Tikus merupakan hama utama dalam budidaya padi di sawah maupun di lingkungan rumah tangga. Ketika tikus menjadi hama utama di sawah, banyak kerusakan yang terjadi pada tanaman padi sehingga akan terjadi kerugian yang besar. Tikus bisa menyerang tanaman padi pada semua tahap perkembangan padi, baik pada saat fase vegetatif maupun generatif. Dengan adanya hama tikus baik di sawah maupun di rumah pembaca dapat segera mengantisipasinya. Dengan cara membuat sendiri ramuan anti tikus yaitu baceman tikus. Dengan membaca artikel ini pembaca diharapkan mau dan mampu membuat baceman sendiri di rumah. Sehingga selain bisa mencegah datangnya tikus secara efektif sekaligus menghemat biaya. Secara umum di Indonesia tercatat ada sekitar 150 jenis tikus. Tikus sawah yang banyak dikenal yaitu Rattus argentiventer dan jenis tikus rumah yaitu R. rattusdiardi. Tikus sawah merupkan hewan omnivora, yang artinya pemakan segala. Apabila makanan berlimpah tikus cenderung memilih makanan yang paling disukai yaitu biji- bijian (padi) yang tersedia di sawah. Namun pada saat bera, tikus sering berada di pemukiman dan mereka menyerang semua tanaman padi mulai saat persemaian sampai panen (Maspary, 2010). Daya adaptasi tikus terhadap lingkungan tinggi. Sehingga mudah tersebar baik di dataran tinggi maupun rendah. Tikus suka menggali lubang untuk berlindung dan berkembang biak. Pada satu musim tanam tikus mampu melahirkan 2-3 kali. Dengan lama bunting 21 hari .Jumlah anak tikus beragam antara 6- 18 ekor, dengan rata- rata 10,8 ekorp ada musim kemarau dan 10,7 pada musim hujan, untuk peranakan pertama. Peranakan ke 2- 6 adalah 6- 8 ekor dengan rata- rata 7 ekor. Peranakan ke 7 dan seterusnya jumlah anak mulai menurun 2-6 ekor dengan rata- rata 4 ekor. Jarak antar peranakan adalah 30-50 hari dalam kondisi normal (Maspary,2010). Berdasarkan hasil penelitian di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi bahwa pengendalian tikus yang direkomendasikan adalah terpadu. Pengendaliannya didasarkan pada ekologi tikus, dilakukan secara dini, intensif dan berkelanjutan. Serta menggunakan teknologi pengendalian tikus yang sesuai dan tepat waktu. Salah satu upaya pengendalian tikus di sawah maupun dirumah bisa dilakukan sendiri dengan cara mudah dan murah yaitu dengan membuat baceman tikus. Alat dan bahan yang harus disediakan sebagai berikut. Alatnya berupa toples ukuran 1 liter dan isolasi besar. Sedangkan bahannya yaitu sediakan tikus mati yang tidak diracun 1 ekor, air kelapa segar 0,75ltr, gula merah yang sudah disisir 0.5 kg, biang mol atau EM4 100 ml. Cara pembuatannya yaitu campur semua bahan yang tersedia ke dalam toples, kemudian tutup rapat toples tersebut dan dibalut dengan isolasi pada tutup toples tersebut. Biarkan toples tersebut untuk fermentasi anaerob selama 15 hari. Setelah 15 hari jadilah baceman tikus dan saat itu bisa diaplikasikan. Cara pengaplikasiannya atau penggunaannya setelah difermentasi 15 hari yaitu ada dua cara. Cara pertama, apabila digunakan dilahan atau sawah maka gunakan perbandingan 1:30. Yang artinya setiap satu kali ukuran baceman maka dicampur lagi dengan air biasa sebanyak 30 kalinya. Jadi akan lebih encer dan lebih banyak. Lalu disemprotkan atau disiramkan kesawah yang mengalami serangan tikus. Siramkan pada bagian batang bawah padi secara merata pada semua tanaman padi. Lakukan penyiraman ini secara serempak dalam satu kawasan. Karena apabila tidak bersamaan maka tikus akan menyerang tanaman padi lain yang tidak disemprot. Cara kedua yaitu apabila baceman tikus ini digunakan di kawasan rumah atau gudang, maka baceman tersebut tidak perlu diencerkan atau dicampur air. Yakni cukup dengan cara dibuka atau dilonggari tutup toples yang digunakan untuk pembuatan baceman tersebut. Dengan aroma tikus mati yang keluar dari toples tersebut maka tikus lain akan menghindari. Karena tikus apabila mencium aroma bangkai tikus lainnya maka akan menghindar. Untuk pengendalian hama tikus baik di sawah maupun di rumah dapat digunakan baceman tikus. Baceman tikus dapat dibuat sendiri di rumah, dengan bahan dan alat yang mudah didapatkan. Sehingga baceman tikus ini mudah, murah, efektif dan aman. Denny Indra Praja, STP DAFTAR PUSTAKA Maspary (2010).Biologi dan Morfologi Hama Tikus Sawah. Diambil pada 26 Februari 2018 pada : Gerbang Pertanian.com Agus Wahyana Anggara (2014). Hama Tikus Sawah dan Cara Pengendaliannya. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi Subang. Diambil pada 23 Februari 2018 pada: Artikelpadi.com