Loading...

Alternasi Basah Kering – Pengairan Berselang (Intermitten)

Alternasi Basah Kering – Pengairan Berselang (Intermitten)
Pada prinsipnya tanaman padi sawah tidak memerlukan genangan air pada seluruh fase pertumbuhannya. Penggenangan air secara kontiyu mempunyai dampak yang merugikan baik pada tanah, tanaman dan lingkungan baik mikro maupun makro. Meurunnya produktivitas air disebabkan berkurannya hasil gabah, selain konsumsi air total yang tinggi.. Adalah salah satu metode pengairan berselang yang dapat diukur secara praktis adalah pengairan basah-kering/Alternate Wetting and Drying (AWD, pengaturan air di lahan pada kondisi tergenang dan kering secara bergantian Tujuan dilaksanakannya pengelolaan air system intermitten ini adalah :1. Menghemat air irigasi sehingga areal yang dapat diairi menjadi lebih luas2. Memberi kesempatan pada akar tanaman untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam3. Mencegah timbulnya keracunan besi4. Mengurangi kerebahan5. Menyeragamkan pemasakan gabah dan mempercepat waktu panen6. Memudahkan pengendalian hama keong mas, mengurangi penyebaran hama wereng coklat dan penggerek batang, dan mengurangi kerusakan tanaman padi oleh serangan hama tikus. Cara Pengelolaan Air1. Lakukan pergiliran air, selang 3 hari, tinggi genagan pada hari pertama diairi 3 cm dan selama 2 hari berikutnya tidak ada penambahan air, lahan sawah diairi lagi pada hari ke-42. Pada Fase pembentukan malai sampai pengisian biji, petakan sawah digenagi terus3. Sekitar 10 – 15 hari sebelum panen, petakan sawah dikeringkan.4. AWD dipraktekkan mulai tanam sampai satu minggu sebelum tanaman berbunga. Sawah baru diairi apabila kedalaman muka air tanah mencapai + 15 cm, diukur dari permukaan tanah. Hal ini dapat diketahui dengan bantuan alat sederhana dari paralon belubang yang dibenamkan ke dalam tanah. KEUNGGLAN ITERMITTEN1. Penghematan konsumsi air2. Tanaman lebih tahan rebah 3. Memberi kesempatan akar untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam 4. Mencegah penimbunan H2S dan asam organik yang dapat menghambat perkembangan akar 5. Mengaktifkan jasad renik mikroba karena temperatur tanah meningkat 6. Pengairan berselang atau intermitten efektif mengurangi emisi gas metan berkisar 17 - 66% daripada pengairan terus menerus karena metoda ini dapat memutus daur hidup bakteri methanogen (Baskoro, 2011)7. Menghambat perkembangan hama (penggerek batang, wereng coklat, keong mas), dan penyakit (busuk batang dan busuk pelepah daun)8. Dapat menekan keracunan tanaman akibat akumulasi besi (Fe) dalam tanah. (Dari berbagai sumber)