Analisa Usaha Tani Padi penting dilakukan agar petani mengetahui berapa keuntungan yang diperoleh setiap musim tanam padi, sehingga dapat dapat diprediksi hal apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan produksi dan sarana apa yang bisa dihemat atau dikurangi sehingga diperoleh keuntungan usaha tani yang maksimal.Berikut contoh Analisa usaha tani padi. 1. Analisa biaya dan pendapatan usahatani padi dengan pendekatan nominal No Uraian Sat Banyak Harga Satuan (Rp) Jumlah(Rp)I Pengeluaran 1 Biaya tetap Sewa lahan Musim 1 8.500.000 8.500.000 Pajak Musim 1 50.000 50.000 Urunan Desa Musim 1 200.000 200.000 Pengairan Musim 1 66.000 66.000 Jumlah 8.816.0002 Biaya Variabel a.Sarana Produksi Traktor unit 1 630.000 630.000 Benih Kg 20 7.000 140.000 Pupuk urea Kg 100 1.600 160.000 Pupuk TS Kg 100 2.100 210.000 Pupuk NPK Kg 300 2.400 720.000 Pestisida Kg 1 1.000.000 1.000.000 Jumlah 2.860.000 b.Upah tenaga kerja Namping mopok Kali 1 420.000 420.000 Peralatan lahan Orang 3 50.000 150.000 Pembabadan galengan Orang 2 50.000 100.000 Pembuatan persemaian Orang 2 50.000 100.000 Penebaran benih Orang 1 50.000 50.000 Penanaman Orang 1 630.000 630.000 Penyiangan Orang 2 50.000 100.000 Pemupukan Orang 3 50.000 150.000 Penyemprotan Kali 4 50.000 200.000 Penyulaman Orang 1 50.000 50.000 Panen Kali 1 3.500.000 Jumlah 5.450.000 C.Zakat 10 % 1.933.140 Jumlah Total Pengeluaran 19.159.140II Pemasukan Hasil Panen Kg 6.561 3.300 21.651.300III Analisis Rp ( % ) Pengeluaran 19.159.140 88.03 Pemasukan 21.651.300 Keuntungan 2.592.160 11.97 2. Analisa biaya dan pendapatan usahatani padi dengan pendekatan nominal I. Input Satuan Biaya (RP)A. Tenaga Kerja 1. Pengo Tanah 1 ha x 900.000 900.000,-2. Penanaman & Pemupukan 1 hari x 20 org x 20.000 = 400.000,-3. Menyiang 10 hari x 1 org x 30.000 300.000,-4. Pengairan 1 ha 300.000,-5. Panen 1 ha 400.000,-6. Pengangkutan 9 ton 350.000,-7. Menebar benih 20 kg 500.000,-8. Penjemuran 9 ton 500.000,-Jumlah (A) 3.650.000,- I. Input Satuan Biaya (RP)B. Saprodi 1. Benih 20 kg x 1 ha xRp.25.000 500.000,-2. Pupuk -urea 350 kg x 1 ha x Rp.1500 525.000,- -SP.36 100 kg x 1ha x Rp. 2000 200.000,- -KCL 100 kg x 1 ha x Rp. 1500 150.000,-Jumlah (B) 1.375.000,-C. LAIN-LAIN 1. Penyusutan siklus 100.0002. Biaya Pajak/retribusi sikus 400.000,- Jumlah (C) 500.000,-Total Biaya = A + B + C 3.650.000 + 1.375.000 + 500.000 = 5.525.000 II. Keluaran (Output) 1. Total Produksi 9.000 kg 2. Harga padi tk petani 1. 300 / kg 3. Nilai Total Produksi (NTP) = 1 x 2 Rp. 11.700.000 Pendapatan = NTP- total Biaya = Rp. 11.700.000 – Rp 5.525.000= Rp. 6.175.000,- Dari contoh tersebut diatas dapat dilihat bahwa pendapatan petani untuk satu musim tanam padi adalah sebesar Rp. 6. 175.000,- 1. Pendekatan nilai uang waktu (time value of money)Pendekatan nominal sangat sederhana dan mudah, tetapi mengandung kelemahan. Jika pada kenyataannya petani memanfaatkan modal luar berupa kredit atau pinjaman yang atas pinjaman tersebut pasti dikenakan bunga. Untuk mengatasi masalah tersebut, dapat digunakan pendekatan yang memperhatikan nilai waktu uang (time value of money ). Untuk menghitung nilai waktu uang digunakan rumus sebegai berikut :FV = PV (1+i)nDimana :FV = Nilai uang di masa datang (future value)PV = nilai uang sekarang (present value)i = Tingkat bungan = Jangka waktu pengembalian Contoh:Jika dalam usahatani padi tersebut diatas (tabel 2) , petani menggunkan pinjaman modal kerja sebesar Rp. 5.525.000,- dengan bunga pinjaman sebesar 2 % per bulan. Siklus tanaman 4 bulan, maka nilai modal yang harus dikembalikan pada bulan keempat adalah sebesar :FV = PV (1+i)n = Rp. 5.525.000 (1+0.02)4 = Rp. 5.525.000 ( 1.02 )4 = Rp. 5.525.000 x 1.0284 = Rp 5.980.000,-Maka keuntungan petani = Rp 11.700.000 – Rp 5.980.000 = Rp 5.720.000 Kelayakan UsahaDalam melakukan evalusi kelayakan usaha, semua faktor produksi diperhitungkan sebagai biaya, demikian pula dengan pendapan. Terdapat beberapa indicator kelayakan usahatani padi antara lain adalah :1. Analisis Benefit Cost Rasio (B/C ratio) Benefit Cost Ratio (B/C) adalah perbandingan antara benefit atau keuntungan usahatani dengan keseluruhan biaya yang dikeluakan untuk menghasilkan produk. Usahatani dikatakan layak jika B/C > 1. contoh : Berdasarkan perhitungan pada tabel 2 diatas diperoleh data sebagai berikut : Pendapatan = Rp 6.175.000,- , Total biaya = Rp.5.525.000,- Berdasarkan hasil peritungan tersebut diatas,maka usahatani padi layak untuk dikembangkan 2. Analisis Tititk Pulang Pokok ( Break Event Point)Analisis BEP meliputi BEP produksi dan BEP harga .a. BEP Produksi Untuk menghitung BEP penerimaan digunakan rumus sebagai berikut : Contoh : Anaisis usahatani padi pada tabel 2 diperoleh data sebagai berikut :Biaya Tetap = Rp.500.000,-Biaya Variabel = Rp. 5.025.000,-Harga = Rp.1300/kgRata-rata biaya variabel = Biaya variabel/produksi = Rp 5.025.00/9000 = Rp. 558,33/kg b. BEP Harga Untuk menghitung BEP harga digunakan rumus sebagai berikut : Contoh : Anaisis usahatani padi pada tabel 2 diperoleh data sebagai berikut :Total Biaya = Rp.5.525.000,-Produksi = 9000 kg Rangkuman1. Fungsi biaya menggambarkan hubungan antara biaya usahatani dengan tingkat produksi2. Untuk menghitung biaya dan pendapatan usahatani dapat digunakan 2 (dua) macam cara yaitu : 1) pendekatan nominal dan 2) pendkatan nilai waktu uang.3. Dalam melakukan evalusi kelayakan usaha, semua faktor produksi diperhitungkan sebagai biaya, demikian pula dengan pendapan. Terdapat beberapa indickator kelayakan usahatani padi antara lain adalah : B/C ratio dan BEP (Admin/Marno/kecamatan Suoh/kabupaten Lampung Barat) *) Penyuluh Pertanian Lapangan/BPP Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat Penulis : Marno, S.P