Loading...

ARAH PENGEMBANGAN USAHA TERNAK DOMBA

ARAH PENGEMBANGAN USAHA TERNAK DOMBA
Pengembangan wirausaha ternak domba perlu didukung dengan inovasi dan penerapan teknologi pemulia biakan, reproduksi, pakan, bibit domba unggul, perkandangan, pemanfaatan pupuk organic, dan penanganan pasca panen. Keungulan wirausaha ternak domba relative stabil karena tidak terkena dampak krisis ekonomi dan harga daging tidak turun. Disamping itu, pakan ternak tidak bersaing dengan kebutuhan manusia dan tidak perlu menggunakan komponen impor. Arah pengembangan ternak domba ditempuh melalui peningkatan populasi dan produktivitas, serta pengembangan usaha dan skala ekonomi. Secara taktis, arah pengembangan ternak domba di Indonesia meliputi : Peningkatan Populasi dan Kualitas Domba Langkah ini dapat ditempuh dengan : a) memanfaatkan ternak domba local yang prolific secara optimal, disertai aplikasi inovasi untuk mengurangi kematian ternak, b) mempercepat umur beranak sehingga ternak dapat beranak 3 kali dalam 2 tahun, dengan rata-rata anak sapih >1,5 ekor per induk, c) memanfaatkan bibit unggul disertai perbaikan pakan dan manjemen pemeliharaan, d) mengurangi pemotongan ternak produktif dan waktu penjualan ternak yang tepat, e) mendorong perkembangan usaha pembibitan, f) menambah populasi ternak produktif melalui penyebaran ternak. Peningkatan Produktivitas Domba Peningkatan produktivitas ternak dapat dicapai melalui peningkatan efisiensi produksi induk dan produksi anak. Cara peningkatan produktivitas ternak domba antara lain : a) seleksi calon induk pejantan. Seleksi atau pemilihan calon induk dan pejantan bertujuan untuk menghasilkan anak atau turunan yang baik pada generasi mendatang. Prinsip utama dalam pemilihan calon induk dan pejantan adalah standar ternak yang akan diseleksi perlu disesuaikan dengan permintaan konsumen atau pasar, b) perbaikan kondisi lingkungan. Produkstivitas ternak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Ternak domba beranak banyak (2-3 ekor/induk) perlu diberi pakan yang lebih berkualitas dibandingkan ternak beranak tunggal. Oleh sebab itu, lokasi dengan sumber pakan penguat murah dan mudah didapat sangat sesuai dengan tempat pengembangan ternak domba yang mempunyai sifat beranak banyak. Lokasi dengan sumber pakan menguat sukar didapat dan mahal cocok digunakan sebagai tempat mengembangkan ternak domba beranak tunggal. Selain itu, dapat pula ditempuh usaha meningkatkan daya tumbuh ternak dengan cara perbaikan manajemen pakan. Perkawinan Silang Perkawinan silang merupakan perkawinan antara ternak local dengan ternak dari luar daerah yang strain atau bangsanya berbeda. Misalnya, untuk keperluan local di Sumatera Utara atau Aceh dapat didatangkan domba pejantan dari Garut dalam rangka meningkatkan besar tubuh ternak di daerah tersebut. Selain itu, dapat dipertimbangkan mendatangkan ternak dari luar negeri (introduksi) untuk memperbaiki produksi susu dan daya tumbuh dari ternak local. Daya adaptasi terhadap lingkungan setempat baik dari segi iklim maupun daya tumbuh terhadap penyakit harus diperhatikan. Persilangan antar ternak domba yang mempunyai daya tumbuh secara cepat dikenal sebagai usaha pembentukan ternak komposit. Sebagai contoh adalah domba komposit Garut yang merupakan hasil persilangan antara domba local Garut dengan domba St. Croix (USA) dan Moulton Charolais (Perancis). Pengembangan Usaha dan Skala Ekonomi Arah pengembangan usah meliputi kegiatan usaha hulu dan hilir, seperti pabrik pakan, usaha pembibitan, pengolahan daging dan susu, serta pengolahan kompos. Usaha mendorong pengembangan untuk tujuan eksport melalui industry kulit dan pengembangan usaha hilir melalui industry penyamaklan kulit. Skala usaha ternak domba perlu dipertimbangkan berdasarkan sumberdaya petani. Skala usaha ekonomi saat ini hanya mencapai rataan 3 – 4 ekor dalam satu keluarga. Skala usaha ini sering dianggap sulit diubah untuk mencapai tingkat produksi optimum. Skala ekonomi minimal terdiri atas 8 ekor induk dengan satu ekor pejantan. Induk dapat segera dikawinkan kembali setelah melahirkan. Target utama yang ingin dicapai adalah efisiensi usaha sehingga kelompoktani dapat memasarkan ternak secara teratur dalam selang waktu tertentu. Jika berhasil, pendapatan yang layak dapat diterima secara rutin. Skala ekonomi usaha ternak domba dapat ditingkatkan menjadi 12 ekor induk per peternak. Pada masa mendatang diharapkan terjadi pergeseran skala dan tipe usaha peternakan rakyat ke arah industry peternakan. Prasyarat industrialisasi peternakan, termasuk industry ternak domba secara garis besar mengacu pada trilogy peternakan, yaitu bibit, pakan, dan pengelolaan yang memenuhi tuntutan pasar. Edizal (Pusat Penyuluhan Pertanian) Bacaan : Rahmat Rukmana, Herdi Yudirachman, Wira Usaha Penggemukan Domba dan Perawatan Domba Ketangkasan, Lily Publisher, 2015