Loading...

ANEKA UMBI SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG TERIGU

ANEKA UMBI SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG TERIGU
Di Indonesia sebagian besar olahan pangannya berbahan dasar atau bahan campurannya dari tepung terigu seperti olahan kue, mie, atau pasta. Padahal bahan baku terigu adalah gandum yang merupakan bahan impor. Hal ini bisa menjadi masalah tersendiri jika Indonesia tidak dapat lagi mengimpor gandum. Kelebihan dari terigu ada pada kandungan glutennya yang membuat terigu mudah sekali diaplikasikan sebagai bahan pencampur makanan apapun. Gluten bersifat lengket, mengikat air, dan kedap udara, membuat adonan kenyal dan dapat mengembang. Karena itu, pembuatan mie dan roti harus menggunakan tepung terigu. Terigu juga memiliki indeks glikemik yang tinggi yang bisa dengan cepat menaikkan gula darah dalam tubuh. Gluten yang lengket ini lambat sekali dicerna di dalam tubuh. Gluten membutuhkan 6 jam untuk bisa dicerna dalam tubuh bahkan sampai 3 hari, tergantung seberapa banyak asupan terigu ke dalam tubuh. Masalahnya enzim pencernaan bekerja paling lama 4 jam saja. Karena itu gluten pun tidak dapat tercerna dengan sempurna. Akibatnya membusuk dan menghambat jalannya saluran pencernaan untuk melakukan penyerapan nutrisi dan pembuangan zat-zat sisa. Proses pencernaan tidak lancar dapat memicu berbagai penyakit seperti kanker usus besar, sembelit dan sebagainya. Efek buruk gluten semakin tampak pada orang-orang yang punya toleransi rendah terhadap gluten, yaitu penderita celiac desease, beberapa anak dengan autis, atau orang dengan alergi gluten. Kebanyakan orang mengolah umbi-umbian hanya untuk dijadikan keripik atau olahan lainnya yang tidak begitu popular. Padahal umbi-umbian mengandung zat gizi yang baik untuk tubuh manusia dan dapat dimanfaatkan untuk membuat olahan pangan yang berbahan baku non tepung terigu atau di substitusi dengan tepung terigu yang disebut bahan baku bebas gluten atau gluten free. Ubi jalar mengandung magnesium yang dapat menjadikan tubuh kamu rileks dan mencegah stress, juga bermanfaat untuk otot, tulang dan jantung. Ubi juga kaya akan vitamin D yang penting dalam menjaga system daya tahan tubuh, mengandung zat besi yang bagus untuk produksi sel darah merah, sumber vitamin C, mengandung karoten, kaya akan serat, serta mengandung Vitamin B6. Kita bisa mengolah ubi menjadi pasta ubi dengan cara mengukusnya dan menghaluskannya, atau mengeringkannya dan digiling menjadi tepung ubi. Pasta ubi dan tepung ubi tersebut bisa kita manfaatkan sebagai pengganti tepung terigu untuk membuat aneka kue, mie bahkan es krim. Singkong bisa diubah menjadi tepung yang disebut tepung mocaf, yang merupakan tepung hasil olahan singkong yang diproses melalui fermentasi. Tepung mocaf dapat dijadikan alternatif pengganti terigu hingga 100%. Kandungan karbohidrat pada mocaf sama tingginya dengan tepung terigu tetapi tidak mengandung cukup protein. Umbi garut memiliki kadar karbohidrat yang tinggi dan kadar proteinnya relative rendah dibandingkan tepung beras atau tepung jagung, tetapi setara dengan protein sagu, tepung singkong, tepung kentang, maizena, dan tapioca. Dalam industri makanan pati garut dimanfaatkan sebagai bahan baku jenang, kue dadar, kue semprit, roti, biscuit, cendol, pudding, keripik, glukosa cair, serta makanan bayi. Tepung garut dapat di substitusi dengan terigu sebanyak 10-20 % untuk pembuatan roti, sedangkan untuk pembuatan mie dapat menstubtitusi tepung terigu hingga 15-20 %. Hal ini dimaksudkan untuk mengatasi kandungan protein rendah pada umbi garut. Talas mengandung karbohidrat yang cukup tinggi walaupun tidak sebesar singkong, beras, maupun gandum. Komponen terbesar karbohidrat talas adalah pati amilosa dan amilopektin. Tingginya kadar amilopektin menyebabkan talas bersifat pulen dan lengket seperti ketan. Keunggulan lain dari pati talas adalah mudah dicerna, dan memiliki kadar protein yang lebih baik. Talas bisa di manfaatkan untuk pembuatan mie atau kue. Untuk membuat mie kita bisa mencampur pasta talas dengan tepung terigu, dan mencampurkan tepung terigu dengan tepung talas untuk membuat kue. Itulah sebagian pemanfaatan dari umbi-umbian yang ada disekitar kita, walaupun kita tidak dapat menghilangkan secara keseluruhan dari penggunaan tepung terigu namun setidaknya kita bisa mengurangi penggunaan tepung terigu dengan cara mencampurkannya dengan bahan lainnya. Penulis : Nopitasari Jabatan : Penyuluh Pertanian BPP X Wilayah Gunung Putri Sumber :https://www.kompasiana.com/mariahardayantohtpps://www.rumahmesin.com/tepung-singkong/http://catatan-rie.blogspot.com