Loading...

Aplikasi Pertanian Organik bagi Rumah Tangga (RT)

Aplikasi Pertanian Organik bagi Rumah Tangga (RT)
Kecenderungan pertainan saat ini adalah dengan mengupayakan segala cara guna menghasilkan output sebesar-besarnya. Sayangnya upaya yang dilakukan petani masih belum didasari akan pentingnya memelihara lingkungan guna usahatani yang berkelanjutan. Pertainan selepas pertanian tradisional, atau kita sebut saja pertanian modern dengan intensifikasi pertaniannya memang telah berhasil membawa petani mendapatkan hasil yang optimal. Tetapi di luar hasil yang didapatkan tersebut, ternyata ada dampak buruk yang ditinggalkan.Peninggalan pertanian modern tersebut adalah petani mulai terlena dan mulai “dimanjakan”. Petani yang mulai terdadah teknologi, mulai menggunakan produk inovasi yang diperkenalkan tanpa memikirkan dampak dari penggunaan teknologi tersebut secara terus menerus. Dari penggunaan mesin yang menghasilkan emisi, penggunaan pupuk sintesis yang memang dapat meningkatkan produktifitas, tetapi merusak hara tanah, sampai penggunaan obat pembasmi hama yang juga membasmi organisme predator. Penerapan teknik budidaya tersebut mulai memperlihatkan dampak yang mengkhawatirkan. Lahan pertanian yang dulunya produktif mulai kehilangan kemampuannya untuk menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, banyak sumber air yang tercemari bahan kimia residu produk-produk yang digunakan, mulai banyak bemunculan penyakit-penyakit baru yang belum pernah ada sebelumnya. Dampak-dampak negatif yang ditimbulkan oleh pertanian konvensional ini semakin menyadarkan masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi makanan sehat. Makanan sehat atau makanan yang terbebas dari residu zat kimia berbahaya dapat kita peroleh dengan mengkonsumsi produk-produk hasil pertanian organik. Akan tetapi karena maraknya permintaan produk organik, saat ini semakin banyak produsen nakal yang mengklaim produk mereka 100% organik, padahal pada kenyataannya produk tersebut diproduksi tidak melalui teknik budidaya atau produksi yang benar-benar organik. Oleh karena itu, diperlukan kontrol terhadap asupan produk yang dikonsumsi oleh keluarga kita. Bentuk kontrol terbaik di tingkat rumah tangga adalah dengan cara memproduksi sendiri produk pertanian di rumah kita. Hal ini dimungkinkan dengan cara mengaplikasikan Sistem Pertanian Organik Skala Rumah Tangga. Karena dengan pertanian organik yang diterapkan di skala RT, maka produk yang dihasilkan merupakan produk dari, oleh, dan untuk keluarga, sehingga kita mengetahui aman tidaknya produk pertanian yang dikonsumsi keluarga kita. Pertanian organik, merujuk permentan No. 64 tahun 2013 tentang Sistem Pertanian Organik, adalah sistem manajemen produksi yang holistik untuk meningkatkan dan mengembangkan kesehatan agroekosistem, termasuk keragaman hayati, siklus biologi, dan aktivitas biologi tanah. Pertanian organik menekankan penerapan praktek-praktek manajemen yang lebih mengutamakan penggunaan input dari limbah kegiatan budidaya di lahan, dengan mempertimbangkan daya adaptasi terhadap keadaan/kondisi setempat. Jika memungkinkan hal tersebut dapat dicapai dengan penggunaan budaya, metoda biologi dan mekanik, yang tidak menggunakan bahan sintesis untuk memenuhi kebutuhan khusus dalam sistem. Berdasarkan pengertian di atas, maka penerapan pertanian organik di skala RT sangat mungkin dilakukan, yaitu dengan memanfaatkan limbah RT untuk input terhadap budidaya pertanian rumahan. Beberapa input yang dimaksud antara lain, dalam membuat media tanam, kita bisa memanfaatkan limbah sayuran dan daun-daunan untuk membuat pupuk kompos, dicampur dengan tanah dengan perbandingan 1:1, dan untuk tempat menanam bisa kita pakai wadah bekas produk yang kita gunakan (minuman, minyak goreng, ember bekas, paralon bekas, dll.). dan dari segi perawatan tanaman, kita bisa membuat Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan bahan buangan sisa konsumsi, seperti dari sayuran dan buah-buahan. Penerapan pertanian organik di skala rumah tangga sebenarnya merupakan konsep mendasar yang sudah sering diparaktekkan oleh orang tua kita zaman dulu. Dimana segala produk kebutuhan rumah tangga dapat diperoleh di pekarangan sendiri. Di zaman modern ini, dimana kebutuhan akan produk pangan sehat kembali meningkat, maka diharapkan rumah tangga kembali mempraktekkan pertanian organik warisan orang tua kita. Penullis : Widianto, SP Jabatan : Penyuluh Pertanian Pertama BPP CIseeng/ UPT Wilayah VIII