pada buah sehingga buah bususk pada buah terong. Ada beberapa cara pengendalian hama dan penyakit. Pertama, menggunakan pestisida alami. Kedua, Menanam varietas yang tahan terhadap penyakit busuk buah. Ketiga, mengambil dan memusnahkan buah yang sudah terinfeksi sehingga tidak menyebar ke tanaman sehat. Keempat, kalau serangan berat sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan seperti fungisida dithane, antracol,cozeb, atau Bion M. Pada gejala serangan penyakit busuk batang juga hampir sama, jamur penyebabnya adalah Phytophtora sp. Gejala serangannya yaitu pada pangkal batang tanaman terong terlihat membusuk dan terdapat bercak kecokelatan, sehingga menyebabkan tanaman menjadi layu, rebah kemudian mati. Pengendaliannya juga sama dengan gejala busuk buah, namun ada beberapa hal yang perlu di tambahkan. Pertama, mengatur jarak tanamnya agar area tanam tidak terlalu lembab. Kedua, mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang agar tidak menyebarkan ke tanaman yang sehat. Ketiga, Jika serangan sudah termasuk berat maka alternative penyemprotan fungisida juga dapat dilakukan seperti penanganan pada serangan buah busuk. Perlu di waspadai, jamur sangat mudah berkembang pada kondisi yang lembab, sehingga serangan penyakit busuk buah maupun busuk batang sangat rawan terjadi pada musim penghujan. Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit pada tanaman terong harus secara intensif diperhatikan sekaligus dilakukan petani. Sumber : 11 Feb 2019, Sinartani.com Nama : Nurkarlina Rakib