Loading...

Back To Nature...Kembali Ke Alam Dengan Tricho Kompos

Back To Nature...Kembali Ke Alam Dengan Tricho Kompos
Oleh : YULIA RESTY, SP Ketersediaan pupuk sebagai unsur hara bagi tanaman merupakan hal yang mutlak, agar tanaman tumbuh sehat, tahan terhadap serangan hama dan penyakit serta dapat menghasilkan dengan optimal. Pemberian pupuk kimia secara berlebihan dan tidak bijaksana hanya akan menambah buruk kondisi fisk tanah. Maka dari itu perlu diimbangi dengan pemberian pupuk organik(kompos) agar tanaman dapat optimal dlam menyerap unsur hara. Alternatif yg tepat adalah saatnya kita kembali ke alam dengan memanfaatkan kotoran hewan, arang sekam dan trichoderma sebagai pupuk kompos (organik). Demikian pula yg dilakukan oleh KWT Rosella. Letak kebun demplot dan KBD nya yg berada tepat bersebelahan dengan kandang ternak burung puyuh semakin memudahkan KWT Rosella dalam mendapatkan bahan dasar dalam pembuatan pupuk organik. Berawal dari dikumpulkannya kotoran ternak burung puyuh hingga mencapai 25kg yang dicampurkan dengan 10 sendok gula pasir, 1 kg dedak, 1 kg kapur pertanian, 3 karung dedaunan kering yang sdh dicacah sehingga ukurannya lebih kecil, serta tak lupa menambahkan trichoderma padat berukuran 200gr dan air secukupnya dalam proses pengomposan. Dengan sedikit sentuhan teknologi maka pengomposan akan memiliki mutu yg lebih baik. Pada dasarnya pengomposan adalah proses pengaktifan mikroba agar mempercepat proses dekomposisi bahan organik. Mikroba yg dimaksud adalah bakteri, fungi dan jasad renik yg terdapat pd bahan organik yaitu kotoran burung puyuh dan dedaunan kering. Seringkali kita dengar istilah trichokompos yg merupakan bentuk pupuk organik yang mengandung cendawan baik yg bernama Trichoderma sp, yg di kombinasikan dengan bahan2 organik seperti kotoran hewan ataupun dedaunan dan limbah2 pertanian. Proses pembuatan trichokompos yg dilakukan oleh KWT Rosella adalah sebagai berikut :1. Mencampurkan kotoran burung puyuh dgn daun2 kering yg sdh di cacah, gula pasir, dedak, trichoderma dan sedikit air, lalu diaduk2 hingga merata. 2. Jika sdh tercampur rata lalu ditaburkan pupuk pertanian di atas permukaan campuran kotoran. 3. Menutup seluruh permukaan campuran kotoran dengan terpal ataupun karung bekas dan dibiarkan selama 20hari dalam proses pengomposan. 4. Setelah 20 hari kotoran bisa dipergunakan sebagai pupuk organik bagi tanaman di KWT Rosella. Pupuk organik atau trichokompos ini efektif berfungsi sebagai penggembur tanah, penyubur tanaman, merangsang pertumbuhan anakan, bunga dan buah pada tanaman. Selain itu pupuk organik atau trichokompos ini juga dpt mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman. Trichoderma sebagai cendawan baik dlm pembuatan pupuk organik itu sendiri bisa didapatkan di kantor UPT BPP Landasan Ulin dengan harga yg sangat terjangkau bagi petani di wilayah Kecamatan Landasan Ulin. Aplikasi pupuk organik trichokompos dilakukan oleh KWT Rosella pada saat pertemuan rutin kerja bakti di kebun demplot dan KBD yang dilaksanakan setiap hari jumat sore. Mereka menambahkan pupuk organik trichokompos pada tanaman sayuran di polibag maupun di lahan. Semoga kegiatan pembuatan pupuk organik trichokompos di KWT Rosella ini dapat menjadi contoh yg baik bagi semua petani di wkpp Landasan Ulin Timur, sehingga dapat menekan biaya produksi selama kegiatan usaha tani serta memperoleh hasil usahatani yg optimal dan terpenting adalah aman konsumsi.