Loading...

ANTISIPASI POTONG LEHER (neck blast) PADA TANAMAN PADI

ANTISIPASI POTONG LEHER (neck blast) PADA TANAMAN PADI
Mengenal Penyebab Penyakit Potong Leher Penyakit potong leher yang bisa disebut oleh petani disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae. Penyakit ini tidak tiba tiba muncul di lahan sawah petani tapi di awali dengan munculnya bercak bercak coklat menyerupai belah ketupat pada stadium vegetative atau masa anakan padi yang disebut dengan blas daun. Pada stadium generatif masa bunting dan pengisian buah selain menginfeksi daun juga menginfeksi leher malai disebut blas leher (neck blast ) atau sering disebut potong leher. Jika sudah menyerang pada fase ini, malai padi menjadi hampa dan menyebakan kerugian pada petani. Gejala penyakit awal penyakit potong leher Gejala pada daun berupa bercak-bercak berbentuk seperti belah ketupat dengan ujung runcing. Pusat bercak berwarna kelabu atau keputih-putihan dan biasanya memmpunyai tepi coklat atau coklat kemerahan. Gejala penyakit blas yang khas adalah busuknya ujung tangkai malai yang disebut busuk leher (neck rot). Tangkai malai yang busuk mudah patah dan menyebabkan gabah hampa. Pada gabah yang sakit terdapat bercak-bercak kecil yang bulat. Penularan Penyakit Penularan penyakit terutama terjadi melalui : Konidia (benih penyakit) yang terbawa angin. Konidia dibentuk dan dilepas waktu malam, meskipun serimg terjadi siang hari sehabis turun hujan. Bibit penyakit yang terbawa oleh peralatan pertanian yang sudah terkena penyakit bals ataupun petani itu sendiri yang membawa bibit penyakit yang menempel pada pakaian yang digunakan dapat menginfeksi tanaman lainnya. Langkah Langkah Pencegahan Potong Leher Pada Saat Pembenihan Pengendalian penyakit blas lebih efektif apabila dilakukan sedini ungkin yaitu sejak apda saat pembenihan. Perlakukan benih dapat dilakukan dengan cara perendaman benih dalam larutan fungisida selama 24 jam (sehari-semalam) dan selama periode ini larutan diaduk setiap 6 jam. Lalu benih yang telah di rendam di tiriskan dan diperam seperti bisa sebelum di semai. Beberapa fungisida yang bisa digunakan untuk perendaman benih : Nama Bahan Aktif Nama Dagang Dosisi Bynomyl-T Benlate 5 gram/ kg benih Benomil Masalgin 10 grm / 10 kg benih Thiophanate methyl Topsin 2 ml / kg benih Pemupukan dan Jarak Tanam Untuk lahan sawah yang sering terserang potong leher maka disarankan untuk melakukan pemupukan berimbang dengan dosis Urea 200 Kg/ Ha dan NPK 300 kg/ Ha. Serta diupayakan mengunakan jarak tanam yang teratur atau jajar legowo 2:1 atau 4:1 sehingga tingkat kelembaban bisa dikurangi. Pada Saat Padi Beranak/Fase Vegetatif Efektifitas fungsisida melaluai perlakuan benih hanya bertahan 6 minggu dan selanjutnya diperlukan penyemrotan tanaman. Dan pengaturan air dengan system basah dan kering berselang seling sesuai kebutuhan tanaman. Jangan sampai tanaman terendam terus menerus. Waktu penyemrotan : Umur tanaman 15 Hari Setelah Pindah Tanam dengan mengunakan fungisida sistemik dengan dosisi 2-3 ml/ liter air. Umur tanman 45 Hari Setelah Pindah Tanam dengan mengunakan fungisida sistemik dengan dosisi 2-3 ml/ liter air. Selain itu perlu juga dilakukan pengamatan secara berkala di lokasi penanaman sehingga dapat di lakukan tindakan segera.Penngamatan dilakukan di pinggir pematang dan di dalam lahan pertanaman untuk mengetahui ada atau tidaknya serangan penyakit. Pada Saat Padi Bunting / Fase Generatif Pada saat padi menjelang bunting adalah kondisi padi yang sangat disukai oleh hama maupun penyakit. Padi akan lebih rentan atau mudah terserang hama oleh karena itu pada umur 60-65 HST dilakukan penyemrotan dengan fungsida sistemik yang berfungsi untuk mencegah terjadinya potong leher. Beberapa jenis fungsida yang dapat di gunakan dalam penyemrotan fase vegerattif dan generative adalah : Nama Bahan Aktif Nama Dagang Dosisi Bynomyl Benlate WP 20 grm/14 Liter air Benomil Masalgin 20 grm/ 14 liter air Thiophanate methyl Topsin 30 ml/ 14 liter air Isoprotioplane Kamikaze 30 ml./ 14 liter air Sumber materi : Kumpulan leaflet Hasil Pengkajian BPTP NTB thn 2015 https://babel.litbang.pertanian.go.id/index.php/sdm-2/15-info-teknologi/379-strategi-pengendalian-penyakit-blas-pada-tanaman-padi. Dokuemntasi : Internet dan pribadi