Pembibitan dengan cara ini merupakan cara tercepat dalam memenuhi kebutuhan bahan tanaman skala besar karena keunggulannya sama dengan pohon induknya. Stek teh yang diambil, kebun induknya harus dikelola khusus agar terjamin kemurnian bahan tanaman dan mempunyai potensi produksi dan kualitas tinggi. Mutu tanaman dengan cara pembibitan stek banyak dipengaruhi oleh kesehatan dan kesuburan pohon induk, teknik pengambilan, pengemasan dan pengangkutannya. Faktor lain pelaksanaan pembibitan harus tepat agar diperoleh bibit cukup umur untuk ditanam di lapangan. Cara pengambilan setek adalah sebagai berikut : ranting setek diambil 4 bulan setelah dipangkas, ranting setek dipotong setinggi 15 cm dari bidang pangkasan pada perbatasan warna coklat dan hijau. Setek diambil dari ranting setek sepanjang 1 ruas dan mempunyai 1 helai daun. Setek yang dipakai adalah bagian tengah ranting setek berwarna hijau tua. Pemotongan setek dilakukan dengan pisau tajam, dimana setiap potongan diambil ruas dengan satu lembar daun 0,5 cm di atas dan 4- 5 cm di bawah ketiak daun dengan kemiringan 45°. Setek yang dikumpulkan ditampung dalam ember berair maksimal 30 menit. Setek segera ditanam di pembibitan, apabila 12 Budidaya dan Pasca Panen TEH tempatnya jauh perlu dikemas dalam kantong plastik. Sebelum ditanam dan dikemas dikantong plastik dicelupkan ke dalam larutan fungisida dan hormon tumbuh selama dua menit. Pesemaian setek perlu disiapkan jauh sebelum penanaman bibit setek di kebun agar dicapai ketepatan waktu tanam. Lokasi pembibitan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : (1) Tempat terbuka agar mendapatkan solar radiasi optimal. (2) Drainase tanah baik agar pertumbuhan akar berkembang optimal. (3) Dekat sumber air untuk memudahkan penyiraman dan pemberantasan hama penyakit. (4) Dekat dengan jalan utama agar pengangkutan dan pengawasan mudah. (5) Tanah pengisi kantong plastik tersedia pada lokasi pembibitan. (6) Dipilih topografi yang melandai ke arah Timur agar mendapat solar radiasi pagi yang baik. Pembuatan bedengan. Cara pembuatan bedengan dan penyusunan polibag dilakukan sebagai berikut : (1) Ukuran bedeng lebar satu meter dan panjang tergantung keadaan tetapi maksimal 15 meter. Antar bedeng satu dengan yang lain diberi jarak 60 cm. Sedang antar bedengan dibuat parit untuk saluran air sedalam 10 cm. (2) Lantai bedengan sebelum diratakan digemburkan dengan garpu. Polibag disusun dengan rapih berbaris tegak kemudian ditutup plastik agar tidak kena air hujan. Media tanah untuk polibag perlu dicampur dengan pupuk, fungisida, fumigan dan tawas (Tabel 2) Tabel 2. Paket media tanah dan bahan campuran unt Penanaman setek. Sehari sebelum ditanam polibag yang telah diatur dalam bedengan disiram dengan air sampai dengan cukup basah. Penanaman setek di dalam polibag dilakukan dengan cara sebagai berikut : (1) Tangkai setek dicelupkan pada larutan fungisida dan hormon tumbuh selama 1 – 2 menit. (2) Setek ditanam dengan menancapkan tangkainya ke dalam tanah di polibag dengan daun menghadap kearah tangan. Arah daun harus condong ke atas tidak saling menutupi. (3) Setelah setek ditanam disiram air bersih jangan sampai tangkai setek goyah. (4) Penyiraman disesuaikan dengan keadaan tanah. Penyiraman pertama 3-4 minggu, seterusnya diatur sesuai kebutuhan. (5) Bedengan ditutup dengan sungkup plastik selama 3-4 bulan. Pembukaan sungkup dilakukan setelah setek berakar dan pertumbuhan tunas sudah merata ± 15 cm . (7) Pembukaan sungkup dilakukan bertahap selama 2 jam pada minggu 1 dan 2, dan selanjutnya bertahap 4, 6, 8 dan 12 jam sampai tanpa sungkup Pelaksanaan seleksi bibit dilakukan pada umur 6 bulan setelah bibit tumbuh. Bibit yang tumbuh sehat dipisahkan dari yang kecil. Bibit yang baik dipindahkan keluar agar beradaptasi di bawah sinar matahari. Untuk sementara diberi naungan dari alang-alang atau paku andam. Adaptasi dapat juga dilakukan dengan cara membuka plastik naungan secara bertahap.Kriteria bibit siap tanam sebagai dasar penentuan mutu bibit sebagai berikut : (1) Umur bibit minimal 8 bulan (2) Tinggi minimal 30 cm dengan jumlah daun 5 helai. (3) Tumbuh sehat, mekar dan berdaun normal Perakaran baik, terdapat akar tunggang semu dan tidak ada pembengkakan kalus. (5) Beradaptasi minimal 1 bulan terhadap sinar matahari. Penulis: Nanik Anggoro P, SP, M.Si / Penyuluh Pertanian BBP2TP Email : nanik.anggoro@gmail.com Sumber: Budidaya dan Pascapanen Tanaman Teh, Badan Litbang Pertanian, 2010