Loading...

Beberapa Upaya Penting Yang Harus Diperhatikan Sebelum Menanam Kakao

Beberapa Upaya Penting Yang Harus Diperhatikan Sebelum Menanam Kakao
Produksi biji Kakao terus menurun sementara permintaan tiap tahun meningkat 3-4%/ tahun dan 70 % tanaman Kakao Indonesia telah berusia tua. Pada umumnya Pendapatan petani Kakao 15 juta per bulan. Upaya meningkatkan produktivitas tanaman dan mutu Kakao terus digalakkan. Upaya ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan dengan fokus utama adalah merubah mental petani dengan memberikan tambahan pengetahuan petani. Banyak petani yang belum memfokuskan pada benih kakao itu sendiri dalam upaya peningkatan produktivitas. Benih dan bibit kakao merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan. Benih dan bibit harus terlindung dari gangguan yang dapat menyebabkan tidak dapat tumbuh dengan baik. Untuk itu diperlukan upaya-upaya yang harus dilakukan agar benih terhindar dari gangguan organisme penmganggu tanaman. Benih yang digunakan harus yang memenuhi persyaratan yaitu bibit yang baik dan sehat. Beberapa hal-hal penting yang harus dilakukan sehingga benih dan bibit kakao pada masa sebelum tanam tidak terkena serangan hama kakao sebagai berilkut:a. Karantina tumbuhan. Benih atau bibit yang terkena serangan hama tidak dapat diperjualbelikan atau disebarluaskan. Karantina berperan untuk mencegah agar tidak terjadi terbawanya hama pada benih atau bibit yag berasal dari daerah lainnya.b. Perlakuan benih kakao. Dalam beberapa kasus, banyak hama yang terbawa benih. Adapun perlakuan yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan hama. Perlakuan benih dapat dilakukan dengan dimulai saat: (1) Pengusapan daging buah. Biji kakao dipisahkan dari polongnya. Benih kakao direndam dalam air kapur 2,5 % (25 gr kapur per liter air) ± 30 detik.Satu liter air kapur digunakan untuk merendam sekitar 1.000 butir biji berdaging.Kemudian biji diangkat dan dicuci dengan air bersih 2-3 kali untuk menghilangkan air kapur yang melekat.Setelah itu dilakukan pengusapan daging buah dari biji secara manual (dengan tangan) tujuannya agar tidak merusak/melukai biji.Kemudian dicuci kembali untuk menghilangkan air kapur yang mungkin masih menempel. Tujuan perendaman dengan air kapur ini adalah untuk mengumpulkan daging buah pada permukaan biji agar mudah dikelupas.(2) Pemberian fungisida. Benih kakao sering terserang jamur. Benih kakao harus dilindungi agar tidak terjangkit jamur. Fungisida dengan bahan aktif carbendazime 6.2%+ mankozeb 73.8%. Cara aplikasi fungisida adalah dengan memberikan 1%, yaitu 10 gr fungisida dilarutkan dalam 1 liter air.Satu liter larutan fungisida digunakan untuk merendam sekitar 500 butir biji kakao.Setiap kali perendaman selama kira-kira 5-10 menit,kemudian benih kakao diangkat dan ditiris serta dikering anginkan.(3) Penurunan kadar air. Biji Kakao saat dipanen masih memiliki kadar air 50%, sedangkan untuk perbenihan kadar air hanya 40%. Tata cara pengeringanginan Cara mongering anginkan adalah dengan menyebar benih secara merata di dalam kotak pengering yang beralas kawat kassa. Benih kakao yang telah mencapai kering angin ditandai dengan tidak adanya bintik air pada permukaan biji dan bila dipijit tidak mengeluarkan air. Pengeringanginan dilaksanakan selama1-2 jam.(4) Kadar air biji sewaktu masih basah sekitar 50 %,sedangkan untuk keperluar benih,kadar air harus diturunkan menjadi sekitar 40 % (kering angina).Untuk itu benih perlu dilakukan pengeringan dengan cara dikering anginkan selama kira-kira 1-2 jam.c. Seleksi. Benih/bibit kakao yang baik dan sehat akan dihasilkan dari: (1) seleksi kebun sumber benih. Benih yang akan ditanam harus berasal dari kebun sumber benih yang tidak pernah terserang OPT berbahaya,misalnya penyakit VSD,busuk akar atau penggerek buah kakao (PBK),serta memiliki sifat-sifat unggul yang diinginkan; (2) pohon induk yang baik dan sehat (bebas dari gangguan OPT berbahaya),serta memiliki sifat-sifat yang unggul seperti daya hasil tinggi, tahan terhadap serangan OPT penting serta mempunyai daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan;(3) Kakao memiliki bunga dan buah tersebar baik pada batang, cabang maupun ranting. Buah yang berasal dari ketiga bagian tersebut mempunyai mutu yang sama untuk dijadikan benih. Ciri-ciri buah yang dapat dijadikan sebagai sumber benih adalah buah yang tepat masak (masak fisiologis). Hal ini dapat terlihat dengan perubahan warna yang jelas dan isi buah telah kocak. Daya tumbuh buah tinggi terdapat pada buah kakao yang sudah masak. Pemilihan buah kakao untuk dijadikan benih dengan ciri-ciri tidak keriput/mengkerut,tidak berbintik hitam serta utuh/tidak ada cacat akibat gangguan fisik maupun karena gangguan OPT;(4) Biji Benih kakao yang berasal dari biji bagian pangkal, bagian tengah maupun dari bagian ujung buah. BIji yang tampak bernas, padat, dengan ukuran normal dapat dijadikan benih. Rataan berat biji kakao per 100 butir adalah 300 gram.Demikian beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum menanam Kakao. Semoga bermanfaat. Sumber: disarikan dari berbagai sumberPenyusun: Miskat RamdhaniPenyuluh Pertanian BBP2TP