Loading...

Antisipasi Perubahan Iklim dengan PPDPI di Desa Semawung Kec. Purworejo

Antisipasi Perubahan Iklim dengan PPDPI di Desa Semawung Kec. Purworejo
Perubahan iklim yang berdampak meningkatnya resiko kekeringan di desa Semawung kecamatan Purworejo menuntut petani untuk merubah pola pikirnya dalam upaya mengantisipasi dampak perubahan iklim dan untuk tetap dapat berusaha tani. Karenanya, BPTPH Jawa Tengah melalui Laboratorium PHP Temanggung mengadakan paket kegiatan Penerapan Penanganan Dampak Perubahan Iklim (PPDPI) sejak memasuki Musim Tanam II pada bulan Mei 2019. Paket kegiatan ini terdiri dari bantuan pertemuan yang dipandu oleh petugas POPT dan PPL wilayah Semawung, serta paket bantuan pembiayaan pembuatan sumur pantek di 5 titik lahan. Dalam kegiatan PPDPI tersebut, demplot Penanganan Dampak Perubahan Iklim dilakukan untuk memberikan contoh dan memotivasi petani untuk menerapkan upaya mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim (kekeringan) di lahan usahataninya, serta meminimalkan resiko kehilangan hasil akibat dampak perubahan iklim (kekeringan). Kamis, 17 Oktober 2019, dalam kegiatan pertemuan Rencana Tindak Lanjut PPDPI Kelompok Tani Ngudi Laras desa Semawung merumuskan perencanaan pola tanam pada musim tanam tahun 2020 dengan mempercepat jadwal tanam padi pada daerah yang terjangkau irigasi atau menanam komoditas yang butuh sedikit air antara lain jagung dan kacang tanah. Melakukan upaya memperpendek jeda antara musim tanam I ke musim tanam II dengan penjadwalan traktor maupun mengganti varietas padi umur pendek atau varietas padi yang tahan cekaman kekeringan. Selain itu, untuk lokasi lahan disekitar paket sumur pantek dapat diupayakan untuk menanam komoditas sayuran yang hanya butuh sedikit air, antara lain ketimun, kecipir maupun kacang panjang. Kegiatan Penerapan Penanganan Dampak Perubahan Iklim merupakan suatu metode percontohan penerapan penanganan dampak perubahan iklim pada suatu hamparan lahan pertanian yang bertujuan untuk mengelola pertanaman padi sehingga aman dari kerusakan terhadap kekeringan maupun banjir. Daniar Triwulandari (BPTPH )menyampaikan, kegiatan PPDPI ini sangat bermanfaat tidak hanya pada musim kemarau tetapi juga pada musim hujan. Hasil dari pelaksanaan PPDPI memperlihatkan bahwa petani sangat apresiasi terhadap kegiatan ini. PPDPI merupakan pemberdayaan petani dalam pengamatan areal pertanaman padi dari dampak perubahan iklim melalui penerapan teknologi adaptif di lahan usaha taninya terutama pada daerah rawan kekeringan, sehingga mengurangi resiko kehilangan hasil akibat kekeringan. Kegiatan ini memanfaatkan teknologi sederhana yang diterapkan oleh kelompok tani Ngudi Laras sesuai dengan kriteria dan spesifikasi lahannya. Berkat kegiatan PPDPI, petani Ngudi Laras Semawung kini sudah dapat menerapkan pengetahuan yang berkaitan dengan iklim dan cuaca (skala sederhana) dalam melaksanakan budidaya pertaniannya serta melakukan upaya adaptasi terhadap perubahan iklim, dan secara komprehensif digabungkan dengan varietas tahan cekaman kekeringan, penggunaan unsur pembenah tanah, agensi hayati dan pemanfaatan refugia. Kedepannya diharapkan tidak ada lagi keluhan petani yang tidak bisa panen karena puso akibat kekeringan. Oleh : Dwiati Ratnasari, S.TP PP Pertama DINPPKP Kab.Purworejo