Loading...

Bawang Merah Dapat Menjadi Pilihan Komoditi Yang Diandalkan Kabupaten Jembrana

Bawang Merah Dapat Menjadi Pilihan Komoditi Yang Diandalkan Kabupaten Jembrana
Bawang merah merupaka salah stu kebutuhan sehari yang dicari. Saat ini petani bawang merah di Bali sudah jarang ditemui, namun BPP Mendoyo mencoba kembali mengembangbiakkan bawang merah. Demplot bawang merah dilaksanakan di dua tempat dengan teknik tanam yang berbeda. Pertama, dilaksanakan di Subak Pecelengan dan kedua di lahan percobaan BPP Mendoyo. Subak Pecelengan mencoba menanam melalui umbi dengan varietas Thajuk. Lahan yang ditanami bawang merah seluas 20 are milik petani bernama I Komang Arnyana. Komang Arnyana mau mencoba menanam bawan merah karena ingin menggali kembali potensi lahan miliknya. Menurut informasi, sebelumnya bawang merah menjadi salah satu komoditi andalan di wilayah Kecamatan Mendoyo. Sekitar tahun 1991, petani memilih menanam bawang merah pada musim gadu. Namun seiring perkembangan jaman dan waktu, komoditi yang kini banyak ditanam petani saat musim gadu adalah semangka, jagung, kacang hijau, dll. Setelah kurang lebih 28 tahun, I Komang Arnyana mencoba kembali menanam bawang merah. Umumnya, usia tanaman bawang yang siap panen adalah 65 hari. Namun karena serangan ulat grayak, tanaman harus dipanen segera saat usia tanaman 59 hari. Produksi yang dihasilkan pada lahan I Komang Arnyana sebesar 9,6 ton/ha. Lahan percobaan kedua dilaksanakan di lahan percobaan BPP Mendoyo, wilayah subak Yehembang. BPP Mendoyo mencoba menanam bawang merah melalui biji varietas Maserati dengan teknik pindah tanam. Tanaman siap dipindah saat usia tanaman 20-30 hari setelah persemaian. Ketika hendak dipindah, daun dipotong 25% dari tinggi tanaman. Luasan lahan digunakan 10 are dan memerlukan biji untuk disemai sebanyak 100 gram. Jarak tanam untuk persemaian dari biji lebih rapat dibandingkan melalui umbi yaitu 8cm x 15 cm, sedangkan jika melalui umbi 15cm x 15 cm. Rata-rata pada 1 lubang tanam menghasilkan 2 umbi. Usia tanaman siap panen adalah 61 hari setelah dipindahkan. Jadi total usia tanaman dari persemaian hingga siap panen kurang lebih 80 hari dengn memperhatikan kondisi tanaman. Produksi yang diperoleh melalui persemaian biji adalah 12 ton / ha. Berdasarkan dua teknik tanam yang berbeda dapat disimpilkan bahwa hasil produksi dengan persemaian biji lebih tinggi dibandingkan dengan menanam umbinya. Dengan hasil tersebut diharapkan petani dapat mencoba kembali menanam bawang merah sehingga menjadi salah satu pilihan komoditi andalan di Jembrana khususnya kecamatan Mendoyo. Penulis: Dewi Wulan Gentari, S.P