Loading...

Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Pembibitan Kelapa Sawit

Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Pembibitan Kelapa Sawit
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan. Sebagai salah satu negara yang mengekspor minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Kelapa sawit tanaman perkebunan menghasilkan minyak makanan, minyak industri, dan bahan bakar nabati. Pengelolaan perkebunan kelapa sawit umumnya dilakukan dengan pola kemitraan antara perusahaan besar swasta dan perkebunan negara. Usahatani kelapa sawit dilakukan perkebunan swasta, negara dan perkebunan rakyat.Produktivitas kelapa sawit rendah diyakini terdapat beberapa penyebab sehingga produktivitas perkebunan kelapa sawit cukup rendah, yaitu: belum menerapkan inovasi teknologi pertanian dalam usahatani menyebabkan hasil panen belum sesuai dengan yang diharapkan. Dengan penerapan pengecambahan benih, penyemaian, dan pemeliharaan pembibitan yang tepat sehingga petani dapat meningkatkan produksi kelapa sawit.Tahapan Pengecambahan BenihTata cara pengecambahan benih sebagai berikut:1. Kupas buah dengan tujuan memperoleh benih yang terlepas dari sabutnya.2. Lakukan perendaman benih dengan air dalam wadah ember selama 5 hari. Setiap hari lakukan pergantian air.3. Setelah itu, angkat benih lalu dikering anginkan pada tempat sejuk selama 24 jam agar Kadar air dalam biji dapat mencapai 17%.4. Simpan benih dalam kantong plastik yang cukup untuk 500-700 benih. Tutup rapat kantong plastik lalu Simpanlah kantong-kantong plastik tersebut dalam peti berukuran 30 cm x 20 cm x 10 cm, kemudian letakkan dalam ruang pengecambahan yang suhunya 39oC.5. Lakukan pemeriksaan benih dengan jangka watu 3 hari sekali (2 kali per minggu) dengan membuka kantong plastiknya dan semprotlah dengan air (gunakan hand mist sprayer) agar kelembaban sesuai dengan yang diperlukan yaitu antara 21- 22% untuk benih Dura dan 28-30% untuk Tenera. Contoh benih dapat diambil untuk diperiksa kelembabannya.6. Periksa benih, bila ditemukan benih yang berkecambah, segera semaikan pada pesemaian perkecambahan.7. Setelah 80 hari, keluarkan kantong dari peti di ruang pengecambahan dan letakkan di tempat yang dingin. Kandungan air harus diusahakan tetap seperti semula. Dalam beberapa hari benih akan mengeluarkan tunas kecambahnya. Sebagian besar benih telah berkecambah setelah 15-20 hari dan siap dipindahkan ke persemaian perkecambahan (prenursery ataupun nursery). Benih yang tidak berkecambah dalam waktu tersebut di atas sebaiknya tidak digunakan untuk bibit. PenyemaianTata cara penyemaian benih sebagai berikut:1. Benih yang sudah berkecambah disemai dalam polybag kecil, kemudian diletakkan pada bedengan-bedengan yang lebarnya 120 cm dan panjang bedengan secukupnya.2. Polybag yang digunakan berukuran 12 cm x 23 cm atau 15 cm x 23 cm (lay flat).3. Lakukan pengisian polybag dengan 1,5-2,0 kg tanah atas yang telah diayak. Lubangi polybag untuk drainase.4. Lakukan penanaman kecambah sedalam ± 2 cm dari permukaan tanah dan berjarak 2 cm.5. Bibit yang telah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai, bibit dederan sudah dapat dipindahkan ke pesemaian bibit (nursery).6. Perhatikan kelembapan tanah di polybag. Berikan air agar kelembaban yang dibutuhkan oleh bibit tetap terjaga.7. Penyiraman dengan sistem springkel irrigation sangat membantu dalam usaha menghasilkan kelembaban yang diinginkan dan dapat melindungi bibit terhadap kerusakan karena siraman.8. Pindahkan bibit dari dederan pada polybag 40 cm x 50 cm atau 45 cm x 60 cm (lay flat), tebal 0,11 mm dan diberi lubang pada bagian bawahnya untuk drainase.9. Polybag diisi dengan tanah yang telah diayak sebanyak 15-30 kg/polybag. 10. Bibit dederan ditanam dengan cara leher akar pada permukaan tanah polybag besar dan tanah sekitar bibit dipadatkan agar bibit berdiri tegak. Bibit pada polybag besar kemudian disusun dan diatur dengan hubungan dengan jarak misalnya 100 cm x100 cm x 100 cm seperti segitiga sama sisi. Pemeliharaan PembibitanBibit pada polybag harus diperhatikan dengan baik agar pertumbuhannya sehat dan subur. Tujuannya adalah bibit dapat dipindahkan ke lapang sesuai dengan umur dan saat tanam yang tepat. Adapun tata cara pemeliharaan bibit meliputi: (a) penyiraman; (b) penyiangan; (c) pengawasan untuk seleksi; dan (d) pemupukan.(a) Penyiraman. Lakukan penyiraman bibit dua kali sehari, kecuali apabila terdapat hujan lebih dari 7-8 mm pada hari yang bersangkutan. Air untuk menyiram bibit harus bersih dan cara menyiramnya harus dengan semprotan halus agar bibit dalam polybag tidak rusak dan tanah tempat tumbuhnya tidak padat. Kebutuhan air siraman ± 2 lt/polybag/hari, disesuaikan dengan umur bibit.(b) Penyiangan. Gulma yang tumbuh dalam polybag dan di tanah antara polybag harus dibersihkan, dikored atau disemprot dengan herbisida. Penyiangan gulma harus dilakukan 2-3 kali dalam sebulan, atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma.(c) Pengawasan dan Seleksi. Pengawasan bibit dilakukan untuk mengamati pertumbuhan bibit dan perkembangan gangguan hama dan penyakit. Bibit yang tumbuh kerdil, abnormal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Pembuangan bibit (thinning out) dilakukan pada saat pemindahan ke main nursery, yaitu pada saat bibit berumur 4 bulan dan 9 bulan, serta pada saat pemindahan bibit ke lapangan. Tanaman yang bentuknya abnormal dibuang, yakni dengan ciri-ciri; (1) Bibit tumbuh meninggi dan kaku; (2) bibit terkulai; (3) anak daun tidak membelah sempurna; (4) terkena penyakit; dan (5) anak daun tidak sempurna.(d) Pemupukan. Pemupukan bibit diperlukan untuk memperoleh bibit yang sehat, tumbuh cepat dan subur. Pupuk yang diberikan adalah Urea dalam bentuk larutan dan pupuk majemuk. Adapun dosis dan jenis pupuk serta waktu pemupukan terlihat pada Tabel 1: Dosis dan Jenis Pupuk. Umur Bibit Jenis Pupuk Dosis Rotasi4-5 Minggu Larutan Urea 0.2 % 3-4 Larutan/100 bibit 1 minggu6-7 Minggu Larutan Urea 0.2 % 4-5 larutan/100 bibit 1 minggu8-16 Minggu Rustica (15 15 16.4) 1 gr/bibit 1 minggu17-20 Minggu Rustica (12 12 17.2) 5 gr/bibit 2 minggu21-28 Minggu Rustica (12 12 17.2) 8 gr/bibit 2 minggu29-40 Minggu Rustica (12 12 17.2) 15 gr/bibit 2 minggu41-48 Minggu Rustica (12 12 17.2) 17 gr/bibit 2 mingguPemindahan Bibit. Bibit dapat dipindahkan ke lokasi penanaman pada umur 8 bulan. Pada umumnya bibit dipindahkan pada umur 10-14 bulan. Pemindahan bibit harus hati-hati agar tidak rusak dan polybag tidak pecah.Demikian hal-hal penting dalam tahapan pengecambahan benih, penyemaian, dan pemeliharaan pembibitan untuk menghasilkan bibit siap pindah tanam berpotensi hasil produksi tinggi. Sumber: Buku inovasi Teknologi Budidaya Kelapa Sawit BBP2TPPenulis: Miskat Ramdhani Penyuluh Pertanian BBP2TP