Loading...

ANALISA USAHA TANI PENGGEMUKAN SAPI YANG DILAKUKAN OLEH PETANI MILENIAL DI KELOMPOK TANI MERTA SARI DESA MALONAS KECAMATAN DAMPELAS KABUPATEN DONGGALA

ANALISA USAHA TANI PENGGEMUKAN SAPI YANG DILAKUKAN OLEH PETANI MILENIAL  DI KELOMPOK TANI MERTA SARI  DESA MALONAS KECAMATAN DAMPELAS KABUPATEN DONGGALA
Petani millenial adalah pemuda tani yang menggeluti usahatani, baik di sector tanaman pangan, hortikultura ,perkebunan, maupun peternakan yang umur nya antar 19 tahun hingga 39 tahun atau yang adaptif dengan digital. Penggemukan sapi yang dilakukan oleh petani milenial di Kelompoktani Merta Sari Desa Malonas Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala, merupakan usahatani pilihan mereka.Karena usaha penggemukan sapi bali tersebut menurut mereka usaha yang tidak banyak menyita waktu. Bahkan usaha tersebut masih bias dilakukan sambil sekolah di SMP atau SMU. Karena usaha penggemukan sapi yang dilkukan oleh petani milenial tersebut adalah secara kemitraan, maka pola kemitraannya adalah sebagai berikut : Bibit /bakalan diadakan oleh pemilik modal Kandang oleh petani Pakan berupa hijauan dan konsentrat oleh petani Pengendalian penyaki toleh pemilik modal Pembagian keuntungan adalah 60 % petani milenial, dan 40 % pemilik modal Keuntungan adalah total penjualan sapi dikurangi total pengeluaran pemilik modal Dari hasil penggemukan sapi yang telah dilakukan oleh petani milenial dapat diperoleh analisa usahatani .Unsur yang di analisa antara lain : Input ( pengeluaran ), Output ( pemasukan ), Labarugi, B/C Ratio. Dibawah ini adalah analisa usaha penggemukan sapi Bali sebanyak 10 ekorse lama 8 bulan yang telah dilakukan oleh petani milenial kemitraan dengan pemilik modal : No Uraian Pengeluaran / Input ( Rp.000 ) Pemasukan /output ( Rp.000 ) Jumlah ( Rp ) Pemodal petani Jumlah I Pengeluaran / Input A.SaranaProduksi -Bibit /Bakalan 10 ekor @Rp. 6.000.000,- 60.000. -Pengobatan parasite 10 ekr@ Rp.100.000 -Total pengeluaranolehPemilik Modal 1.000 61.000 -PembelianDedak = 10 ekr x 240 hr x 3kg x Rp.1500 10.800 B. TenagaKerja -Pengambilanrumput = (240 hr X 2 jam) : 8 jam x Rp.70.000 4.200 -Pembersihankandang&memandikan= (240 hr x 1 jam)/ 8jam x Rp. 70.000 Total BiayaTenagaKerja 2.100 6.300 Total Input 61.000 17.100 68.100 II Pemasukan /output -Penjualansapi 10 ekor rata-rata @Rp.12.000.000 120.000 III Laba / Rugi ( Total Output- Total input Pemodal ) + 59.000 IV B/C Ratio 1,8 V Pembagiankeuntunganuntukpemodal( 40% x Rp. 59.000.000 ) 23.600 Keuntunganuntukpetani( 60% x Rp.59.000.000 ) 35.400 VI Pendapatanpetani = keuntunganpetani+ Total BiayaTenagakerja = Rp. 35.400.000 + Rp. 6.300.000 41.700 VII PendapatanBersihPetani = VI – PembelianDedak =Rp.41.700.000 – Rp.10.800.000 30.900 VIII PendapatanPetani per bulannya =VII/8 = Rp.30.900.000 / 8 bulan 3.862,5 Kesimpulan dari analisa usahatani penggemukan sapi bali oleh Petani Milenial adalah : Petani Milenial sudah bias membuka lapangan kerja secara mandiri Petani Milenial bekerja pada perusahaannya sendiri atau tidak perlu meninggalkan kampong halamannya menuju kota (urbanisasi ). Petani Milenial masih bias tetap tinggal di kampong halamannya, dan membangun kampong Petani Milenial mempunyai pendapatan per bulannya bias mencapai Rp.3.862.500,-, walaupun pendapatan tersebut tidak bias diterima langsung setiap bulannya, tetapi diterima setelah terjadi penjualan sapi setelah dipelihara kurang lebih 8 bulan. Sumber data :Catatan usaha petanimilenial Penulis : Sunardi, SPt (PP. Madya pada DISBUNNAK Prov. Sulteng)